Internasionalisasi UINSU

Rektor UINSU Prof Dr H Saidurrahman MAg

Oleh : Prof Dr KH Saidurrahman MAg

KOMPETISI global perguruan tinggi dalam 10 tahun terakhir ini semakin tidak terelakkan. Dinamika kompetisi global itu, menuntut perguruan tinggi negeri maupun swasta tidak hanya jago di kandang sendiri, hebat di daerahnya masing-masing. Tapi lebih jauh, globalisasi menuntut perguruan tinggi masuk kelompok world class university, atau setidaknya masuk ranking 500 besar dunia sebagai kampus terbaik.

Sejalan dengan kompetisi global itu, jauh-jauh hari Kementerian Agama RI sudah mendorong adanya internasionalisasi Universitas Islam Negeri (UIN) di berbagai aspek. Dengan keterbatasan fasilitas yang ada, peralihan status IAIN ke UIN, mengajak kita untuk berbenah sekuat tenaga. Warna UIN dalam kajian akademik, tidak hanya mengajarkan disiplin ilmu-ilmu keagamaan, tetapi sudah beralih kepada multidisiplin, interdisiplin dan transdisiplin.

Bagaimana dengan UIN Sumatera Utara? Beberapa hari yang lalu, UIN Sumatera Utara menggelar rapat kerja. Rapat kerja itu menghasilkan point penting yang menurut saya, harus diseriusi dan ditekuni untuk dikerjakan. Salah satu poin itu, mendorong UIN Sumatera Utara memperoleh akreditasi A. Meraih akreditasi A bagi UIN Sumatera Utara tidaklah gampang, terlepas dari keterbatasan yang ada, bagi UIN Sumatera Utara wajib mensejajarkan diri dengan perguruan tinggi berkelas dunia. Kendati ejekan kelompok tertentu terus datang, tetapi bagi UIN Sumatera Utara cemoohan itu tidak justru membuat kita putus asa dan lemah dalam kinerja.

Mewujudkan cita-cita internasionalisasi UIN Sumatera Utara, yang dilakukan saat ini melakukan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani UIN Sumatera Utara dengan perguruan tinggi di luar negeri. Kerja-kerja ini sudah dilakukan sebagai upaya sungguh-sungguh sekaligus mendorong internasionalisasi UIN Sumatera Utara.

nst
BACA JUGA :  Menjadi Penulis Artikel Yang Sukses

MoU kesepahaman tersebut pada saatnya akan berkembang dan saling tukar menukar informasi akademik, SDM dosen dan mahasiswa. Sebab dengan upaya inilah menjadikan UIN Sumatera Utara sebagai bagian internasionalisasi kampus Islam dan mendapat nama di dunia internasional.

Internasionalisasi perguruan tinggi untuk saat ini hal tak terhindarkan. Tak bisa kita mengecualikan diri hanya bermain di lokal kita saja. UIN Sumatera Utara harus internasional di semua aspek termasuk SDM, kurikulum, dan infrastruktur. Kampus world class university menjadi prioritas. Internasionalisasi UIN Sumatera Utara juga harus mengenalkan kampus ini bicara standar mutu SDM, kurikulum, dan penunjang lain yang setara dengan kelas dunia. Misalnya, ketika belajar Saintek mahasiswa di Amerika harus tahu UIN Sumatera Utara. Materi di Amerika harus sama dengan UIN Sumatera Utara. Kelebihannya, UIN Sumatera banyak menyinggung aspek keislamannya.

Internasionalisasi juga akan terjawab ketika UIN Sumatera Utara ada di Timur Tengah. Artinya, mahasiswa Arab dari universitas terkemuka di Timur Tengah mengirimkan mahasiswanya belajar di UIN Sumatera Utara. Apa yang mereka punya di sana, juga kita miliki di UIN Sumatera Utara. Inilah yang saya maksudkan internasionalisasi. UIN Sumatera Utara masuk kelas dunia. Tentu kita menyadari, perjalanan UIN Sumatera Utara masuk 500 universitas dunia masih butuh waktu panjang. Apalagi, perguruan tinggi dari Indonesia yang masuk ke 500 universitas dunia, baru ada dua yakni Universitas Indonesia dan ITB.

BACA JUGA :  Pancasila Di Tengah Arus Globalisasi Dan Digitalisasi

Mewujudkan cita-cita itu, UIN Sumatera Utara sudah membuat langkah-langkah strategis. Pertama, digitalisasi. Dalam satu tahun ke depan, UIN Sumatera Utara untuk terkoneksi dengan sistem digitalisasi. Saat ini program ini tengah berjalan, seluruh dosen dan mahasiswa dan fasilitas internet mulai terkoneksi. Kedua, syarat internasionalisasi yang diuraikan di atas. Ketiga, mendatangkan mahasiswa luar negeri untuk kuliah ke UIN Sumatera Utara. Langkah ini sangat strategis, terlebih ketika UIN Sumatera Utara membiayai pendanaan mahasiswa luar negeri dengan beasiswa. Sedangkan keempat, mendirikan ma’ahad dan jami’ah (asrama mahasiswa). Rencana ini segera direalisasikan sepanjang tahun 2018.

Kemudian, internasionalisasi juga harus dilakukan dalam bidang penulisan dan penerbitan karya ilmiah. Kejujuran dalam melakukan penelitian sangat dibutuhkan. Artinya, dosen tidak hanya menyuruh mahasiswa mengerjakan. Atau sebaliknya, dosen ikut numpang nama dari hasil penelitian mahasiswa yang dipublis. Kemudian, kejujuran dalam mengutip pendapat orang lain (bukan plagiator), dan keinginan besar untuk selalu menulis dan membagi hasil penelitiannya.

Akhirnya, niat yang kuat dan kerja keras pasti akan berbuah hasil. Tidak ada kata yang tidak mungkin, jika kita sungguh-sungguh dalam menjalankan niat tersebut. Internasionalisasi UIN Sumatera Utara segera terwujud, ketika seluruh stakeholder ikut berjibaku mengerjakannnya. Semoga !

 6,088 total views,  2 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published.