MEDAN – Sebanyak 56 lulusan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memasuki fase baru perjalanan akademiknya setelah mengikuti yudisium dan pengangkatan janji dokter muda angkatan ke-34.
Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Kampus FKIK UMSU, Jalan Gedung Arca No. 53, Teladan, Medan, Jumat (25/9/2026).
Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya pendidikan tahap profesi bagi para dokter muda sebelum mereka menjalani proses pembelajaran klinis di berbagai departemen dan rumah sakit jejaring FKIK UMSU.
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., yang diwakili Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Pendidikan, Pengajaran dan Digitalisasi, Assoc. Prof. Dr. Marah Doly Nasution, M.Si., mengingatkan para dokter muda agar tidak hanya memperkuat kompetensi kedokteran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia profesi kedokteran. Namun, penguasaan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual.
“Di era digital, kuatkan kompetensi kedokteran serta penguasaan teknologi digital maupun kecerdasan buatan (AI), dan senantiasa membingkai ilmu dengan nilai-nilai ibadah dan spiritual. Jagalah standar kualitas dan integritas UMSU di wahana pendidikan maupun rumah sakit jejaring,” ujarnya.
Dekan FKIK UMSU Dr. Siti Masliana Siregar, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Rino.(K), mengatakan pengangkatan janji dokter muda merupakan awal dari fase penting dalam perjalanan pendidikan kedokteran sebelum para lulusan memasuki dunia profesi secara penuh.
Ia menjelaskan, pendidikan tahap profesi akan berlangsung selama 1 tahun 10 bulan melalui rotasi di berbagai departemen dan rumah sakit jejaring. Tahapan tersebut diarahkan untuk membentuk kompetensi lulusan sebagai dokter umum yang siap menjalankan tugas profesionalnya.
“Ini adalah langkah awal pendidikan profesi yang akan dijalani selama 1 tahun 10 bulan melalui rotasi di departemen dan rumah sakit jejaring. Tujuan utama dari pendidikan tahap profesi adalah mencapai kompetensi sebagai dokter umum yang siap pakai,” katanya.
Siti Masliana juga meminta para dokter muda memanfaatkan masa pendidikan profesi secara maksimal. Selain mengejar pencapaian akademik, mereka dituntut menjaga integritas dan etika dalam berinteraksi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam pelayanan kesehatan.
“Fokuslah pada persiapan kelulusan UKMPPD. Pendidikan profesi harus dimanfaatkan secara efektif untuk belajar. Selain itu, jaga integritas dan etika kepada sejawat, dosen pendidik klinis, perawat, serta utamakan komunikasi yang efektif dan beretika kepada pasien,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Sumatera Utara Heri Marantika, S.H., M.Si., yang turut memberikan apresiasi, menyampaikan pentingnya sinergi antara FKIK UMSU dan Basarnas dalam mendukung pembelajaran dokter muda, khususnya pada bidang kegawatdaruratan dan kebencanaan.
Ia menyebut kerja sama tersebut antara lain diwujudkan melalui kegiatan stase Disaster Management, pelatihan Tim Bantuan Medis (TBM), serta pembekalan dalam menghadapi kondisi darurat bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja sama antara Basarnas dengan dokter muda, khususnya dalam stase Disaster Management, pelatihan Tim Bantuan Medis (TBM), dan penanganan kondisi darurat bencana. Harapan kami, sinergi ini terus diperkuat dan memberikan bekal nyata bagi pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan I FKIK UMSU Dr. Rahmanita Sinaga, M.Ked(OG), Sp.OG, perwakilan mitra dan wahana pendidikan rumah sakit jejaring, di antaranya Rumkital Dr. Komang Makes/Rumah Sakit Putri Hijau, Rumah Sakit Bhayangkara, serta RSUD Drs. H. Amri Tambunan/RSUD Aji Medan.
Hadir pula para orang tua dan wali lulusan, jajaran pimpinan fakultas, serta sivitas akademika UMSU. (ABN/dan)




















