Seleksi Pejabat UINSU, Langkah Maju Demokrasi Kampus

Salahuddin Harahap MA (foto/msj)

Oleh : Salahuddin Harahap MA

PENCAPAIAN visi dan misi sangat tergantung kepada tim kerja (teamwork) yang dibangun. Visi dan misi yang baik dan unggul hanya akan menjadi sebatas dokumen dan konsep jika tidak terimplementasi dalam aksi nyata. Aksi nyata untuk mewujudkan visi dan misi tersebut tentu tidak mungkin diemban sendiri oleh Rektor sebagai pemimpin kampus, tetapi harus dilaksanakan secara kolektif dan bersama-sama oleh tim kerja organisasi.

Jargon “UINSU Kita” yang dikedepankan Rektor UINSU Prof. Syahrin Harahap menjadi isyarat atas adanya kesadaran bahwa betapa pentingnya pembangunan tim kerja yang ideal (dream team) demi tercapainya tujuan bersama bagi kemajuan UIN Sumatera Utara.

Dalam konteks kepemimpinan di UIN Sumatera Utara, tim kerja yang baik hanya mungkin dibangun di atas rasa dan semangat kebersamaan. Yakni sebuah komitmen kebersamaan yang dibangun di atas kesadaran bersama atas berbagai permasalahan, tantangan serta harapan dan tujuan bersama akan adanya pembaruan UIN Sumatera Utara menuju lebih baik dan lebih maju.

Untuk itu tim kerja yang baik harus ditemukan dan direkrut melalui metode dan sistem yang baik pula. Sistem yang dapat menjaring dan menyeleksi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi, kapasitas serta kapabilitas yang baik dan teruji.

SDM Prima

Tim kerja yang baik hanya mungkin dibangun jika dengan menganut kolaborasi. Kolaborasi berbagai potensi yang dibutuhkan dalam menjawab setiap tantangan dalam mengembangkan UIN Sumatera Utara. Kolaborasi dengan menghimpun seluruh potensi yang ada untuk memanfaatkan setiap peluang dan kesempatan yang ada untuk memajukan UIN Sumatera Utara.

Kolaborasi dalam hal ini tentu tidak identik dengan akomodatif, tetapi lebih pada upaya penghimpunan berbagai potensi yang ada serta beragam secara transparan dan terbuka tanpa diskriminasi dan tanpa polarisasi. Hal ini dipandang penting untuk mewujudkan UINSU Kita dengan basis kolaborasi dan integrasi.

Perlu diingat bahwa salah satu tujuan dari program reformasi birokrasi di Instansi dan lembaga pemerintah adalah agar terbangunnya sumber daya manusia prima untuk seterusnya dapat menghadirkan pelayanan prima. Kerja yang berorientasi pelayanan hanya mungkin lahir dari orang-orang yang memiliki komitmen terhadap prinsip dan nilai profesionalitas, pengabdian, keikhlasan dan visi universalitas.

SDM yang unggul terkadang bagaikan mutiara hitam yang terpendam dan menyebar pada berbagai wilayah dan lokasi. SDM unggul ini bisa berada dalam organisasi apa saja dan di kubu siapa saja. Menghimpun SDM unggul tersebut menjadi amat penting sebagai modal utama dalam membangun tim kerja yang unggul.

BACA JUGA :  Berpancasila Di Era Digitali-Sentris

Sementara orang-orang dengan kualitas ini tidak dapat ditemukan jika hanya dengan cara penunjukan. Diperlukan metode dan sistem seleksi yang rasional, profesional, logis dan terbuka. Lewat metode dan sistem ini kapasitas, kapabilitas serta profesionalitas setiap calon pejabat di UIN Sumatera Utara akan dapat terukur secara objektif.

Lewat sekelsi ini setidaknya akan ditemukan beberapa aspek yang menjadi kualifikasi SDM unggul tersebut yakni:

Pertama, Kapasitas SDM yakni kemampuan seseorang atau individu, suatu organisasi (kelembagaan), atau suatu sistem untuk melaksanakan fungsi-fungsi atau kewenangannya untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien.

Kedua, Kapabilitas SDM yakni merupakan kemampuan seseorang untuk memobilisasi sumber daya agar dapat menghasilkan nilai atau keluaran melebihi ongkos. Sumber daya yang dimaksud dalam hal ini mencakup sumber daya yang memiliki wujud fisik (tangible resources) dan yang memiliki sifat nirwujud (intangible resources).

Ketiga, Produktivitas SDM yakni kepemilikan akan pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan dimana keadaan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan mutu kehidupan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Terjaringnya SDM yang memiliki keunggulan dalam aspek-aspek ini diduga kuat akan menjadi langkah positif bagi terbangunnya tim kerja yang baik.

Selain menyangkut kapasitas, kapabilitas dan produktivitas personal, untuk terbangunnya tim kerja yang baik diperlukan pula adanya semangat kebersamaan dan kolektivitas. Sistem rekrutmen terbuka dapat menjadi langkah awal yang baik bagi keinginan membangun kebersamaan dalam tim kerja. Kebersamaan dalam konteks tim kerja tidak berkonotasi kedekatan dan keakraban tetapi lebih pada kesamaan visi dan pandangan.

Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Syahrin Harahap telah menetapkan visi dan misi pengembangan UIN Sumatera Utara lebih khusus hingga Tahun 2024. Visi dan misi ini mesti bergerak dari personalitas menuju kolektivitas dari yang sebelumnya milik Rektor harus berubah menjadi milik bersama tim kerja yang akan dibangun.

Metode rekrutmen terbuka dengan mewajibkan setiap calon pejabat untuk membuat visi dan misi masing-masing telah merupakan strategi efektif dalam sosialisasi dan intervensi agar visi dan misi Rektor segera menjadi visi dan misi bersama.

BACA JUGA :  Teologi New-Normal (Pasca Covid_19) : Antara Sunnatullah dan Rekayasa Nalar

Kebersamaan juga dapat berkonotasi peleburan dalam keragaman dan perbedaan. Tentu saja kompetisi antar calon dan pendukung calon Rektor yang lalu masih menyisakan polarisasi dan pengelompokan di kalangan dosen dan pegawai UIN Sumatera Utara.

Pola rekrutmen terbuka ini diyakini dapat meretas sekat-sekat dan polarisasi itu lewat tersedianya kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk mengikuti seleksi menjadi pejabat tanpa membedakan dari kubu mana atau kepada siapa dukungannya saat proses pemilihan.

Terbukanya kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk mengikuti seleksi jabatan sesuai dengan kualifikasi yang dimilikinya akan dapat mewadahi terjaringnya SDM yang benar-benar unggul tanpa diskriminasi. Keunggulan individu akan dikolaborasikan menjadi keunggulan bersama tim kerja lewat kesamaan visi dan misi.

Selain sebagai strategi rekonsiliasi sumber daya, melalui rekrutmen terbuka ini dapat pula terlihat adanya langkah maju demokratisasi kampus. Meskipun dalam proses pemilihan Rektor terkesan sejumlah prinsip demokrasi cenderung terabaikan, namun lewat sistem ini beberapa prinsip tersebut diyakini akan dapat ditegakkan.

Penerapan prinsip-prinsip demokratisasi yang telah dimulai oleh Prof. Syahrin Harahap ketiak melakukan seleksi pejabat UIN Sumatera Utara ini dapat dilihat sebagai langkah maju dalam membangun UIN Sumatera Utara sebagai “UIN Kita”.

Lewat langkah ini diharapkan implementasi kerja dan kepemimpinan UIN Sumatera Utara 2020-2024 dapat berjalan berdasarkan prinsip-prinsip demokratisasi, kebersamaan, kolaborasi dan silaturrahim. Hal ini menjadi penting mengingat kompleksnya permasalahan dan tantangan pengembangan UIN Sumatera Utara di tengah peradaban yang serba digital yang demikian dinamis ini.

Penutup

UINSU Kita tidak boleh berhenti sebatas jargon atau slogan tetapi harus teraktualisasi secara kolaboratif berdasarkan kesamaan visi dan misi setiap pejabat dalam membangun dan mengembangkan UIN Sumatera Utara agar lebih maju dan lebih unggul di masa depan.

Untuk tujuan itu, maka setiap orang dalam kualifikasinya harus hadir mendaftarkan dirinya mengikuti seleksi tersebut dengan bersama dengan semangat dan motivasi untuk bersama-sama dapat berkontribusi dalam memajukan UIN Sumatera Utara menuju World Class University.**

 

** Penulis adalah Ketua Lembaga Survei & Sosialisasi (LSS) UINSU Medan

2,412 total views, 3 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *