Menag : Ma’ahad UINSU Ciptakan Mahasiswa Berstandar Internasional

Ma’ahad Al Jami’ah UINSU yang siap dipakai pada September 2020 mendatang. (foto/msj)

Asaberita.com – Medan – Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrur Razi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Prof Dr Kamaruddin Amien MA menyebutkan, pemberlakuan penyelenggaran pesantren kampus (Ma’had Al Jami’ah/University Student Housing) mulai Tahun Akademik 2020/2021 akan mempertajam kemampuan mahasiswa baru dalam menguasai bahasa Arab dan Inggris, hafal alqur,an dan berkarakter tangguh sekaligus menciptakan mahasiswa berstandar internasional.

“Tujuan Ma’ahad Al Jami’ah ini untuk memperkuat tradisi akademik. Mahasiswa wajib menguasai dan mahir bahasa Arab dan Inggris. Tradisi akademik ini harus berjalan selama mahasiswa berada di Ma’ahad Al Jami’ah, sehingga melahirkan mahasiwa berstandar  internasional,” demikian diungkapkan  Dirjen Pendis Prof Dr kamaruddin Amin MA dalam surat instruksinya kepada Rektor dan Ketua PTKIN se-Indonesia, yang dikutip pada Rabu (10/06/2020).

Program penyelenggaraan Ma’ahad Al Jami’ah tersebut, sebelumnya merupakan instruksi Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor Dj.I/Dt.I.IV/PP.00.9/2374/2014 tentang instruksi penyelenggaraan pesantren kampus (ma’ahad al jami’ah) tanggal 30 September 2014 Lalu. Surat tersebut, langsung ditujukan kepada Rektor/Ketua PTKIN se-Indonesia dan Kopertais Wilayah I s/d XIII. Surat itu juga ditandatangani Dirjen Pendis Kemenag RI  Prof Dr H Nur Syam MSi.

Selanjutnya, Menag RI menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) RI Nomor 55 Tahun 2015 tentang organisasi tata kerja UINSU Medan. Diteken Menag yang saat itu dijabat H.Lukman Hakim Saefuddin tertanggal 02 September 2015.

BACA JUGA :  KPU Medan Umumkan Anggota PPK Terpilih Pilkada 2020, Berikut Nama Namanya...

Menindaklanjuti kewajiban mengikuti pendidikan di Asrama bagi mahasiswa UINSU tersebut, dituangkan melalui Surat Edaran (SE) Rektor UINSU Medan Nomor B.19/Un.11 R/B.13c/KS.02/05/2020 tentang Kewajiban Mengikuti Program Ma’ahad Al-Jami’ah Bagi Mahasiswa Semester I dan II UINSU Medan.

Adapun tujuan pemberlakuan Ma’ahad Al Jami’ah tersebut, di antaranya memperkuat dasar-dasar dan wawasan kebangsaan dan keislaman, memperkuat kemampuan bahasa asing arab dan inggris, pembentukan karakter dan menjadi pusat pembinaan tahsin dan tahfiz Alquran serta mengembangkan tradisi akademik dan keterampilan SDM abad XXI lainnya.

Wakil Rektor I UINSU Medan Prof Dr Syafaruddin MPd mengatakan bahwa mulai Tahun Akademik 2020/2021, UINSU mulai melakukan terobosan baru dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa UINSU, khususnya dalam bidang bahasa asing, pengembangan karakter, dan hafal alqur,an agar memenuhi tradisi integrasi ilmu dengan agama (wahdatul ‘ulum).

“Seluruh mahasiswa UINSU Medan berjumlah lebih kurang 6.500 orang, pada tahun pertama akan diasramakan dengan menerapkan model pembelajaran kampus merdeka di ma’ahad atau pesantren kampus,” katanya.

Dikatakannya, ada tiga wilayah untuk mendapatkan penguatan melalui Ma’ahad. Pertama,  penguatan bahasa Arab dan Inggris baik pada dimensi pemahaman teks-teks ataupun dalam komunikasi sehari-hari. Intinya mahasiswa UINSU memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik sebagai keterampilan abad ke 21,

BACA JUGA :  PKB Kota Medan Adakan Isra Mi'raj Sambut Ramadhan dan Resmikan Kantor Garda dan Perempuan Bangsa

Kemudian kedua katanya, penguatan dalam bidang Tahfiz (menghafal) dan  Tahsin (Penghalusan bacaan Al-Qur’an). Ketiga, pembangunan karakter unggul dan penguatan pemahaman Islam washatiyyah, Moderasi Beragama dan nilai-nilai Kebangsaan.  dalam menjaga NKRI.

“Dengan  tiga kekuatan ini UIN SU Medan akan menjadi pilar peradaban yang kuat bagi mahasiswa UINSU untuk mengembangkan talentanya di masa-masa yang akan dating,” katanya.

Dengan begitu, lajutnya, diyakini kebijakan wajib program  Ma’ahad Al Jami’ah akan memberi warna baru bagi peningkatan kompetensi mahasiswa UINSU di masa depan. Dengan kemampuan 6.500, diperkirakan Ma’ahad UINSU Medan menjadi Ma’ahad terbesar di Indonesia. Ma’ahad juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti Masjid, lapangan olah raga dan Aula atau ruang-ruang pertemuan.

“Mudah-mudahan dengan kebijakan  ini, kualitas mahasiswa sekaligus lulusan  UINSU akan dapat ditingkatkan sehingga mereka memiliki keunggulan kompetitif dan daya saing tinggi sebagai ilmuan, cendekiawan dan ulama yang dihasilkan UIN SU menuju World Class University,” kata Prof Syafaruddin. ** msj

2,811 total views, 3 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *