MEDAN — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk mendukung pembangunan Gedung Auditorium Berkemajuan di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.
Bantuan tersebut diserahkan Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM, dan diterima Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, bersama Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, MPd, serta Ketua PWM Sumut Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA, Kamis (7/5).
“Ini amanah dari PWM dan warga Muhammadiyah Jawa Timur. Total bantuan Rp2 miliar, masing-masing Rp1 miliar untuk kampus terpadu UMSU dan Rp1 miliar untuk pembangunan SPPG di Langkat,” ujar Sukadiono.
Ia mengaku bahagia dapat hadir langsung menyaksikan progres pembangunan gedung yang diproyeksikan menjadi lokasi Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah tersebut.
“Saya sudah lama ingin melihat langsung persiapan muktamar di Sumut, namun terkendala kesibukan di kementerian. Alhamdulillah hari ini bisa hadir dan melihat pembangunan yang luar biasa,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sukadiono juga membagikan kunci keberhasilan pengelolaan amal usaha Muhammadiyah di Jawa Timur.
“Kuncinya konsolidasi dan akselerasi seluruh amal usaha, baik rumah sakit, sekolah, maupun perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan auditorium, sport hall, dan masjid yang terintegrasi di Kampus Terpadu UMSU merupakan capaian yang istimewa.
“Bangunannya kokoh dan megah, bahkan mengingatkan saya pada konstruksi Jembatan Suramadu. Ini mencerminkan Muhammadiyah yang berkemajuan,” katanya.
Sukadiono berharap pembangunan dapat rampung sesuai jadwal sehingga siap digunakan pada pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia menilai bantuan itu sangat berarti dalam percepatan pembangunan infrastruktur kampus terpadu.
“Muktamar ini menjadi berkah bagi UMSU karena ikut mendorong percepatan pembangunan menuju kampus berkelas internasional,” ujarnya.
Ketua BPH UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP, menambahkan bahwa tantangan pembangunan saat ini dipengaruhi kenaikan harga material akibat dinamika global.
“Kami juga banyak belajar dari Jawa Timur yang berpengalaman menjadi tuan rumah muktamar. Itu menjadi inspirasi bagi kami,” katanya.
Ketua PWM Sumut, Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA, menyebut PWM Jawa Timur sebagai model dalam pengelolaan amal usaha di berbagai bidang.
“Kami juga mengundang warga Muhammadiyah Jawa Timur untuk hadir dan menyukseskan Muktamar 2027 di Sumatera Utara,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Sukadiono turut menanam pohon durian di kawasan Kampus Terpadu UMSU. Sejumlah pimpinan Muhammadiyah dari Jawa Timur dan Sumatera Utara turut hadir dalam kegiatan tersebut. (ABN/dan)











