Scroll untuk baca artikel
#
PeristiwaPolitikSumatera Utara

HMI Cabang Binjai Nilai Ketua DPRD Perempuan Pertama Gagal Manfaatkan Momentum Sejarah

×

HMI Cabang Binjai Nilai Ketua DPRD Perempuan Pertama Gagal Manfaatkan Momentum Sejarah

Sebarkan artikel ini
HMI Cabang Binjai
HMI Cabang Binjai Nilai Ketua DPRD Perempuan Pertama Gagal Manfaatkan Momentum Sejarah

BINJAI — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Binjai melalui Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) menilai kepemimpinan Ketua DPRD Kota Binjai saat ini belum mampu memanfaatkan momentum sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin DPRD untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Penilaian tersebut disampaikan pada Rabu (7/1/2026).

HMI menegaskan bahwa capaian simbolik tersebut belum diiringi dengan terobosan kebijakan yang progresif. Hingga saat ini, DPRD Kota Binjai dinilai masih bergerak dalam pola lama, minim inovasi, serta belum menunjukkan keberanian politik dalam merespons persoalan krusial seperti pelayanan publik, pembangunan daerah, dan penguatan fungsi pengawasan.

Kepala Bidang PTKP HMI Cabang Binjai, Yunita Rahmawati Rambe, menyatakan bahwa kepemimpinan legislatif seharusnya tidak sekadar menjaga stabilitas internal, tetapi mampu menjadi motor perubahan.

BACA JUGA :  Sukses Tingkatkan Kualitas Layanan Transportasi, Pemprov Sumut Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama dari Menhub

“Menjadi perempuan pertama Ketua DPRD adalah pencapaian sejarah, tetapi sejarah tidak cukup dirayakan dengan seremoni. Tanpa gagasan besar dan keberpihakan yang tegas kepada rakyat, jabatan tersebut kehilangan makna strategisnya,” tegas Yunita.

Menurut HMI, Ketua DPRD memiliki kewenangan kuat untuk mengarahkan DPRD sebagai lembaga yang produktif dalam legislasi, tajam dalam pengawasan, dan berani dalam penganggaran. Ketika peran tersebut tidak dijalankan secara maksimal, maka DPRD berisiko hanya menjadi institusi administratif, bukan representasi aspirasi rakyat.

“Sejarah tidak mencatat siapa yang pertama duduk di kursi kekuasaan, tetapi siapa yang menggunakan kursi itu untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” tambahnya.

HMI Cabang Binjai mendesak Ketua DPRD Kota Binjai untuk segera keluar dari zona nyaman, menunjukkan kepemimpinan yang tegas, visioner, dan berpihak pada kepentingan publik. HMI juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis dan konsisten demi menjaga kualitas demokrasi lokal.

BACA JUGA :  BPN Kota Binjai Serahkan 2.280 Sertifikat Aset Tanah Pemko Binjai

(ABN/Qhusyai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *