Scroll untuk baca artikel
#
Berita

Balik Jeruji Tak Hentikan Karya, Tempe,Keripik hingga Roti Warga Binaan Rutan Medan Tembus Pasar

×

Balik Jeruji Tak Hentikan Karya, Tempe,Keripik hingga Roti Warga Binaan Rutan Medan Tembus Pasar

Sebarkan artikel ini

Medan – Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan tidak berhenti sebatas formalitas. Melalui pembinaan yang terukur dan berorientasi hasil, warga binaan berhasil menghasilkan produk tempe, roti, dan aneka keripik yang kini telah dimanfaatkan secara luas dan menembus pasar.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menegaskan bahwa meskipun fungsi utama rutan adalah pelayanan dan perawatan terhadap tahanan, pembinaan kemandirian tetap menjadi prioritas utama dalam proses pemasyarakatan.

“Pembinaan ini kami jalankan secara serius, bukan sekadar kegiatan pengisi waktu. Tujuannya jelas, agar warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal hidup setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Andi Surya.

Ia menjelaskan, produk tempe hasil pembinaan warga binaan telah disalurkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dapur Sehat Rutan Kelas I Medan, serta sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Medan. Selain itu, produk keripik juga digunakan untuk mendukung program MBG, sementara roti diproduksi guna membantu penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

BACA JUGA :  Lapas Medan Gelar Bimbingan Mental dan Rohani

Menurut Andi, kualitas produk menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, seluruh hasil pembinaan telah melalui proses pengawasan ketat dan memenuhi standar yang ditetapkan.

“Produk tempe dan roti yang dihasilkan sudah mengantongi sertifikat halal dari BPJPH Kota Medan serta izin edar dari BPOM. Ini menjadi jaminan bahwa produk tersebut aman, halal, dan layak dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.

Seluruh kegiatan pembinaan diawali dengan pelatihan keterampilan yang melibatkan tenaga profesional. Pelatihan mencakup pengolahan tempe berbasis higienitas pangan, produksi dan pengemasan keripik, pembuatan roti, hingga manajemen usaha dan dasar kewirausahaan. Pelatihan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder, seperti Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Deli Serdang, serta BPJS Ketenagakerjaan Deli Serdang.

Sebagai bentuk pengakuan resmi atas keterampilan yang diperoleh, warga binaan peserta pelatihan juga diberikan sertifikat pelatihan dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan. Sertifikat ini diharapkan dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dan peluang kerja setelah masa penahanan berakhir.

Andi Surya menambahkan, selain keterampilan, program ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan. Hasil penjualan produk pembinaan disalurkan dalam bentuk premi tabungan, yang dapat dimanfaatkan warga binaan saat kembali ke masyarakat.

BACA JUGA :  Pangdam I/BB Hadirkan Ketenangan di Tengah Demo, Bapera Sumut: Ini Contoh Nyata Sinergi Rakyat dan Aparat!

“Kami ingin pembinaan ini benar-benar berdampak. Warga binaan tidak hanya memiliki keahlian, tetapi juga kesiapan mental, pengalaman usaha, dan tabungan awal untuk memulai hidup baru,” pungkasnya.

Melalui pembinaan kemandirian yang terarah dan berbasis kolaborasi, Rutan Kelas I Medan berharap dapat mencetak warga binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemesanan produk tempe, roti, dan keripik, dapat menghubungi RAGUSTA BAKERY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *