BPBD Madina Bersihkan Timbunan Material Longsoran pada Jalan Penghubung Tiga Desa di Kecamatan Tambangan

Bersihkan material longsoran
BPBD Madina membersihkan timbunan material akibat longsor pada jalan penghubung tiga desa di Kecamatan Tambangan, Jumat, (7/6).

Asaberita.com, Madina – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membersihkan timbunan material akibat longsoran yang berada dijalan perbatasan antara Desa Tambangan Posoman dengan Desa Rao-Rao Lombang Kecamatan Tambangan.

Sebelumnya diketahui, material longsor yang menimbun jalan pada hari Rabu, (05/06/2024) malam. merupakan akses jalan satu-satunya menuju tiga desa di Kecamatan Tambangan.

Bacaan Lainnya

Akibat timbunan longsor yang memadati jalan itu membuat aktivitas warga terhenti, sebab jalan tersebut hanya akses tunggal melintas terkhusus kendara roda empat, sementara masyarakat desa yang tiap harinya melewati jalan tersebut yaitu warga Desa Rao-Rao Lombang, Rao-Rao Dolok dan Rao-Rao Panjaringan.

Ibrahim Rangkuti S.sos. selaku Kabid Kedaruratan dan Pengendalian Operasi yang bertindak sebagai Komandan Regu (Danru) dilapangan menyampaikan, kondisi timbunan longsor dijalan sangat banyak mencapai tinggi lebih kurang sekitar 30 sampai 60 cm, sedangkan sebelah kanan jalan mencapai 1 meter dan panjang longsoran lebih kurang 100 meter.

“Setelah sampai di lokasi kita langsung melakukan pemotongan kayu yang menghambati jalan, lalu kita mencari titik terendah untuk membersihkan lumpur yang terkana jalan agar bisa dilalui kendaraan roda dua,” ucap Ibrahim dilokasi, Jumat, (07/06/2024).

BACA JUGA :  Oknum Kadishub Medan Terkesan Kebal Hukum, Puluhan Mahasiswa Kembali Geruduk Kejari Medan

Ibrahim juga mengatakan dengan melihat kondisi timbunan yang ada, untuk pembersihan keseluruhan dari pihaknya BPBD tidak akan selesai jikalau tidak dibantu Dinas PU Madina.

“Jalan yang dibersihkan bersipat sementara hanya untuk kendaraan roda dua saja, agar bisa dilalui masyarakat, sedangkan pembersihan untuk keseluruhan harus mengunakan alat berat (beco) yang dipunyai dari Dinas PU, dengan memakai alat berat perkiraan pembersihan juga membutuhkan dua hari atau tiga hari,” tambah Ibrahim.

Syaiful Nasution selaku Kepala Desa Rao-rao Lombang berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar merespon bencana itu untuk membersihkan timbunan longsor supaya bisa dilewati masyarakat dari ketiga desa itu.

“Kami sangat berharap sekali agar Pemda Madina menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menimbun jalan, karena aktivitas anak-anak sekolah sangat terganggu apalagi saat ini sedang mengikuti ujian,” ucap Syaiful.

Syaiful juga mengatakan, bahwa ia sudah menghubungi kadis PU untuk maminta menurunkan alat berat, kemudian Kadis merespon “Akan kami turunkan ya pak, kemungkinan besok diturunkan ke lokasi” ucap Syaipul menirukan ucapan sahutan Kadis PU.

BACA JUGA :  Wabup Madina Hadiri Festival Permainan Leluhur di Tambangan

Kemudian, dengan kehadiran Pihak BPBD yang turun kelokasi, Syaiful ucapkan terima kasih yang sudah membersihkan jalan sampai bisa dilalui roda dua dan pejalan kaki.

Untuk membersihkan semua tidak mungkin kalau dari pihak BPBD, karena alat mereka sangat terbatas, dan untuk sementara, pengendara supaya hati hati dalam melintas, kalau tidak bisa lewat jangan di paksakan yang dapat menimbulkan bahaya, karena lintasan jalan kendaraan yang dibersihkan, cukup dekat dengan pinggiran sungai,” tutup Syaiful.

Sementara, Enda Mora Camat Kecamatan Tambangan pihaknya akan melakukan musyawarah dengan ketiga desa untuk mengatasi tjmbunan longsor tersebut.

“Inisiatif yang kita ambil akan melakukan gotong royong dengan masyarakat ketiga desa itu bila sudah ada kesepakatan setelah mengadakan musyawarah dengan Kepala Desa,” ucap Enda Mora. (red/dm)

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *