Scroll untuk baca artikel
#
AgamaPeristiwaSumatera Utara

Safari Ramadan MUI Sumut di SMKN 1 Kutalimbaru, Tanamkan Empat Pilar Ukhuwah Islamiyah

×

Safari Ramadan MUI Sumut di SMKN 1 Kutalimbaru, Tanamkan Empat Pilar Ukhuwah Islamiyah

Sebarkan artikel ini
Safari Ramadhan MUI Sumut
Safari Ramadan MUI Sumut di SMKN 1 Kutalimbaru, Tanamkan Empat Pilar Ukhuwah Islamiyah

 

DELI SERDANG —Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan Safari Ramadan di SMK Negeri 1 Kutalimbaru pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa Muslim serta para guru, dan berlangsung dengan penuh antusias sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah di kalangan pelajar.

Kedatangan tim MUI Sumut disambut hangat oleh para guru Pendidikan Agama Islam di sekolah tersebut. Suasana kebersamaan terasa sejak awal kegiatan, menandai kuatnya semangat kolaborasi dalam membina karakter generasi muda.

Acara diawali dengan sambutan Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Kutalimbaru, Ismadi, MM. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim MUI Sumut yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan motivasi kepada para siswa.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Latifah Hanum yang mewakili MUI Sumut. Ia menegaskan bahwa Safari Ramadan merupakan salah satu program MUI untuk mendekatkan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan pendidikan.

BACA JUGA :  Pj. Sekdako Binjai Tekankan Percepatan Penyusunan LKPD Tahun Anggaran 2025

Ceramah utama kemudian disampaikan oleh Dr. H. M. Rozali yang mengangkat tema tentang pentingnya membangun ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa persaudaraan sesama Muslim dapat terbangun kuat apabila dilandasi empat pilar utama, yakni ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling menolong), dan takaful (saling menjaga dan memberi jaminan).

Ia menjelaskan bahwa ta’aruf tidak sekadar mengenal secara lahiriah, tetapi juga memahami latar belakang, karakter, serta budaya seseorang sehingga menghilangkan rasa asing di antara sesama. Dari proses saling mengenal itu lahir tafahum, yakni sikap saling memahami kelebihan dan kekurangan saudara kita, yang pada akhirnya mencegah kesalahpahaman dan prasangka buruk.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya ta’awun atau sikap saling membantu dalam berbagai kebaikan. Menurutnya, kehidupan bermasyarakat akan terasa lebih kuat ketika setiap individu memiliki kepedulian untuk menolong satu sama lain. Sikap ini kemudian diperkuat dengan takaful, yaitu rasa tanggung jawab bersama sehingga setiap Muslim merasa aman dan tidak menghadapi kesulitan sendirian.

BACA JUGA :  Warga Harang Julu Ulu Sosa Sambut Putra Mahkota Seperti Saudara Sendiri

Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep ukhuwah Islamiyah, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

(ABN/Imam Pratomo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *