Scroll untuk baca artikel
#
BeritaPendidikan

UMSU–MDMC Hadirkan Pelatihan Psikososial bagi Korban Banjir Sumut

×

UMSU–MDMC Hadirkan Pelatihan Psikososial bagi Korban Banjir Sumut

Sebarkan artikel ini

MEDAN – Lembaga Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggandeng Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial bagi guru, tenaga pendidik, dan siswa terdampak bencana banjir di Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Kampus UMSU, Jalan Kapten Muchtar Basri No. 3 Medan, Jumat (9/1).

Pelatihan tersebut secara resmi dibuka dengan pemukulan tagading oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, Wakil Ketua PWM Sumut Prof. Dr. dr. Kamal Basri Siregar, M.Kes, M.Ked (Surg), Sekretaris LRB MDMC PP Muhammadiyah Budi Santoso, S.Psi., M.K.M, Ketua BPH UMSU Dr. H. Bahril Datuk, Sekretaris BPH Drs. Mutholib, M.M, serta Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Dr. M. Basir S. Hasibuan, M.Pd.

Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMSU untuk terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya sebatas aksi kemanusiaan jangka pendek, tetapi juga aksi berkelanjutan melalui pendidikan.

“UMSU diberi amanah untuk berperan dalam kegiatan ini, dan kami mengucapkan terima kasih. Pelatihan ini bukan hanya bermanfaat untuk aksi langsung, tetapi juga untuk upaya jangka panjang dalam penyelenggaraan pendidikan pascabencana,” ujarnya.

Menurutnya, UMSU memiliki Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) yang dapat berkontribusi langsung dalam pemulihan psikososial. Sejak awal terjadinya bencana, UMSU bersama PWM, MDMC, majelis, lembaga, dan ortom Muhammadiyah telah aktif menangani berbagai persoalan kemanusiaan, tidak hanya bencana alam.

BACA JUGA :  Jakfar Sukhairi Pimpin Upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Pelataran Masjid Agung Madina

“Sekitar 950 mahasiswa dan dosen UMSU terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Karena itu, koordinasi UMSU dan MDMC terus berjalan baik. Kami berharap pelatihan seperti ini dapat dilakukan secara berkala,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UMSU juga memaparkan progres pembangunan infrastruktur dalam rangka persiapan Muktamar Muhammadiyah 2027, di antaranya pembangunan auditorium yang telah mencapai 33 persen dan Sport Hall Walidah sebesar 45 persen.

“Di kawasan ini juga dibangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Alhamdulillah, hari ini dapur tersebut mulai beroperasi, dilengkapi ekosistem pendukung seperti kebun sayur, buah, ternak ayam, budidaya ikan, hingga pabrik roti,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris LRB MDMC PP Muhammadiyah Budi Santoso, S.Psi., M.K.M menyampaikan bahwa Muhammadiyah selalu hadir secara cepat dan menyeluruh dalam merespons bencana di berbagai daerah.

“Respons kebencanaan telah kami lakukan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Setelah asesmen, PP Muhammadiyah bergerak cepat dengan langkah yang tepat dan akurat, mulai dari hunian sementara, penyediaan air bersih, hingga layanan psikososial,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang terdepan dalam penanganan bencana.
“Muhammadiyah selalu terawal dalam merespons dan terakhir meninggalkan lokasi bencana. Pemerintah pun mengakui bahwa Muhammadiyah sering kali lebih cepat hadir memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak,” katanya.

Budi menambahkan, kolaborasi antara Muhammadiyah dan pemerintah menjadi kekuatan penting dalam proses pemulihan pascabencana, termasuk melalui pelatihan ini yang bertujuan membangkitkan kembali semangat guru dan siswa.

BACA JUGA :  Sinergi Penanganan Pengungsi: Agung Krisna Resmikan Buku Tentang Sejarah Rohingya di Medan

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak para guru dan siswa untuk pulih, bangkit, dan berkemajuan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sumut Dr. M. Basir S. Hasibuan, M.Pd menyampaikan bahwa terdapat lima kabupaten/kota di Sumatera Utara yang terdampak bencana banjir.

“Dinas Pendidikan telah mendata sekolah-sekolah yang terdampak, terutama secara fisik di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara. Namun, aspek psikologis juga menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana bagi para pelajar,” jelasnya.

Ia berharap pelatihan ini dapat membantu pemulihan mental siswa sehingga lebih siap menghadapi situasi bencana di masa depan.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Sumut Prof. Dr. dr. Kamal Basri Siregar menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme peserta yang melebihi target.

“Ini menjadi kebanggaan karena jumlah peserta melebihi target. Tim MDMC pusat hadir langsung memberikan ilmu. Ilmu akan bermanfaat jika diiringi dengan amal yang baik dan niat yang tulus,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag beserta sekretaris, serta para guru, tenaga pendidik, dan siswa terdampak bencana banjir. (ABN/dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *