MEDAN – Bupati Batubara Baharuddin Siagian mendorong para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Batubara, senantiasa meningkatkan SDM melalui pendidikan strata tiga (S3). SDM yang baik akan memberikan manfaat dalam mengelola pemerintahan yang sehat dan terukur.
“Kami ikut mendorong agar para pejabat di lingkungan Pemkab Batubara, kembali meningkatkan jenjang pendidikan S2, dan S3. Ini akan memberikan manfaat bagi pendidikan di Kabupaten Batubara,” kata Bupati Batubara melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Batubara Drs. Bambang Hadi Suprapto MM, pada acara sosialisasi Prodi S2 dan S3 KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, di Aula Kantor Bupati Kabupaten Batubara, Lima Puluh, Sumatera Utara, Kamis (05/02/2026).
Kegiatan ini dihadiri Dekan FDK UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Hasan Sazali, MA. Sosialisasi ini juga dihadiri Wakil Dekan II FDK UINSU Dr. Elfi Yanti Ritonga MA, Wakil Dekan III Prof. Dr. Anang Anas Azhar, MA, Ketua Program Studi S3 KPI Dr. Ahmad Sampurna MA, Kabag Tata Usaha FDK Asriani, S.Ag, Kasubbag Akademik FDK Zuriyani, serta para staf FDK yakni Atika Asna, M.Psi, Navis Sagala, S.Sos, dan Azzuhra, S.Sos yang ikut mendampingi kegiatan sosialisasi tersebut.
Bupati mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah strategis FDK UINSU dalam memperluas jangkauan informasi akademik serta meningkatkan partisipasi masyarakat dan aparatur pemerintahan daerah untuk melanjutkan studi pada jenjang pascasarjana.
Dekan FDK UIN Sumatera Utara Prof Dr Hasan Sazali mengatakan, sosialisasi ini menargetkan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batubara sebagai sasaran utama, mengingat peran mereka yang strategis dalam pembangunan daerah dan penguatan pelayanan publik.
Duia juga menyebutkan, kegiatan sosialisasi juga diarahkan untuk menggarap para penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batubara serta para pegawai di lingkungan Kementerian Haji dan Umroh sebagai target lanjutan dalam penguatan sumber daya manusia bidang keagamaan.
Prof. Hasan Sazali menjelaskan bahwa tujuan utama sosialisasi ini adalah memperluas pemahaman masyarakat dan aparatur pemerintahan tentang pentingnya melanjutkan studi pascasarjana, khususnya pada bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Dikatakan, maksud sosialisasi ini bukan hanya sebatas promosi penerimaan mahasiswa baru, melainkan sebagai bentuk penguatan budaya akademik di kalangan birokrasi, penyuluh agama, serta aparatur pelayanan publik agar mampu mengembangkan kebijakan dan strategi komunikasi berbasis riset ilmiah.
Menurutnya, tantangan komunikasi publik saat ini menuntut aparatur pemerintah dan penyuluh agama untuk memiliki kemampuan analisis, literasi media, serta keterampilan komunikasi strategis agar dapat menghadapi dinamika masyarakat digital yang terus berkembang.
“Program Studi S3 KPI FDK UINSU saat ini, menerima mahasiswa baru dari berbagai kalangan profesional, seperti pejabat di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, bupati, wakil wali kota, sekretaris daerah aktif, akademisi dosen, praktisi media, hingga kalangan kepolisian,” katanya.
Dikatakan, Keberagaman latar belakang mahasiswa tersebut menjadi bukti bahwa program doktoral KPI tidak hanya diminati oleh kalangan akademisi, tetapi juga menjadi pilihan strategis bagi para pejabat pemerintahan dan praktisi yang ingin memperkuat kapasitas kepemimpinan, komunikasi kelembagaan, dan penguatan dakwah moderat.
Melalui sosialisasi ini, katanya, FDK UIN Sumatera Utara menargetkan peningkatan jumlah pendaftar mahasiswa baru dari Kabupaten Batubara, baik dari kalangan pejabat daerah, Kepala OPD, penyuluh agama, maupun aparatur Kemenag, sehingga dapat melahirkan SDM unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah melalui pendekatan dakwah dan komunikasi Islam yang ilmiah, moderat, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. ** MSJ











