MEDAN – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjalin kerja sama dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara guna memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Seminar 10 Pohon Ilmu dan Pemecahan Rekor MURI yang diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara di Medan, Rabu (3/6/2026).
MoU ditandatangani langsung oleh Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., bersama pimpinan sejumlah instansi, yakni Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara.
Seminar bertema “10 Pohon Ilmu” itu mengangkat subtema Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang Inklusif, Adaptif dan Berdampak melalui Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan tersebut dirangkai dengan pemecahan Rekor MURI oleh LLDikti Wilayah I Sumatera Utara.
Kegiatan yang diikuti 118 perguruan tinggi swasta (PTS) se-Sumatera Utara dan sekitar 50.000 civitas akademika itu menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya ilmiah dan kolaborasi antarperguruan tinggi.
Turut hadir Kepala LLDikti Wilayah I Sumatera Utara Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., Staf Ahli Gubernur Sumut Alfisyariza, Anggota DPR RI Komjen (Purn) Maruli Siahaan, Senior Manajer MURI Tri Muliono, perwakilan MURI Sujangga, jajaran pimpinan OPD, serta pimpinan perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara.
Hadir pula Kepala BPSDM Sumut Dr. Agustinus Panjaitan, Kepala BBPOM Medan Mojaza Sirait, S.Si., Apt., dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Fariz Haholongan Hutagalung, S.STP., M.Si.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Akrim mendapat kesempatan memberikan testimoni mengenai keberhasilan UMSU dalam membuka kelas internasional. UMSU merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang telah memiliki kelas internasional dan memperoleh akreditasi FIBAA dari Jerman.
Menurut Prof. Akrim, capaian tersebut merupakan hasil komitmen UMSU dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi swasta berkelas dunia melalui program internasionalisasi kampus.
“Alhamdulillah, UMSU telah meraih dua Rekor MURI, salah satunya melalui rekor pantun,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa internasionalisasi menjadi salah satu fokus utama dalam Rencana Strategis (Renstra) UMSU.
“Dalam Renstra kami, UMSU bercita-cita menjadi PTS World Class University. Untuk menuju ke sana, salah satu tahap yang kami lakukan adalah menghadirkan kelas internasional dan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra internasional,” katanya.
Prof. Akrim menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan internasionalisasi terletak pada komitmen pimpinan serta keterbukaan terhadap kolaborasi.
“Persiapannya tidak terlalu berat. Yang paling penting adalah komitmen pimpinan. Kami juga terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa saja,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa minat mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan di UMSU terus meningkat. Pada tahun 2026, lebih dari 1.600 calon mahasiswa internasional dari berbagai negara di Eropa, Afrika, dan Asia Tenggara telah mendaftar ke UMSU.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Staf Ahli Gubernur, Ir. Alfisyariza, S.T., M.Eng.Sc. Dalam sambutannya, ia menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum penting untuk melahirkan inovasi dan karya-karya unggulan dari kalangan akademisi.
“Momentum ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya inovasi, penelitian, publikasi ilmiah, dan karya-karya terbaik di Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus mendukung penguatan pendidikan, riset, inovasi, dan pembangunan sumber daya manusia menuju Sumut yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Saiful Anwar Matondang, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kualitas dan kinerja perguruan tinggi.
“Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kinerja perguruan tinggi. Semoga kerja sama yang terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun dosen,” katanya.
Ketua panitia kegiatan, Prof. Dr. Ir. Bilter A. Sirait, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan budaya ilmiah, memperkuat mutu pendidikan tinggi, serta mengonsolidasikan kolaborasi antar-PTS di Sumatera Utara.
“Integrasi 10 Pohon Ilmu diharapkan mampu meningkatkan mutu dan daya saing perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dalam mewujudkan Indonesia maju dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kami berterima kasih atas dukungan 118 PTS dan sekitar 50.000 sivitas akademika di Indonesia, termasuk UMSU, yang telah mendukung kegiatan ini,” katanya.
Senior Manajer Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Triyono, berharap gerakan penanaman 10 Pohon Ilmu dapat menjadi momentum kebangkitan pendidikan nasional.
“Diharapkan ini menjadi titik awal kebangkitan pendidikan Indonesia. Semoga pohon ilmu yang ditanamkan hari ini memberikan kemaslahatan bagi kemajuan Indonesia,” ujarnya. (ANN/dan)











