DELI SERDANG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Tidak hanya memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah yang layak huni, pemerintah daerah juga mulai membangun sistem yang menjamin kepastian harga dan pemasaran hasil pertanian agar petani tidak lagi dirugikan oleh fluktuasi pasar.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Hamparan Perak, Senin (29/6/2026). Dalam rangkaian kegiatan itu, Bupati menyerahkan secara simbolis kunci rumah hasil renovasi Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada tiga keluarga penerima manfaat di Desa Tandem Hilir II.
Penyerahan bantuan dilakukan di kediaman Isah, salah seorang penerima manfaat. Selain menerima kunci rumah yang telah direnovasi, penerima juga memperoleh surat keterangan kepemilikan tanah yang diterbitkan pemerintah desa sebagai dasar hukum sementara sembari menunggu proses penerbitan sertifikat dari Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang.
Bupati yang akrab disapa Aci mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat kurang mampu.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Surat tanah yang telah diberikan juga jangan sampai disalahgunakan. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama pemerintah desa akan terus berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Bupati.
Selain tiga rumah yang telah selesai direnovasi, saat ini terdapat lima unit rumah lainnya yang masih dalam proses pembangunan di sejumlah titik di Kecamatan Hamparan Perak.
Usai menyerahkan bantuan perumahan, Bupati melanjutkan kegiatan dengan menghadiri panen cabai bersama kelompok tani di Dusun XII, Desa Tandem Hilir II. Sebagai bentuk dukungan terhadap petani lokal, sebanyak 15 kilogram cabai hasil panen milik petani bernama Yogi dibeli langsung dengan harga Rp35 ribu per kilogram.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan bantuan alat dan mesin pertanian, tetapi juga membutuhkan sistem pendataan yang akurat agar pemerintah mampu mengatur tata niaga hasil panen.
Menurutnya, teknologi pertanian saat ini bukan hanya berupa peralatan modern, tetapi juga mencakup sistem informasi yang mampu memetakan kondisi pertanian secara menyeluruh.
“Data dan sistem yang diterapkan juga merupakan bagian dari teknologi. Itulah yang sedang kami lakukan sebagai pemerintah daerah, yakni membangun sistem pendataan pertanian yang baik agar kami bisa menyiapkan pasar bagi hasil panen petani,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui data yang lengkap pemerintah dapat mengetahui pola tanam dan jadwal panen petani sehingga langkah antisipasi terhadap kelebihan pasokan maupun anjloknya harga dapat dilakukan lebih cepat.
“Dengan data itu kami bisa mengetahui kapan masa panen. Dengan begitu petani tidak lagi terombang-ambing oleh harga yang dimainkan para agen. Pemerintah hadir untuk memastikan petani memperoleh kepastian dan nilai jual yang lebih baik,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengembangkan Sistem Informasi Pertanian Andalan Daerah (Sipandai) yang mengandalkan pendataan berbasis poligon lahan pertanian. Sistem ini diharapkan mampu memetakan luas tanam, potensi produksi, hingga ketersediaan stok komoditas secara real time sehingga pemerintah dapat menyiapkan strategi pemasaran dan menjaga stabilitas harga.
Bupati mengajak seluruh petani untuk berpartisipasi aktif mengisi data lahan melalui sistem tersebut agar pemerintah memiliki basis data yang akurat dalam menyusun kebijakan.
“Mari bantu kami untuk bisa membantu bapak ibu petani dalam memastikan kepastian harga dan pasar agar petani sejahtera dengan ikut mengisi data poligon dari sistem Sipandai yang telah kami buat. Sistem ini yang akan membantu pemerintah daerah melihat ketersediaan stok dan menjamin pasar para petani,” jelasnya.
Diketahui, lahan budidaya cabai di Desa Tandem Hilir II mencapai sekitar 29 rantai yang tersebar di 21 dusun. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus memperkuat sektor pertanian melalui pendampingan petani, peningkatan kualitas pendataan, serta pembangunan sistem pemasaran yang lebih terintegrasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
(ABN)
- Momentum 8 Dekade BNI, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing – Juli 1, 2026
- Bupati Deli Serdang Pastikan Warga Miliki Rumah Layak dan Petani Peroleh Kepastian Harga Panen – Juli 1, 2026
- Tim Monitoring Bencana Nasional Tinjau Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Deli Serdang – Juli 1, 2026











