Menantu Jokowi Berpeluang Menangi Pilkada Medan

Anang Anas Azhar
Pengamat Komunikasi Politik UINSU Medan
Anang Anas Azhar
Pengamat Komunikasi Politik UINSU Medan

MEDAN  – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Dr Anang Anas Azhar MA memprediksi menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution sangat berpeluang memenangkan Pilkada Kota Medan. Tampilnya sosok Bobby Nasution dalam belantika politik Kota Medan jusru memperkecil peluang calon lain untuk menang dalam pilkada.

“Pencalonan Bobby secara politik sangat diuntungkan oleh kekuasaan. Ini justru berdampak kepada calon lain,” kata Anang Anas Azhar kepada Waspada di kampus UINSU Jalan Willem Iskandar Medan, Rabu (4/12/2019).

Bacaan Lainnya

Pernyataan Anang tersebut sekaligus menjawab peluang calon lain yang terlebih dahulu mendaftarkan diri ke sejumlah partai politik. Anang menyebutkan psikologi politik calon lain yang terlebih dahulu disebut-sebut calon untuk ikut bertarung di Medan semakin kecil peluangnya untuk memenangi pilkada.

Anang memaparkan ada dua faktor utama dalam ranah komunikasi politik mengapa peluang Bobby Nasution berpeluang menang pada pilkada Medan. Pertama, kata dia, Bobby terpublikasi di masyarakat Medan sebagai calon yang memiliki modal kapital yang cukup. Modal kapital sangat kuat, sebab Bobby secara politik sangat dekat dengan pintu kekuasaan. Ia sendiri merupakan menantu Presiden RI Joko Widodo. “Jadi, persoalan modal kapital Bobby sudah punya, ia tinggal memoles dan mengatur ritme perjalanan modal kapital ke mana harus didistribusikan,” katanya.

BACA JUGA :  HM Jafar Sukhairi Pimpin Upacara Harlah Pancasila ke-78 di Madina

Modal kedua yang dimiliki Bobby lanjut Anang, adalah modal sosial. Bobby Nasution merupakan menantu presiden yang sudah populer di Kota Medan. Di atas 67 persen masyarakat Medan sudah mengenal nama Bobby, meski masih mengenal nama dan figurnya selintas, tetapi popularitas Bobby setidaknya sudah dikenal dan inilah modal sosial Bobby Nasution ikut bertarung dengan pasangan calon lain di Medan.

“Jadi, jika modal kapital dan modal sosial dipadukan, secara teori sangat kuat. Ini harus dimanfaatkan Bobby dalam Pilkada Medan untuk menang. Saya yakin pertimbangan politik ini sudah dipikirkan sebelumnya,” kata Anang yang juga Dosen Pascasarjana UINSU Medan ini.

Anang memprediksi munculnya sosok Bobby dalam pilkada Medan, justru semakin memperkecil semangat calon lain untuk bertarung pada pilkada Medan. Prediksi ini menurut Anang, tentu belum final. Karena dalam ;politik itu biasanya berada di menit terakhir.

Dalam konteks kekuasaan politik menurut Anang, siapa yang dekat dengan sentral kekuasaan, ia akan menguasai. Tetapi, fakta politik ini bisa juga terjadi sebaliknya. Hal yang menyakitkan pula, bisa jadi Bobby Nasution gagal mendapatkan tiket perahu untuk mencalonkan diri, karena ketatnya persaingan antar parpol untuk mencalonkan calon pasangannya masing-masing.

BACA JUGA :  Terungkap, Ternyata Ini Alasan PKS dan PD tak ada di Daftar Pendukung Gibran-Bobby Nasution

“Bisa jadi, dalam tahapan proses penjaringan di internal partai politik Bobby tidak masuk calon. Karena keputusan final calon kepala daerah hampir seluruhnya di tangan DPP masing-masing partai politik,” katanya.

Anang mengungkapkan di internal PDIP saja, selain Bobby Nasution ada Akhyar Nasution yang nota benenya menjabat Plt Walikota Medan. Akhyar merupakan kader PDIP tulen yang terlebih dahulu mengembalikan formulir pendaftaran calon walikota Medan.

“Persaingan ketat bakal terjadi di internal PDIP. Akhyar secara nyata memiliki modal sosial yang kuat dan menjadi pesaing utama Bobby Nasution untuk meraih tiket PDIP dalam pilkada Kota Medan,” katanya. **

Loading

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *