MURSYID SANG PENCERAH DAN PEMANDU SPIRITUAL UMAT

Besilam
Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk dan Syekh Dr Zikmal Fuad pewaris kemursyidan Majelis Syekh Abdul Wahab Rokan Tuan Guru Besilam saat ini.

Asaberita.com – MURSYID istilah yang sangat populer dalam tradisi sufi dan thariqah. Kata Mursyid berasal dari kata irsyada, yaitu memberi tunjuk-ajar. Dengan kata lain, mursyid berarti, seseorang yang ahli dalam memberi tunjuk-ajar terutama dalam bidang spiritual, dalam istilah para sufi.

Secara terminologi, mursyid (menurut kaum sufi) adalah mereka yang bertanggung jawab memimpin murid dan membimbing perjalanan rohani murid untuk sampai kepada Allah Subhanahu wata’ala dalam proses tarbiah yang teratur, dalam bentuk tarekat sufiyah.

Para mursyid merupakan golongan pewaris Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam bidang pentarbiah umat dan pemurnian jiwa mereka (tazkiyah an-nafs), yang mendapat izin irsyad (izin untuk memberi bimbingan kepada manusia) dari para mursyid mereka sebelum mereka, yang mana mereka juga mendapat izin irsyad dari mursyid sebelum mereka dan seterusnya, sampai silsilah izin irsyad tersebut sampai kepada Rasulullah (tanpa terputus turutannya).

Untuk serial Jum’at ini, asaberita.com secara khusus membahas seputar pengertian dan peran seorang Mursyid, dengan mewancarai seorang tokoh sufi kharismatik yang sudah pupuler di Sumatera Utara. Yakni Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk, Mursyid Naqsyabandi, tokoh nasional, guru spiritual dan juga dikenal penggiat kerukunan.

Besilam

Berikut petikan wawancara dengan Tuan Guru Batak yang kami singkat dengan TGB:

Wartawan : Dilaman FB Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk, kami membaca tulisan berjudul, “Syekh Dr Zikmal Fuad: Penerus Sang Wali di Bumi Thariqat Naqsyabandiyah.” Mohon diberikan penjelasan apa maksudnya?.

TGB : Oh begini. Dalam perspektif tawasuf atau sufistik. Puncak ilmu itu apalagi ilmu makrifah itu adalah terpancarnya cahaya akhlakul karimah, antara lain rendah hati. Jadi, semakin tinggi ilmu pengetahuan dan makrifah kita, maka kita akan semakin merendah dan tawadhu’ serta akhlak semakin indah.

Wartawan : Hubungannya dengan Syekh Zikmal Fuad Tuan Guru Besilam saat ini, apa TGB ?

TGB : Sebagaimana saya tulis, Alhamdulillah. Kemaren sore, kami silaturrahim ke Bumi Besilam Langkat. Selain kelajiman saya berziarah ke makam Wali Allah Syekh Abdul Wahab Rokan elKhalidy Naqsyabandi. Kali ini juga menunaikan niat yang sudah lama direncanakan untuk silaturrahim ke Syekh Dr Zikmal Fuad, Tuan Guru ke 12 Babussalam “Besilam” Langkat.

Kami sangat terharu atas sambutan Tuan Guru Syekh Dr Zikmal Fuad, yang begitu tawadhu’ dan bersahaja. Sikap wara’, ketulusan hati dan kebesaran jiwanya akan kedatangan kami, membuat kami banyak berdiskusi tentang banyak hal sehingga waktu terasa cepat berlalu. Sampai ‘naqus dalam’ pertanda akan masuk sholat maghrib telah berbunyi.

Bagi saya kerendahan hati seorang Ulama apalagi seorang Mursyid, pembimbing spiritual salah satu ukuran dari kematangan spiritual, ketinggian ilmu, kelapangan hati dan kedalaman makrifah.

Sebaliknya, jika ada orang merasa ahli zikir, ilmunya tinggi dengan segudang kelebihan yang diceritakanya. Tetapi jika saya lihat tidak tawadhu’, menunjukkan arogansi spiritual, merasa derajatnya lebih tinggi apalagi lebih mulia, menganggap yang lain rendah, maka bagi saya itu (0) atau nol besar. Dan saya pastikan maqomnya masih rendah. Sebab, semakin tinggi ilmu dan zikir, ilmu makrifah dan pemahaman hakikatnya maka akan semakin takut kepada Allah, terpancar cahaya Ilahi, semakin manis wajahnya dan semakin merasakan hina disisi Allah.

BACA JUGA :  Nama Lain Bulan Rajab dalam Kitab Durratun Nasihin

Kaji zikir dalam thoriqah itu, berlomba-lomba menghinakan diri dihadapan Allah. Saling memuliakan antar sesama dengan adab-adab yang indah. Semakin dalam zikurnya, semakin agung akhlaknya. Saya melihat akhlak itu ada pada Syekh Zikmal ini.

Wartawan : Apa hubungannya dengan kata-kata TGB, “Syekh Zikmal : Penerus sang Wali, apakah Syekh itu wali juga ?

TGB : Sebagaimana saya sampaikan dalam bincang-bincang video kami. Bahwa cara pandang kita terhadap Ulama sufi terkhusus ketika kita ziarah dan berkunjung ke Besilam ini. Maka iktikad kita adalah sedang menziarahi Wali. Sebab Besilam adalah majelis Syekh Abdul Wahab Rokan seorang Wali Qutb, Wali Allah yang masyhur.

Jadi siapa-pun para penerus silsilah beliau, juga merupakan penerus sang Wali. Apakah setiap pengganti itu otomatis jadi Wali. Kita serahkan kepada Allah dan kita diajarkan untuk memandang Mursyid itu dengan pandangan baik sangka.

Wartawan : TGB kan juga dikenal dengan Mursyid, guru sufi yang kharismatik dan tokoh yang berpengaruh di Sumut. Bagaimana hubungannya dengan Besilam ?

TGB : Hubungannya sangat kuat dan kental. Apakah secara historis, keruhanian dan juga kekelurgaan. Sejak dari kandungan, saya sdh “menginjak-kan” kampung Basilam. Sebab Ibu saya mengandung saya saat itu sedang berziarah atau mengunjungi suaminya atau ayah saya –Syekh Abdurrahman Rajagukguk Qs– yang sedang bersuluk. Mulai dari sejak tahun 1968 ayah saya sudah menjajaki dan suluk di majelis Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidy Naqsyabandi ini.

Bahkan nama saya –Ahmad Sabban Rajagukguk– diberi oleh Faqih Haban bin Syekh Haji Harun Bin Syekh Abdul Wahab Rokan. Ayah saya pengamal, pengembang dan pecinta berat thoriqoh Naqsyabandiyah ini. Saya masih ingat, beliau dengan ikhlas dan suka-rela menjual tanahnya untuk kepentingan suluk dan pengembangan thoriqoh.

Besilam

Sejak menekuni dunia thoriqah dan suluk berulang-ulang, mendapat maqom tahlil selama 6 tahun di masa Syekh Faqih Tamba tahun 1968 –saat itu tahlil 6 tahun– dan kemudian di-lantik menjadi Mursyid tahun 1976 oleh Syekh Abdul Mu’im al Wahab, ayah saya begitu bergelora dan berkorban untuk mengembangkan dakwah thoriqoh. Hal ini bisa dibuktikan dengan majelis-majelis tawajjuh dan pondok persulukan yang ditinggalkaannya.

Dari isteri saya juga memiliki hubungan yang sangat erat dari segi darah dan nasab dengan Tuan Guru Besilam. “Isteri saya bernama Asmahani Mukhtar Ghaffar, punya ibu bernama Hajjah Hafsyah Hawar, ayahnya bernama Haji Abdul Wahab Nasri, ayahnya bernama Syekh Nasharuddin, Ayahnya bernama Syekh Abdul Wahab Rokan al Khalidy Naqsyabandi. Ibu saya juga Syarifah hajjah Herlina Togatorob putri seorang khalifah. Sedang Ibu pengganti, Syarifah Hajjah Sarah Siregar putri Syekh Ramadhan Siregar, murid dan khalifah dari Syekh Abdul Wahab Rokan.

Syekh Dr Zikmal, juga mengenal dan sudah bertemu dengan ayah saya Syekh Abdurrahman Rajagukguk Qs. Selain ada pertalian dari kekeluargaan dan juga memiliki mata rantai silsilah keruhaniaan.

Selain karena itu, saya juga pecinta para Wali. Saya sangat senang berziarah ke makam Wali dan bertabarruk kepada mereka. Bagi saya mencintai sholihin itu wajib adanya.

Wartawan : Sebenarnya, apa tugas utama dari seorang Mursyid ?

TGB : Mursyid dikenal dalam tradisi sufi dan thariqah. Yakni guru yang memberi petunjuk. Ini panjang penjabarannya. Namun, secara singkat, Mursyid itu seorang pembimbing atau pemandu spiritual umat menuju Allah.

BACA JUGA :  TGB Terima Kunjungan Silaturrahmi Komandan Denpom 1/I Pomdam I/BB

Menjadi Mursyid itu, tidak mudah dan tidak bisa coba-coba, butuh kualifikasi yang sangat berat. Mursyid itu harus yang ditunjuki Allah. Proses pengangkatan seseorang jadi Mursyid memiliki kriteria khas sendiri. Bukan mengangkat dirinya sendiri jadi Mursyid.

Sejak saya diwasiatkan untuk melanjutkan kemursyidan Ayahanda Syekh Abdurrahman Rajagukguk sebagai Mursyid yang lajim disebut Tuan Guru. Yakni Mursyid Serambi Babussalam Simalungun, dengan menanggalkan jabatan Kepala Cabang salah satu perbankan syariah tentu telah banyak mengalami perjalanan spiritual, dinamika dan juga problematika ujian sebagai penempahan ruhani dari Allah. Terkhusus dalam mengembangkan thariqah ini. Disisi lain, tentu juga banyak mendapat kemuliaan dari thoriqah ini. Ini bukti dan fakta, bahwa thoriqah ini jalan kemuliaan dunia dan akhirat.

Mengamalkan zikrullah, sungguh-sungguh. Berjuanglah membesarkan thoriqah bukan membesarkan diri di-atas kemuliaan thoriqoh. Apalagi zikir thoriqoh adalah zikir hati, zikir hakikat, zikir makrifat dan zikir mahabbah. Ukurannya, hati dan rasa. Zikir yang menghadirkan rasa dan perasaan. Yakni rasa hampir kepada Allah.

Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidy Naqsyabandi adalah Wali besar pembawa thoriqoh yang membawa cahaya besar itu. Pembawa adab dan kemuliaan. Mengajarkan zikir menuju makrifah. Zikir menuju kesucian dan kebeningan. Zikir menuju keotentikan melenyapkan kepalsuan. Semoga kita istiqomah dalam ajarannya dan menjalani adab-adab yang ditinggalkanya. Semoga Besilam tetap menjadi mata air spiritual, kearifan dan keadaban.

Memang menjadi Mursyid ini sangat berat, apalagi di zaman serba edan dan fitnah saat ini. Tapi saya yakin, Mursyid yang ditunjuki Allah akan selalu terjaga.

Besilam

Wartawan : Apakah seorang Mursyid itu seorang Wali ?

TGB : Mursyid, orang yang ditunjuki Allah untuk memandu ruhani umat kepada Allah. Apakah harus seorang Wali ? Kita tidak mengejar itu, yang kita fokuskan adalah tazkiyatu al-nafsy, mensucikan jiwa, mengisi diri dengan Zikrullah dan mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya dalam naungan Ilahi Anta Maqshudi WaridhaKa Mathlubi.

Wartawan : Terkait dengan peran Mursyid, kami melihat TGB juga konsentrasi dalam pengembangan dakwah kerukunan dan kebangsaan. Dan menerbitkan buku terkait hal itu. Kira-kira apa korelasinya ?

TGB : Begini, peran Ulama didalam negara kita ini sangat penting. Mulai dari masa penjajahan, kemerdekaan dan sampai saat ini. Artinya Ulama sangat berperan dalam mendirikan bangsa ini. Dan Ulama sufi atau para Kiyai, Wali-wali yang juga notabenenya mereka Mursyid umat, juga paling berjasa dalam pendirian dan kemerdekaan bangsa. Untuk itu, saya selalu mengambil porsi pada peran itu. Artinya, selain sebagai Mursyid, saya juga aktif menyampaikan pesan-pesan agama atau dakwah yang membangun nasionalisme bangsa, merekatkan persudaraan dan meneguhkan kecintaan serta kesetiaan terhadap NKRI.

Wartawan : Berarti intinya Mursyid itu pencerah umat juga memiliki peran kebangsaan? Ada lagi tambahan TGB ?

TGB : Ya, pencerah dan pemandu spiritual umat serta juga penguat nasionalisme bangsa. Terimakasih, jika ada tambahan bisa dikutip dari tulisan saya di FB dan Youtube. Wassalam.

(asa/hasan)

1,214 total views, 2 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *