Resmikan Rumah Suluk di Asahan, TGB: Terorisme Musuh Agama dan Bangsa

TGB
TGB Ahmad Sabban berbincang dengan anggota DPR RI Ahmad Dolly Kurnia Tanjung saat peresmian Rumah Suluk Naqsabandiyah Asahan.

Asaberita.com, Asahan – Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Ahmad Sabban Elrahmaniy Rajagukguk menyatakan terorisme adalah musuh agama dan bangsa. Tidak ada satu pun agama di dunia yang membenarkan aksi radikalisme dan terorisme karena mengancam kemanusiaan.

Demikian disampaikan Grand Mursyid TGB Ahmad Sabban, pada peresmian rumah suluk Asahan cabang Serambi Babussalam Simalungun dan Suluk Akbar perdana Majelis Zikir Thoriqoh Naqsabandiyah Kampung Urung Jawa Desa Huta Padang Asahan, Rabu (31/3).

Dihadapan Ketua Komisi II DPR RI Dr Dolly Kurnia Tanjung dan para pejabat daerah serta para masyayikh yang hadir, TGB menegaskan bahwa tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Makassar yang melukai puluhan orang yang sedang melakukan ibadah keagamaan, merupakan bukti bahwa radikalisme dan terorisme adalah musuh kemanusiaan.

“Kita mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Makassar serta peristiwa serupa lainnya di berbagai daerah. Radikalisme dan terorisme adalah musuh bersama, dan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamamin, sama sekali tidak mengajarkan kepada umatnya untuk.melakukan aksi teror,” ujar TGB.

BACA JUGA :  Warga Ture Zo'uliho Nias Utara Mengadukan Buruknya Infrastruktur ke Anggota Fraksi PDIP

Bahwa, sebut TGB, radikalisme dan terorisme sama sekali tidak ada ruang sedikitpun di dalam Islam. Karena tindakan itu justru merusak kesucian agama itu sendiri dan juga menghancurkan tatanan kehidupan manusia.

Karena itu TGB menegaskan bahwa radikalisme dan terorisme adalah musuh dari semua agama dan bangsa. Sehingga, perang terhadap radikalisme dan terorisme adalah tugas bersama, semua agama dan bangsa.

TGB

Kegiatan Suluk

Pada kegiatan suluk perdana di Asahan, TGB menjelaskan salah satu upaya untuk memerangi semakin berkembangnya faham-faham radikalisme dan terorisme adakah melalui jalan suluk.

“Tujuan suluk adalah dalam rangka lebih mendekatkan diri pada Allah. Melalui suluk kita akan lebih mencintai seluruh ciptaan Allah. Mengikis sifat iri, dengki, dendam, serta nafsu kesenangan duniawi serta lebih menghargai kemanusiaan,” jelas TGB.

Suluk, imbuhnya, sebentuk upaya menempuh jalan spiritual menuju Allah, semakin terus berkembang dan digemari terutama di era kekeringan jiwa pada zaman postmordenisme dan digitalisme.

TGB juga menekankan perlunya penjagaan niat, meluruskan tujuan dan memelihara adab dalam menjalankan suluk. Tidak boleh ada dis-orientasi apalagi mengalami split, tetapi harus bulat, murni dan semata-mata karena ridha Allah.

BACA JUGA :  Instruktur Nasional HMI : Korma Preneur Memiliki Visi Besar Wujudkan Generasi Emas

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Dolly Kurnia Tanjung menyambut baik hadirnya rumah suluk di Asahan. Ia mengaku bangga dan mwmuji kiprah ketokohan dan dakwah TGB yang sudah dikenalnya sejak lama.

“Saya sudah menganal TGB ini sejak lama, saya sudah berulang datang ke majelis zikir pondok parsulukannya di Simalungun. Kita tahu bersama TGB dan parsulukannya sudah sangat dikenal di Sumatera Utara bahkan tingkat nasional,” kata Dolly.

Turut meresmikan rumah suluk anggota DPR RI Dolly Kurnia Tanjung, perwakilan Bupati Asahan dan Bupati Labura. Usai peresmian rumah suluk, kegiatan dilanjutkan dengan suluk akbar perdana yang diikuti sekitar 70 jamaah selama 10 hari.

TGB

141 total views, 9 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *