MEDAN – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Perhubungan Daerah Militer (Hubdam) I/Bukit Barisan di Jalan Karya Wisata, Medan, saat pelaksanaan ibadah Salat Jumat, Jumat (30/1/2026). Renungan mendalam tentang perjalanan hidup manusia disampaikan oleh Khatib Jumat, Ustaz Imam Pratomo, MHI, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Kota.
Dalam khutbahnya, Ustaz Imam Pratomo mengajak jemaah—yang mayoritas terdiri atas prajurit TNI serta masyarakat sekitar—untuk merenungi hakikat kehidupan sebagai sebuah perjalanan yang memiliki awal dan akhir. Ia menegaskan bahwa setiap fase kehidupan menuntut pertanggungjawaban manusia di hadapan Allah SWT sebagai Sang Pencipta.
“Kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Ibarat seorang pengembara yang berteduh di bawah pohon, kita harus menyadari bahwa ada tujuan akhir yang lebih kekal. Bekal terbaik dalam perjalanan ini adalah ketakwaan dan amal saleh,” ujarnya dalam khutbah.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya muhasabah atau evaluasi diri sebagai sarana memperbaiki kualitas hidup ke depan. Menurutnya, setiap individu perlu meninjau kembali langkah-langkah yang telah dilalui agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pengabdian kepada negara.
Selain itu, Ustaz Imam juga mengingatkan jemaah agar mampu mengelola waktu secara bijak. Setiap detik kehidupan, katanya, merupakan amanah yang harus dimanfaatkan untuk memberikan manfaat bagi keluarga, institusi, serta bangsa dan negara. Ia juga menautkan nilai integritas dalam bekerja sebagai bagian dari ibadah, khususnya bagi prajurit TNI yang mengemban tugas pengabdian.
Pesan-pesan spiritual tersebut diharapkan dapat memperkuat mental dan moral jemaah, terutama prajurit Hubdam I/BB, agar senantiasa menjalankan tugas negara dengan landasan iman yang kokoh dan akhlak yang mulia.
Secara terpisah, Kepala KUA Kecamatan Medan Kota, Khairul Azmi Harahap, SAg, menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama di lingkungan instansi militer merupakan bagian dari program pembinaan mental dan spiritual yang dilakukan secara berkelanjutan. Sinergi ini, menurutnya, bertujuan membentuk aparatur negara yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual.
“Pembinaan mental keagamaan menjadi elemen penting dalam mendukung pelaksanaan tugas aparatur negara, termasuk di lingkungan TNI,” ujarnya.
Rangkaian ibadah Salat Jumat tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara.
(ABN/basri)
- Sidak Berbuah Hasil, Lapas Narkotika Pematangsiantar Gagalkan Penyelundupan Narkoba dari Oknum Anak Magang – Januari 31, 2026
- Kantah Toba Raih Peringkat III SAKIP 2025 pada Rakerda Kanwil BPN Sumut 2026 – Januari 31, 2026
- Lemhannas RI Gelar Stadium General di Binjai, Wali Kota Amir Hamzah Tekankan Penguatan Ketahanan Daerah Berbasis Asta Gatra – Januari 31, 2026











