Scroll untuk baca artikel
#
BeritaUniversitarian

Di Kampus UMA, Dedi Iskandar Batubara Ajak Civitas Akademika Menghidupkan Nilai Al-Qur’an

×

Di Kampus UMA, Dedi Iskandar Batubara Ajak Civitas Akademika Menghidupkan Nilai Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
Anggota DPD RI, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., SH., MSP., MH saat menjadi penceramah pada peringatan Nuzulul Quran yang dirangkai dengan buka puasa bersama, Jumat (6/3/2026), di Masjid At-Taqwa Kampus I UMA, Jalan Kolam No. 1 Medan Estate.

MEDAN – Universitas Medan Area (UMA) bersama Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) menggelar peringatan Nuzulul Quran yang dirangkai dengan buka puasa bersama, Jumat (6/3/2026), di Masjid At-Taqwa Kampus I UMA, Jalan Kolam No. 1 Medan Estate.

Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., SH., MSP., MH.

Acara ini dihadiri Ketua YPHAS HM Erwin Siregar, SE, MBA, Sekretaris Dr. HM Akbar Siregar, SE, MSi, Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., para wakil rektor, dekan dan wakil dekan, Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) At-Taqwa UMA Dr. H. Zainun, MA, pimpinan pascasarjana dan program studi, pimpinan biro dan lembaga, dosen, mahasiswa, serta pegawai UMA.

Dalam tausiyahnya, Dedi Iskandar Batubara yang juga alumni FISIP UMA mengatakan, peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum untuk kembali meneguhkan Al-Qur’an sebagai panduan utama dalam kehidupan.

Ia mengajak jamaah untuk bersyukur karena masih diberi kesempatan menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara ini juga menyinggung suasana ceramah menjelang berbuka puasa yang sering menjadi tantangan tersendiri bagi penceramah, karena perhatian jamaah biasanya mulai teralihkan pada hidangan berbuka yang telah tersaji.

Meski demikian, ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menegaskan makna penting Nuzulul Quran. Menurutnya, Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk hidup bagi manusia dalam menjalani berbagai aktivitas kehidupan sesuai dengan Surat Al Baqarah ayat 2.

BACA JUGA :  Alumni dan Mahasiswa UDA Sesalkan Sikap Ansori Lubis Mundur Sebagai Rektor

“Al-Qur’an itu hudan bagi kita, petunjuk bagi manusia. Allah menurunkannya kepada Nabi Muhammad SAW sebagai guidance bagi umat manusia,” ujar Dedi.

Senator asal Sumatera Utara itu menjelaskan, dalam Islam Al-Qur’an merupakan sumber hukum tertinggi. Setelah itu barulah hadis, ijma, qiyas, dan ijtihad menjadi rujukan dalam penetapan hukum.

Menurutnya, salah satu keistimewaan Al-Qur’an adalah banyak memuat kisah-kisah yang sarat hikmah. Kisah-kisah tersebut bukan sekadar cerita, melainkan cara Allah menyampaikan nasihat kepada manusia.

“Kadang orang lebih mudah menerima nasihat melalui cerita. Karena itu dalam Al-Qur’an banyak kisah yang disampaikan agar manusia dapat mengambil pelajaran,” katanya.

Ia mencontohkan kisah Nabi Musa AS yang cukup banyak diceritakan dalam Al-Qur’an, bahkan lebih sering dibandingkan kisah Nabi Muhammad SAW. Kisah tersebut menggambarkan perjuangan Nabi Musa menghadapi kekuasaan Fir’aun yang mengaku sebagai tuhan.

“Melalui kisah-kisah itu, umat Islam diajak mengambil hikmah dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan. Memahami Al-Qur’an bukan hanya membaca, tetapi juga menghayati pesan yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Dedi juga mengutip kandungan Surat Al-Baqarah ayat 3, yang menjelaskan ciri-ciri orang beriman. Menurutnya, Allah membagi manusia dalam tiga kelompok utama, yaitu mereka yang beriman, menegakkan salat sebagai bukti keimanan, serta orang-orang yang menginfakkan rezekinya di jalan kebaikan.

“Infaq tidak hanya berupa harta, tetapi juga bisa berupa ilmu, kesehatan, kekuasaan, dan berbagai potensi yang dimiliki untuk kemaslahatan,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc. mengatakan peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk merenungkan kembali makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

BACA JUGA :  Ikatan Alumni SMP 11 Medan Berikan Tali Asih dan Gelar Pengajian di RSJ Prof dr M Ildrem

“Sesuai tema kegiatan hari ini, ‘Al-Qur’an sebagai Sumber Utama Berdampak bagi Peningkatan Kualitas Kinerja yang Produktif di Lingkungan UMA’, maka peringatan Nuzulul Quran ini mengajak kita tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari—baik di keluarga, masyarakat, maupun di lingkungan kampus,” kata Prof. Dadan.

Sebelumnya, Ketua BKM At-Taqwa UMA Dr. Zainun, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa penceramah Dedi Iskandar Batubara merupakan alumni FISIP UMA yang membanggakan.

Ia juga mengapresiasi sikap bersahaja Dedi yang tetap dekat dengan masyarakat, meskipun pada Pemilu 2024 lalu berhasil meraih suara terbanyak untuk calon anggota DPD RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara, dengan perolehan lebih dari 1,8 juta suara.

“Kami doakan Pak Dedi Iskandar Batubara tetap istiqamah bersama rakyat dan ke depan semakin sukses,” ujar Zainun. (ABN/Dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *