Medan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis (TB) bagi pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya deteksi dini penyakit menular sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan yang digagas Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Medan, Fonika Affandi, tersebut dipusatkan di Aula Gedung II Lantai 1 Lapas Kelas I Medan. Pelaksanaannya bekerja sama dengan tim medis dari Puskesmas Medan Johor dan Puskesmas Medan Tuntungan.
Sebanyak 323 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut, terdiri atas 303 warga binaan dan 20 pegawai Lapas Kelas I Medan.
Selain pemeriksaan kesehatan umum, tim medis juga melakukan pemeriksaan lanjutan sebagai bagian dari upaya mendeteksi tuberkulosis. Sebanyak 14 orang menjalani pemeriksaan dahak menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM), sedangkan 15 orang menjalani pemeriksaan foto rontgen dada.
Kalapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, mengatakan pemeriksaan kesehatan dan skrining TB merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam menjaga kesehatan pegawai maupun warga binaan, sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan lapas.
“Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan pegawai dan warga binaan tetap terpantau. Melalui skrining TB, kami juga berupaya melakukan deteksi dini agar apabila ditemukan indikasi penyakit, dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur medis,” ujar Fonika.
Menurutnya, pemenuhan layanan kesehatan merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pemasyarakatan. Kondisi lingkungan lapas yang dihuni banyak orang membutuhkan perhatian khusus terhadap aspek kesehatan, termasuk melalui pemeriksaan berkala dan kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Lapas Kelas I Medan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif, baik bagi petugas maupun warga binaan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Medan menegaskan komitmennya untuk mengedepankan upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit, khususnya tuberkulosis. Sinergi dengan puskesmas diharapkan dapat memperkuat pemantauan kesehatan serta mendukung tindak lanjut medis bagi pegawai dan warga binaan yang membutuhkan.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat mewujudkan pemasyarakatan yang berdampak, dengan memastikan kesehatan petugas yang memberikan pelayanan dan warga binaan yang menjalani pembinaan tetap menjadi perhatian bersama.
















