TEBING TINGGI — Di tengah berbagai keluhan publik tentang birokrasi yang kerap dianggap berbelit, pengalaman berbeda dirasakan oleh Dian Syuhada, warga Kota Tebing Tinggi. Pria ramah ini datang ke Kantor Pertanahan (BPN) Tebing Tinggi untuk mengurus roya atau pencoretan hak tanggungan atas rumahnya. Namun, apa yang ia temui jauh dari kekhawatiran sebagian masyarakat.
Dian mengaku sejak pertama melangkah ke ruang pelayanan, ia disambut dengan keramahan petugas. Penjelasan mengenai persyaratan dan alur pengurusan juga disampaikan secara jelas, tanpa membuatnya merasa kebingungan.
“Pelayanannya sangat baik, petugasnya ramah dan hasilnya memuaskan. Saya benar-benar merasa terbantu,” ungkap Dian, tersenyum lega setelah berkasnya selesai diproses.
Baginya, pelayanan seperti ini bukan sekadar urusan administrasi. Ada rasa nyaman dan dihargai sebagai warga yang membutuhkan bantuan. Ia bahkan mengaku sempat kaget karena mengira prosesnya akan panjang dan melelahkan.
“Awalnya saya pikir bakal repot dan lama. Ternyata tidak. Semua dijelaskan dengan baik dan prosesnya lancar,” tuturnya.
Kisah Dian menjadi salah satu potret kecil bagaimana pelayanan publik bisa memberikan dampak besar bagi masyarakat. Saat prosedur jelas, petugas ramah, dan proses berjalan efektif, warga tidak hanya mendapatkan dokumen yang mereka butuhkan—mereka juga mendapatkan rasa kepercayaan.
BPN Tebing Tinggi dalam beberapa tahun terakhir terus melakukan perbaikan layanan, mulai dari penyederhanaan alur, peningkatan fasilitas, hingga penguatan standar pelayanan prima. Testimoni seperti yang disampaikan Dian menjadi tanda bahwa perubahan itu semakin dirasakan masyarakat.
“Pelayanan yang baik seperti ini membuat kami merasa aman saat mengurus dokumen penting,” tambahnya.
Cerita Dian Syuhada mengingatkan bahwa layanan publik bukan hanya soal aturan dan berkas, tetapi tentang bagaimana manusia membantu manusia. Dengan keramahan dan profesionalisme, pelayanan yang sederhana pun bisa menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan berarti bagi warga.
(ABN/basri)
- Gebyar Ramadan 1447 H, Alumni SMAN 1 Binjai Angkatan 1990 Berbagi Takjil Selama 25 Hari Penuh – Februari 28, 2026
- Musa Rajekshah; Perlu Mekanisme Denda Progresif Bagi Maskapai Delay Berjam-jam – Februari 28, 2026
- 47 Hari Mendekam di Penjara Phnom Penh, Ibu di Binjai Menangis Memohon Negara Selamatkan Anaknya – Februari 27, 2026











