Scroll untuk baca artikel
#
BeritaPeristiwaSumatera Utara

Jalan Provinsi di Sipogu Batang Natal Amblas 40 Meter, Warga Khawatir “Tinggal Menunggu Korban”

×

Jalan Provinsi di Sipogu Batang Natal Amblas 40 Meter, Warga Khawatir “Tinggal Menunggu Korban”

Sebarkan artikel ini
Jalan Amblas
Kondisi jalan provinsi di Desa Sipogu, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, yang mengalami kerusakan parah akibat longsor.

MANDAILING NATAL – Kerusakan parah melanda ruas jalan provinsi di Desa Sipogu, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Badan jalan sepanjang kurang lebih 40 meter dilaporkan amblas dan longsor ke aliran sungai setelah diguyur hujan deras dalam beberapa pekan terakhir.

Pantauan di lokasi, setengah badan jalan aspal tampak terbelah dan sebagian telah jatuh ke jurang dengan arus sungai yang deras di bawahnya. Tanah penyangga jalan terus tergerus air, menyebabkan lebar jalan semakin menyempit dan berpotensi putus total jika tidak segera ditangani.

Kondisi tersebut memaksa pengendara melintas secara bergantian dan ekstra hati-hati. Warga sekitar telah memasang tanda peringatan seadanya di titik longsor guna mengurangi risiko kecelakaan. Namun, minimnya penerangan di malam hari membuat lokasi itu tetap rawan, terutama bagi pengendara yang belum mengetahui kondisi jalan.

“Jalan ini sebenarnya sudah lama rusak, tapi dalam seminggu terakhir kerusakannya makin parah. Sampai sekarang belum ada perbaikan. Kami khawatir kalau malam hari ada pengendara yang tidak tahu kondisi jalan, bisa langsung jatuh ke sungai,” ujar Rahmat (44), warga setempat, Rabu (26/02/2026).

BACA JUGA :  Dirjen PPTR Sebut Kriteria Penetapan Objek Penertiban Tanah Telantar SHM Berbeda dengan SHGU dan SHGB

Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Batang Natal. Kerusakan jalan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

“Jalan utama ini sangat menghambat laju perekonomian karena distribusi barang dan jasa terganggu. Selain itu, jalan rusak seperti ini juga menjadi faktor risiko kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi,” tambahnya.

Warga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera turun tangan melakukan perbaikan darurat maupun permanen. Mengingat posisi jalan berada di tepi sungai dengan kontur tanah yang labil, keterlambatan penanganan dikhawatirkan memperluas area longsor hingga mencapai ratusan meter.

Selain perbaikan badan jalan, masyarakat juga meminta pembangunan penahan tebing atau bronjong guna mencegah pengikisan lebih lanjut. Mereka khawatir, jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, sisa badan jalan yang ada tidak lagi mampu menahan beban kendaraan.

BACA JUGA :  Pjs Bupati Toba Ajak PPTSB Berperan Aktif dalam Pembangunan Daerah dan Pilkada

Ruas jalan provinsi tersebut selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga dan penggerak ekonomi lokal. Tanpa penanganan cepat dan tepat, kerusakan yang terjadi bukan hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan itu.

(ABN/Dedi Mulia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *