Scroll untuk baca artikel
#
BeritaPendidikan

SMKN 8 Medan: Merajut Skill, Meneguhkan Iman

×

SMKN 8 Medan: Merajut Skill, Meneguhkan Iman

Sebarkan artikel ini

MEDAN – Pagi di Jalan Dr. Mansyur No. 79, Padang Bulan Selayang I, selalu dimulai dengan semangat yang sama: belajar untuk masa depan. Di sanalah SMKN 8 Medan berdiri, menyiapkan generasi muda agar terampil, mandiri, dan siap terjun ke dunia kerja—tanpa meninggalkan nilai-nilai religius yang menjadi fondasi karakter.

Sebagai sekolah kejuruan yang berfokus pada bidang pariwisata dan jasa, SMKN 8 Medan memahami bahwa dunia industri tak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga etika, disiplin, dan integritas.

Terlebih di bulan Ramadan, suasana religius semakin terasa di lingkungan sekolah. Bagi siswa Muslim, bulan suci ini menjadi momentum memperdalam keimanan. Pembelajaran agama tidak hanya sebatas teori, tetapi juga praktik nyata.

“Bulan Ramadan kami mengajarkan bagaimana menjalankan Fardhu Kifayah, termasuk praktik salat jenazah,” ujar Hubungan Industri (Hubin) yang mewakili Kepala SMKN 8 Medan Wilma Handayani, Yanti Harahap, didampingi Zulaifah, Kamis (26/2).

Setiap hari selama Ramadan, siswa Muslim melaksanakan salat Dhuha dan Zuhur berjamaah. Rutinitas ini membentuk kedisiplinan sekaligus mempererat kebersamaan.

Menariknya, pembinaan rohani tidak hanya diberikan kepada siswa Muslim. Siswa beragama Kristen juga mendapatkan pendalaman ajaran agamanya. Sekolah ingin memastikan bahwa Ramadan menjadi momentum refleksi spiritual bagi seluruh siswa.

“Jangan sampai orang menganggap Ramadan hanya milik siswa Muslim. Di SMKN 8 Medan, agama lain juga mendapat pendalaman agamanya,” jelas Yanti.

Laboratorium Dunia Kerja

SMKN 8 Medan memiliki empat jurusan unggulan: Tata Boga (Kuliner), Tata Busana (Fashion Design), Tata Kecantikan (Beauty Service), dan Perhotelan (Hospitality).

BACA JUGA :  Forwakum Sumut Kecam Teror Molotov terhadap Rumah Wartawan di Langkat Desak Polisi Ungkap Aktor di Baliknya

Setiap jurusan dilengkapi fasilitas praktik yang representatif. Jurusan Perhotelan bahkan memiliki hotel praktik di lingkungan sekolah, sementara Tata Kecantikan memiliki sanggar praktik sendiri. Seluruh biaya praktik ditanggung sekolah, sehingga siswa dapat belajar secara optimal tanpa terbebani.

Khusus jurusan Perhotelan, siswa mendapat kesempatan pelatihan di berbagai hotel di Kota Medan hingga luar daerah seperti Yogyakarta, Batam, dan Hotel Simalem Resort. Di sanalah mereka belajar menghadapi standar industri sesungguhnya.

Tak jarang, saat menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), siswa sudah ditawari pekerjaan oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Bahkan, siswa Perhotelan sering dipercaya menjadi tenaga harian (casual worker) pada akhir pekan—sebuah pengalaman nyata yang memberi tambahan penghasilan sekaligus memperkaya jam terbang.

Prestasi yang Menginspirasi

Deretan prestasi menjadi bukti keseriusan sekolah dalam membina talenta. Jurusan Perhotelan pernah menjuarai lomba making bed dalam ajang PHRI. Tata Busana meraih Juara 1 Lomba Inovasi Nasional melalui karya busana berbahan serat pisang dan serat nanas.

Di bidang olahraga, siswa meraih Juara 2 Taekwondo dan Pencak Silat, bahkan mewakili Sumatera Utara dalam Expo di Malaysia.

Setiap capaian diumumkan saat upacara bendera. Siswa berprestasi dipanggil ke depan, menerima penghargaan, dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Alumni pun turut mengharumkan nama sekolah. Vera Kebaya, lulusan Tata Busana, telah dikenal luas di bidangnya dan menyumbangkan karya untuk almamaternya. Ada pula Kiki, yang meraih Runner Up 2 MasterChef Indonesia 2023. Banyak lulusan Tata Boga bekerja di kapal pesiar dan restoran ternama, sementara alumni Perhotelan telah menduduki posisi supervisor di sejumlah hotel di Kota Medan.

BACA JUGA :  Kades Cinta Rakyat Bantah Tuduhan Jual Aset Desa, Siap Tempuh Jalur Hukum

Membentuk Generasi Utuh

Didirikan pada tahun 1976, SMKN 8 Medan terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Jurusan Tata Boga menjadi favorit dengan tujuh kelas tingkat satu dan total 21 rombongan belajar.

Beragam kegiatan ekstrakurikuler juga tersedia, mulai dari seni, olahraga, hingga organisasi seperti OSIS, Pramuka, dan Paskibraka. Semua dirancang untuk membentuk siswa yang aktif, percaya diri, dan berjiwa kepemimpinan.

Di SMKN 8 Medan, keterampilan dan karakter tumbuh berdampingan. Dari dapur praktik hingga ruang ibadah, dari sanggar kecantikan hingga hotel pelatihan—sekolah ini membuktikan bahwa menjadi profesional tidak harus meninggalkan nilai-nilai keimanan.
Di sinilah generasi muda ditempa: siap kerja, siap berwirausaha, dan siap menjadi pribadi yang utuh. (ABN/dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *