Menu

Otomatis
Breaking News

Berita

FKIK UMSU Gelar Kuliah Umum, dr. Agus Taufiqurrahman Tekankan Niat dan Kompetensi Dokter Islami

badge-check

FKIK UMSU menggelar kuliah umum menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S, M.Kes.
Perbesar

FKIK UMSU menggelar kuliah umum menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S, M.Kes.

MEDAN – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar kuliah umum menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S, M.Kes, dengan tema “Dokter Islami”. Kegiatan berlangsung di Auditorium Kampus UMSU, Jalan Gedung Arca No. 53, Teladan Barat, Medan, Selasa (6/1/2026).

Kuliah umum dibuka langsung oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, dan dihadiri Wakil Rektor II Prof. Dr. Akrim, M.Pd, Dekan FKIK dr. Siti Masliana Siregar, Sp.THT-KL., Subsp.Rino(K), para wakil dekan, dosen, serta ratusan mahasiswa FKIK.

Dalam sambutannya, Prof. Agussani menegaskan bahwa konsep kedokteran Islami merupakan komitmen UMSU dalam penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Kedokteran. Mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu kedokteran, tetapi juga dibina melalui berbagai aktivitas penguatan mental dan spiritual yang terangkum dalam program Nine Golden Habit.

“UMSU ingin melahirkan dokter yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak, dan kepekaan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Agus Taufiqurrahman mengajak mahasiswa FKIK untuk mensyukuri kesempatan menempuh pendidikan kedokteran, karena tidak semua orang memiliki peluang yang sama meski memiliki kemampuan. Ia berharap mahasiswa mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik hingga diwisuda sebagai dokter yang bermanfaat bagi masyarakat.

Namun demikian, ia menekankan bahwa menjadi dokter sejati sangat ditentukan oleh niat. Menurutnya, seorang dokter harus merenungkan apakah orientasinya to be—mengamalkan ilmu untuk kemaslahatan—atau sekadar to have, yakni mengejar materi dan status.

“Banyak dokter yang disorot publik karena niatnya bukan to be, melainkan to have,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Agus juga mengingatkan agar mahasiswa kedokteran terus mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang bergerak sangat cepat. Konsep dokter Islami, menurutnya, tidak boleh disalahpahami sebagai kembali ke cara-cara lama.

“Perubahan di dunia kedokteran berlangsung cepat dan dahsyat. Mutu layanan kesehatan semakin tinggi, dan hanya mereka yang memiliki keunggulan yang mampu bertahan,” jelasnya.

Ia menegaskan, dokter Islami adalah dokter yang berakhlak, berorientasi pada pengabdian, sekaligus menguasai ilmu dan teknologi kedokteran mutakhir.
“Belajar harus terus dilakukan, karena perubahan tidak pernah berhenti. Dokter Islami artinya menjadi dokter yang unggul, profesional, dan relevan dengan perkembangan zaman,” pungkas dr. Agus Taufiqurrahman. (ABN/dan)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Camat Linggabayu Turun Tangan Bersihkan Batang Kayu yang Tutup Jalan Desa Sikumbu

12 Sep 2026 - 14:19 WIB

Camat Linggabayu Turun Tangan Bersihkan Batang Kayu yang Tutup Jalan Desa Sikumbu

40 Mahasiswa Faperta UMSU Ikuti PKL Internasional dan Student Mobility di Malaysia

10 Sep 2026 - 20:05 WIB

40 Mahasiswa Faperta UMSU Ikuti PKL Internasional dan Student Mobility di Malaysia

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Kesiapan Insan Perusahaan

9 Sep 2026 - 21:27 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Kesiapan Insan Perusahaan

Forwakum Raih Juara Trofeo Cup Kejari Medan, Kajari Ridwan Sujana Angsar Jadi Pemain Terbaik

5 Sep 2026 - 14:21 WIB

Forwakum Raih Juara Trofeo Cup Kejari Medan, Kajari Ridwan Sujana Angsar Jadi Pemain Terbaik

14 PC IKA UT se-Sumut Boikot Muswil Ulang, Nyatakan Muswil Tapteng Sudah Sah

5 Sep 2026 - 12:46 WIB

14 PC IKA UT se-Sumut Boikot Muswil Ulang, Nyatakan Muswil Tapteng Sudah Sah
Sedang Hot Berita