MEDAN – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menggelar kuliah umum bertajuk Capita Selecta: Perkembangan Perbankan Syariah di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan, Rabu (15/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan syariah di kalangan sivitas akademika.
Kuliah umum menghadirkan Komisaris Independen BSI Nizar Ahmad Saputra serta Rektor IAI SEBI yang juga Komisaris BSI, Sigit Pramono, SE., MSc., Ph.D., CA., CPA., sebagai narasumber.
Kegiatan dibuka oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., yang diwakili Wakil Rektor I UMSU Prof. Dr. H. Muhammad Arifin Gultom, S.H., M.Hum.
Dalam sambutannya, Komisaris Independen BSI Nizar Ahmad Saputra mengatakan kuliah umum tersebut merupakan bentuk komitmen BSI dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap perbankan dan keuangan syariah.
“Melalui kuliah umum ini, kami ingin memperkuat literasi keuangan syariah di lingkungan kampus. Terima kasih atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin dengan UMSU,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMSU Muhammad Arifin Gultom mengapresiasi sinergi yang telah dibangun bersama BSI. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan BSI terhadap pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan UMSU.
“Alhamdulillah, BSI telah memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar untuk mendukung pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” katanya.
Pada sesi pemaparan, Sigit Pramono menjelaskan bahwa hingga kini masih banyak masyarakat yang menganggap tidak ada perbedaan mendasar antara perbankan syariah dan perbankan konvensional.
“Masih banyak yang beranggapan bank syariah sama saja dengan bank konvensional, bahkan ada yang menilai margin bank syariah lebih besar,” ujarnya.
Menurut Sigit, ekonomi syariah dibangun di atas nilai akidah dan akhlak, dengan prinsip syariah yang mengatur aspek ibadah dan muamalah.
“Dalam muamalah, Islam menawarkan konsep al-ibahah atau mubah. Artinya, seluruh aktivitas ekonomi dan interaksi sosial pada dasarnya diperbolehkan, kecuali ada dalil yang melarangnya,” jelasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa UMSU untuk terus memperdalam teori dan konsep ekonomi Islam melalui riset dan inovasi agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Pada akhir kegiatan, BSI menyerahkan bantuan pendidikan secara simbolis kepada UMSU berupa BSI Scholarship dan bantuan pendidikan dhuafa senilai Rp274.640.000. Bantuan diserahkan oleh Komisaris Independen BSI Nizar Ahmad Saputra didampingi Komisaris BSI Sigit Pramono dan Regional Chief Executive Officer (RCEO) BSI Region 2 Medan Taufan Anshari kepada Wakil Rektor I UMSU Muhammad Arifin Gultom.
Turut hadir Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP, Ketua PWM Sumatera Utara Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, M.A., jajaran BSI Region 2 Medan, pimpinan fakultas se-UMSU, serta ratusan mahasiswa peserta kuliah umum. (ABN/dan)










