DPRD Sumut Desak Pemprovsu Stabilkan Harga TBS

TBS
Anggota DPRD Sumut, H Santoso, SH. DPRD desak pemerintah stabilkan harga TBS. (Foto: Ist)

Asaberita.com – Medan – DPRD Sumut mendesak Pemprovsu dan asosiasi petani serta pengusaha untuk menstabilkan harga Tandan Buah Segar (TBS), yang akhir-akhir ini bergejolak akibat ulah tengkulak.

“DPRD Sumut desak Pemprovsu stabilkan harga TBS, yang kini sudah bergerak jauh dari batas normal Rp 1.000 per kilogram,” kata anggota DPRD Sumut, H Santoso, SH kepada wartawan, minggu lalu.

Politisi Demokrat ini khawatir, memasuki bulan Ramadahan ini, pergerakan harga TBS di sejumlah kabupaten/kota. Ini termasuk di Dapilnya, Batubara sudah bergeser dari price track (harga pijakannya).

Yakni, Rp 1.736,74/kg sebagaimana ditetapkan Tim Penetapan Harga TBS Provinsi yang terbentuk berdasarkan SK Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/215/KPTS/2017.

Bahwa harga TBS Provinsi Sumatra Utara periode 22-28 April 2020 tertinggi untuk umur 10-20 tahun sebesar Rp 1.736,74/kg.

“Saya amati di pasaran, tampaknya ada permainan harga antara 400-500 rupiah per kg.

Pihaknya menduga ini dilakukan para tengkulak, sehingga masyarakat petani semakin terjepit,” kata anggota Komisi A DPRD Sumut ini.

BACA JUGA :  Tak Hadiri RDP, Gugus Tugas Covid-19 Tak Hormati Legislatif

Dia pun khawatir dengan pandemi Covid-19, ekonomi akan semakin hancur dan lumpuh, jika pemerintah bersama kalangan asosiasi tidak mengambil langkah untuk menstabilkan harga TBS.

“Saya mewakili rakyat dan dari Dapil V Asahan, berharap ada langkah tegas dari Pemprovsu, jangan sampai TBS menyentuh angka di bawah Rp 1000 kg.

Selama beberapa minggu terakhir, Santoso mengaku dihajar habis dengan pergerakan harga TBS, yang mencakup di Batubara.

Pihaknya berharap Gubsu menurunkan tim untuk memantau pergerakan harga TBS sampai ke tingkat petani sawit dan menindak tegas tengkulak yang mempermainkan harga untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Kembali Naik

Berdasarkan informasi, Harga TBS sawit di Sumatera Utara (Sumut) pekan ini kembali naik.

Pekan ini harga tertinggi merangsek naik ke 1.525/kg dari pekan sebelumnya hanya Rp 1.385/kg.

Dari 14 daerah penghasil sawit di Sumut, harga TBS di 13 daerah sudah di atas Rp 1.500/kg. Hanya Kabupaten Mandailing Natal yang harganya di bawah Rp 1.500/kg.

BACA JUGA :  Erick Thohir Usulkan 3 Nama Calon Dirut PLN ke Jokowi

Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Gus Dalhari Harahap, mengatakan, harga yang kembali berada di atas Rp 1.500/kg membuat petani berharap harganya bisa mendekati harga di awal tahun.

Pada awal tahun 2020, harga TBS sempat menembus level Rp 2.000/kg. Begitupun petani tetap senang dengan harga yang diterima saat ini, karena harga TBS sangat rentan turun di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, banyak negara tujuan ekspor sedang lockdown yang otomatis membuat permintaan CPO sepi hingga berdampak terhadap harga jualnya.

Sementara harga rata-rata minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) lokal dan ekspor Rp 7.936,33/kg. Untuk rata-rata harga kernel Rp 4.544/kg. (wp/has)

214 total views, 1 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *