2 Fungsionaris PDIP Jadi Penguji Promosi Doktor di Pasca Sarjana UINSU

Asaberita.com-Medan – Dua fungsionaris partai politik dari PDI Perjuangan Sumut yaitu Sekretaris DPD Dr. Sutarto dan Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik Dr. Aswan Jaya, tampil menjadi penguji pada Ujian Promosi Doktor atas nama Maimanah Angkat di Aula Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara  (UINSU), Jumat (14/2/2020).

Dalam kesempatan itu, Dr. Sutarto menyampaikan apresiasi kepada Pasca Sarjana UINSU yang telah memberi kepercayaan pada dirinya untuk menjadi penguji.

“Apresiated sekali, kita dipercaya untuk jadi penguji, dan kedepannya semoga menjadi image yang positif  jika tokoh partai (Politisi-Red) yang sekaligus akademisi bisa terlibat aktif dalam kegiatan akademik,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.

Sedangkan Dr. Aswan Jaya mengatakan bahwa kesempatan ini menjadi bukti bahwa kader PDI Perjuangan ternyata tidak hanya cakap dalam urusan politik praktis saja, tetapi juga mampu untuk aktif dalam dunia pendidikan.

“Ini merupakan bukti jika DPD PDI Perjuangan Sumut memiliki basis kader yang mumpuni disegala bidang,” ujar Aswan singkat.

Mengangkat disertasi dengan judul “Politik Akulturasi Budaya Pakpak dengan Agama Islam dalam Mewujudkan Masyarakat Bermartabat di Kabupaten Dairi Sumatera Utara”, Maimanah Angkat melakukan penelitian dari fenomena berkembangnya nilai-nilai Islam yang masuk dalam budaya masyarakat Pakpak dan pengaruh politik Islam di tengah masyarakat Pakpak dengan mengambil wilayah penelitian Kabupaten Dairi.

BACA JUGA :  Presiden Alumni UINSU: Haqqul Yakin Rektor Prof Syahrin Tegakkan Moral Akademik

Dengan mengenakan busana adat Pakpak Dairi, dalam desertasinya Maimanah mengangkat dua rumusan masalah yaitu bagaimana proses akulturasi budaya yang dilakukan oleh para pemuka agama, adat dan elit politik. Kemudian bagaimana implikasi akulturasi tersebut dalam mewujudkan masyarakat bermartabat di Kabupaten Dairi. Pemikiran tersebut menjadi objek penelitian di lapangan dengan meneliti secara langsung pihak dan elemen masyarakat Pakpak yang ada di Dairi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam yang masuk ke etnis Pakpak di Dairi pada abad ke 19 telah menggeser nilai religiusitas masyarakat Pakpak dari paham Animisme menjadi masyarakat yang bertuhan dan sebagian besar telah memeluk agama Islam.

Seiring dengan itu, nilai-nilai Islam juga turut mempengaruhi praktik adat istiadat dan budaya masyarakat Pakpak. Hal ini dapat dilihat dari prosesi perkawinan, pagelaran budaya Pakpak dan berbagai acara serimoni masyarakat Pakpak yang kental dengan warna Islami.

Secara politik, masyarakat Islam Pakpak juga sangat terlihat mewarnai dinamika politik, baik di legislatif maupun eksekutif. Masyarakat Islam Pakpak yang terkonsolidasi dalam forum silaturrahmi masyarakat Islam Pakpak memiliki posisi tawar yang cukup tinggi di pentas Pilkada tahun 2018 lalu, yaitu kalau tidak sebagai Wakil Bupati minimal Sekda Pemkab Dairi dari perwakilan masyarakat Islam Pakpak.

BACA JUGA :  Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir FUSI UINSU Medan Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2020

Walaupun pada akhirnya tidak terwujud karena tidak ada satu pun masyarakat Islam Pakpak yang dapat memenuhi syarat untuk menjadi sekda.

Dalam proses Ujian Promosi Doktor, Maimanah Angkat berhasil menyakinkan seluruh penguji bahwa hasil penelitiannya layak untuk menjadikan dirinya menyandang gelar Doktor dari Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumut.

Adapun para penguji Ujian Promosi Doktor Maimanah Angkat adalah Dr. Sutarto sebagai penguji eksternal, Dr. Aswan Jaya dan Dr. Syukri sebagai penguji internal.

Sementara Prof. Dr. Katimen dan Dr. Anwarsyah Nu sebagai penguji pembimbing (promotor)

Seluruh penguji bersepakat menyatakan bahwa Maimanah Angkat berhak menyandang gelar Doktor dengan nilai 3,70 atau dengan sebutan huruf A. (has)

1,609 total views, 6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *