TOBA – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Toba, Dr. Agustinus Panjaitan, mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mewujudkan Pilkada yang damai, aman, dan berkualitas. Seruan ini disampaikan dalam acara peluncuran program “Huta Pengawasan Partisipatif” yang diadakan di Desa Sibuntuon, Kecamatan Uluan, Senin (14/10).
Dalam sambutannya, Agustinus menekankan pentingnya penerimaan hasil Pilkada dengan lapang dada, baik menang maupun kalah, sebagai wujud proses demokrasi yang sehat. “Pilkada ini akan menentukan arah Kabupaten Toba selama lima tahun ke depan. Mari kita gunakan hak pilih dengan bijak pada 27 November nanti, pelajari rekam jejak calon, dan pilih yang mampu membawa Toba ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Agustinus juga mengapresiasi inisiatif Bawaslu Toba dalam meluncurkan program “Huta Pengawasan Partisipatif” yang bertujuan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mengawasi proses Pilkada. Dia berharap program ini berlanjut hingga semua tahapan Pilkada selesai.
Keberhasilan Pilkada, menurut Agustinus, dapat diukur dari tiga aspek utama: partisipasi pemilih yang tinggi, legitimasi calon terpilih, dan peningkatan kualitas demokrasi di Toba. “Mari kita jaga keamanan selama Pilkada, hindari politik uang, dan pastikan Pilkada berlangsung damai dan berkualitas,” tambahnya.
Kapolres Toba, AKBP Wahyu Indrajaya, yang juga hadir dalam acara tersebut, mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga suasana kondusif selama tahapan Pilkada berlangsung. “Kami bersyukur hingga saat ini semua proses pemilu berjalan aman dan tanpa konflik. Kami berharap suasana damai ini terus dipertahankan,” ujarnya.
Wahyu juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan meskipun ada perbedaan pilihan politik. “Pesta demokrasi adalah ajang kegembiraan, bukan permusuhan. Siapa pun yang terpilih, masyarakat Toba adalah pemenang sejatinya,” katanya.
Kepala Kejaksaan Negeri Toba, Dohar Nainggolan, memuji Desa Sibuntuon sebagai desa percontohan dalam pengawasan Pilkada. Desa ini terpilih berdasarkan kriteria ketat dan diharapkan bisa menjadi teladan bagi desa-desa lain. “Desa Sibuntuon harus menjadi contoh dalam pengawasan partisipatif, dan kami berharap masyarakat di sini menginspirasi desa lain dalam mengawasi pemilu dengan baik,” ungkapnya.
Dohar juga mengajak masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan pelanggaran pemilu melalui mekanisme yang sudah disediakan. “Kami ingin Pilkada ini berlangsung bersih, transparan, dan jujur,” tambahnya.
Ketua Bawaslu Toba, Sahat Sibarani, berharap masyarakat semakin aktif melaporkan pelanggaran, terutama terkait politik uang dan pelanggaran lain yang merusak integritas Pilkada. “Lewat program ini, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat agar setiap pelanggaran bisa langsung dilaporkan ke Bawaslu,” ujarnya.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Sumut, Suhadi Sukendar Situmorang, menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif bertujuan memperkuat kerjasama antara masyarakat, pemerintah desa, dan Bawaslu. “Kami akan memanfaatkan forum diskusi dan sosialisasi di berbagai tempat untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengawasan pemilu,” jelas Suhadi.
Kepala Desa Sibuntuon, Randianto Manurung, menyatakan dukungan penuh warganya terhadap program pengawasan Pilkada yang bersih dan adil. “Kami berharap program ini memberikan dampak positif bagi 530 warga yang terdaftar sebagai pemilih di Desa Sibuntuon,” ujarnya.
Randianto juga mengajak warganya untuk memilih pemimpin yang amanah dan peduli terhadap rakyat. “Pilkada ini adalah kesempatan kita memilih pemimpin yang takut akan Tuhan dan bisa membawa perubahan positif bagi Toba,” pungkasnya.
(ABN/Gunawan Hu)
- Dedek Ray Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua DPD Golkar Sumut – Januari 17, 2026
- Yayasan Pendidikan dr. Tengku Hanafi Gelar Capping Day SMK Kesehatan di Perbaungan – Januari 17, 2026
- DPD AMPI Kota Binjai Gelar Ramah Tamah dan Keakraban Jelang Musda dan Pelantikan – Januari 17, 2026











