Aliansi Mahasiswa Desak Transparansi Penetapan Desa Mandiri: Kadis PMD Langkat Dianggap Acuh

Desa Mandiri
Aliansi Mahasiswa Desak Transparansi Penetapan Desa Mandiri: Kadis PMD Langkat Dianggap Acuh

Asaberita.com, Langkat — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi menggelar aksi protes di Kantor Dinas PMD Kabupaten Langkat pada Rabu (26/6/2024). Mereka menuntut transparansi terkait dugaan konspirasi dalam penetapan status Desa Mandiri yang melibatkan Kepala Dinas PMD Langkat, Nuryansyah Putra, M.Si.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara membentangkan spanduk bertuliskan ‘Usut Tuntas Penyalahgunaan Jabatan PMD’. Mereka menuntut Nuryansyah untuk memberikan klarifikasi langsung mengenai dugaan penyimpangan yang terjadi di dinas tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami menduga adanya penyelewengan terhadap penyelenggaraan pemerintahan mengenai status Desa Mandiri, Indeks Pembangunan Desa (IPD), dan Indeks Desa Membangun (IDM). Kami minta Kadis menemui dan memberikan klarifikasi di sini,” ujar Yogi Mahendra, kordinator aksi sekaligus Kepala Departemen Politik, Hukum, dan Kebijakan Publik Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Langkat Indonesia (PB HIMALA).

BACA JUGA :  Syah Afandin Buka Kegiatan Langkat Youth Leadership Camp 2023 PB Himala

Selain itu, massa juga mendesak Pj Bupati Langkat, M Faisal Hasrimy, untuk mencopot jabatan Nuryansyah. Mereka menduga adanya konspirasi yang merugikan penggunaan anggaran dana desa serta kongkalikong antara Tenaga Ahli Kementerian Desa dan oknum di Dinas PMD Langkat. “Kami minta agar aparat penegak hukum segera memeriksa dugaan tersebut,” pekik Yogi.

Ironisnya, Nuryansyah tidak menemui para demonstran, yang semakin memancing kegeraman massa. Para aktivis muda ini menggoyang pagar Kantor Dinas PMD Langkat sebagai ungkapan kekecewaan dan mendirikan tenda di pintu masuk kantor tersebut. “Temuan ini terkait dengan Indeks Desa Membangun, bahwa ada pemerasan yang dilakukan pihak terkait kepada desa di Kabupaten Langkat,” tambah Yogi.

Alih-alih mendapatkan sambutan hangat, massa aksi justru dihadapkan dengan tantangan berkelahi oleh oknum pegawai dinas. Beruntung, para demonstran tidak terpancing dan membalas tantangan tersebut dengan tepuk tangan. Muhammad Wahyu Hidayah, S.H., Ketua Umum Pengurus Besar HIMALA, mengecam tindakan pegawai tersebut.

“Oknum pegawai PMD itu sudah tidak benar. Adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasi seharusnya disambut dengan hangat, bukan dianggap musuh lalu diajak bertumbok. Tindakan itu sangat menyinggung kami sebagai perhimpunan mahasiswa di Langkat. Yogi itu adik kami, kalau dia diajak berkelahi, seluruh kader HIMALA juga akan maju,” tegas Wahyu.

BACA JUGA :  Meryl Saragih Apresiasi Kapolda Sumut Berantas Judi Online

Wahyu juga menyayangkan sikap Nuryansyah yang terkesan tidak bersahabat dengan mahasiswa dan menduga tindakan oknum pegawai tersebut merupakan arahan dari Kadis PMD. “Kami meminta Kadis PMD segera memberikan keterangan pers. Jika tidak, seluruh kader HIMALA akan ikut menggeruduk kantor Dinas PMD,” pungkas Wahyu. (red/wan)

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *