Hermansjah: Anggota PWI Sumut akan Terima Santunan Kematian Rp 100 Juta

PWI Sumut
Ketua PWI Sumut Hermansjah berfoto bersama usai temu ramah dengan anggota PWI se Tabagsel di Padang Sidempuan.

Asaberita.com, Padangsidimpuan – Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan menerima santunan jiwa atau kematian mencapai Rp 100 juta.

Program klaim asuransi jiwa dan kematian ini bukan lagi akan, namun sedang berjalan. Ini salah satu program yang akan diwariskan untuk kepengurusan selanjutnya.

“Terpilih atau tidak terpilih lagi, program ini akan jadi amal jahiriyah kami di Konferensi PWI Sumut pada 28 Agustus mendatang,” kata Ketua PWI Sumut, Hermansjah, didampingi Sekretaris Edward Taher (Waspada), Bagian Hukum Wilfrid Sinaga (Harian SIB) dan Zultaufik Nasution (Pemred Harian Realitas) di Rumah Makan Batunadua Indah, Kota P. Sidimpuan, Kamis (12/8) malam.

Di sisi lain Herman, sapaan akrabnya, menyesalkan adanya tudingan yang menyebut di kepengurusannya advokasi wartawan tidak berjalan.

“Itu tudingan yang tidak berdasar, selama lima tahun ini kita terus aktif memberikan bantuan advokasi kepada anggota PWI di seluruh Provinsi Sumut, seperti saat ini kita baru dari Kota Sibolga melakukan bantuan advokasi kepada anggota PWI yang dianiaya saat melakukan tugas jurnalistik,” ungkapnya.

nst

Demikian halnya paket Lebaran dan Natal, lanjut Herman, PWI Sumut bukan tidak menyalurkan ke daerah, namun terkendala ketatnya aturan penggunaan dana hibah oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

BACA JUGA :  PWI Sumut Kecam Pembunuhan Wartawan di Siantar

Ke depan kita akan berupaya secara berkesinambungan mengadakan paket Lebaran dan Natal yang sudah kita mulai kembali tahun lalu,” terangnya.

Disinggung alasannya kembali maju di Konfrensi PWI Sumut mendatang, Herman mengatakan, masih ada program yang belum dituntaskan, termasuk menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN).

Ditegaskannya, jika ia kembali terpilh sebagai Ketua PWI Sumut priode 2021 – 2026, ia akan menjadikan program kepegurusan PWI Sumut tidak dimonopoli pengurus provinsi. Misalnya, work shop dan pelatihan akan lebih ditingkatkan dengan melibatkan para anggota PWI di daerah.

“Silahkan pengurus daerah ajukan proposal mini ke PWI Sumut, nanti akan kita tindaklanjuti,” katanya.

Selanjutnya, kata Herman, koperasi PWI Sumut yang beberapa tahun ini mandek akan kembali diaktifkan.

“Dukungan teman-teman anggota biasa PWI Sumut di Kabupaten/Kota sangat kami harapkan demi terlaksananya program-program kerja itu,” ujarnya.

Selain itu Hermansjah berjanji akan membawa organisasi kewartawanan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara yang dia pimpin sekarang untuk lebih baik lagi ke depan.

BACA JUGA :  Politik Identitas Jadi Ancaman Calon PDIP

“Itu misi penting. Saya tidak mau muluk-muluk apalagi menawarkan program tidak masuk akal. Misalnya soal kesejahteraan, PWI itu organisasi profesi dan tempat berkumpulnya kaum intelektual semua yang disebut akan dicerna sekaligus diulas anggota,” katanya.

Ketua PWI Madina, Ridwan, dan Sekretaris PWI Tabagsel, Ikhwan Nasution, menyambut baik pencalonan kembali Hermansjah di Konfrensi PWI Sumut yang akan digelar dua pekan mendatang.

“Kepemimpinan itu harus dua priode, agar program kerjanya tuntas. Bung Herman sangat layak dipilih kembali untuk keduakalinya menahkodai PWI Sumut, karena kinerjanya sudah terbukti baik lima tahun terakhir,” tegas keduanya yang diamini anggota biasa lainnya.

Hadir dalam temu ramah tersebut para anggota biasa dari PWI Tabagsel meliputi Kota P. Sidimpuan, Kabupaten Tapsel dan Paluta, PWI Madina serta Palas. (rel/has)

 178 total views,  2 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *