MEDAN – Dalam upaya mendorong kesadaran lingkungan sekaligus kemandirian ekonomi generasi muda, tim Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Medan Area (FEB UMA) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 27 hingga 29 April 2026 ini, digelar di SMAN 13 Medan.
Mengusung tema “Menanamkan Green Mindset Sejak Dini: Inovasi Berkelanjutan Berbasis Sekolah untuk Kemandirian Ekonomi Siswa SMAN 13 Medan”, program ini menyasar para murid kelas 12 sebagai peserta utama. Kehadiran para siswa tingkat akhir ini diharapkan dapat membekali mereka dengan pola pikir hijau dan keterampilan berwirausaha sebelum melangkah ke jenjang pendidikan tinggi maupun dunia kerja.
Kegiatan PKM ini diketuai oleh Muthya Rahmi Darmansyah, SE., M.Sc dari Prodi Manajemen FEB UMA, serta beranggotakan dua dosen berkompeten lainnya, yaitu Indah Cahya Sagala, S.Pd., M.Si dan Dra. Retnawati Siregar, M.Si dari Prodi Akuntansi FEB UMA. Ketiganya hadir sebagai narasumber yang membagikan ilmu, strategi, dan ruang diskusi interaktif bersama para siswa.
“Kami ingin menanamkan green mindset atau pola pikir ramah lingkungan bukan sekadar sebagai teori, melainkan sebagai peluang inovasi. Melalui pendekatan berbasis sekolah, para siswa diajak untuk melihat potensi ekonomi dari pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Muthya Rahmi Darmansyah selaku Ketua PKM.
Selama kegiatan berlangsung dari tanggal 27 hingga 29 April 2026, para murid kelas 12 SMAN 13 Medan tampak antusias mengikuti setiap sesi materi. Tim pengabdi dari FEB UMA memaparkan bagaimana konsep akuntansi dan manajemen bisnis dapat diintegrasikan dengan isu-isu lingkungan—seperti pemanfaatan limbah sekolah, pembuatan produk daur ulang bernilai jual, hingga cara menyusun rencana bisnis sederhana yang ramah lingkungan.
• Hari Pertama: Fokus pada penanaman konsep Green Mindset dan identifikasi potensi inovasi di lingkungan sekolah.
• Hari Kedua: Pelatihan teknis inovasi berkelanjutan dan strategi mengubah ide kreatif menjadi peluang ekonomi.
• Hari Ketiga: Pendampingan penyusunan rencana bisnis mandiri untuk para siswa.
Pihak SMAN 13 Medan menyambut baik program pengabdian ini. Kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan siswa masa kini yang dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, lingkungan, dan jiwa kewirausahaan.
Dengan terlaksananya PKM ini, FEB UMA berharap para alumni SMAN 13 Medan nantinya mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu menciptakan peluang ekonomi mandiri, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan sekitar. (ABN/dan)












