Scroll untuk baca artikel
#
EkonomiNasionalPeristiwa

Inovasi USAT Tekan Risiko Loss Produksi, PEP Rantau Hemat Biaya hingga Miliaran Rupiah

×

Inovasi USAT Tekan Risiko Loss Produksi, PEP Rantau Hemat Biaya hingga Miliaran Rupiah

Sebarkan artikel ini
Inovasi USAT
Inovasi USAT karya perwira PEP Rantau Field meraih penghargaan Platinum pada ajang Upstream Improvement & Innovation Award (UIIA) 2025 Subholding Upstream Pertamina. Teknologi ini dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lokal guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasi.

 

RANTAU – Inovasi teknologi bertajuk Ultimate Sand Trap (USAT) yang dikembangkan para perwira di Pertamina EP Rantau Field terbukti mampu menekan risiko kehilangan produksi (loss production) akibat masalah kepasiran pada sumur-sumur migas yang telah memasuki fase mature. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan keandalan operasi, tetapi juga menghasilkan efisiensi biaya hingga miliaran rupiah.

Field Manager PEP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, menjelaskan bahwa tantangan utama pada lapangan migas yang telah berumur adalah produksi pasir yang ikut terangkat bersama fluida. Kondisi tersebut berpotensi merusak pompa dan menurunkan optimalisasi pengangkatan minyak mentah (crude oil).

“Sumur-sumur mature di PEP Rantau kerap menghadapi persoalan kepasiran. Pasir yang ikut terproduksi dapat mempercepat kerusakan pompa serta mengganggu kinerja produksi,” ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.

Sebelumnya, pada 2023, tim telah mengimplementasikan inovasi We Are Fines untuk mengatasi persoalan tersebut. Sejak 2024, inovasi USAT dikembangkan sebagai solusi pelengkap yang lebih komprehensif.

Saat ini, metode We Are Fines telah diterapkan di seluruh sumur minyak yang dikelola PEP Rantau Field, sedangkan USAT hingga September 2025 telah diaplikasikan pada tiga sumur, yakni P-420, P-383, dan P-406.

Sebelum kedua inovasi tersebut diterapkan, risiko gangguan akibat kepasiran tercatat mencapai 62 persen. Manajemen optimistis penerapan menyeluruh teknologi ini akan semakin meningkatkan efisiensi dan penghematan operasional.

BACA JUGA :  Sekjen Kementerian ATR/BPN Pudji Prasetijanto Hadi Dikukuhkan sebagai Alumni Kehormatan KAPTI-Agraria

Tingkatkan Usia Operasi Pompa ESP
USAT dirancang untuk memperpanjang masa operasi pompa Electric Submersible Pump (ESP) yang rentan terdampak pasir. Dari total 87 sumur di PEP Rantau Field, sebanyak 29 sumur menggunakan pompa ESP.

Teknologi ini bekerja dengan menambahkan aksesori USAT di tengah lapisan tubing pompa. Perangkat tersebut berfungsi menahan pasir yang mengalami fallback agar tidak masuk kembali ke pompa. Pasir akan tertahan pada sela antara USAT dan tubing, sehingga pompa tetap dapat mengalirkan fluida ke permukaan secara optimal. Bahkan, sistem ini memungkinkan pompa melakukan reserve circulating apabila terjadi penyumbatan.

Petroleum Engineering PEP Rantau Field, Andi Surianto Sinurat, yang terlibat dalam pengembangan inovasi ini, menjelaskan bahwa biaya produksi USAT relatif ekonomis.

“Setiap aksesori USAT diproduksi dengan biaya sekitar Rp3 juta per unit, dengan estimasi masa pakai satu tahun. Biaya tersebut sudah mencakup material dan tenaga kerja. Proses pengerjaannya pun relatif singkat, sekitar tiga hari,” jelasnya.

Material yang digunakan antara lain mata bor, tubing, tubing coupling, dan kawat yang dirakit menjadi perangkat penahan pasir sederhana namun efektif.

Efisiensi Signifikan dan Pengakuan Nasional

Sejak Januari 2024 hingga September 2025, implementasi USAT tercatat mampu menekan biaya penggunaan rig hingga 50 persen serta mengurangi loss production sebesar 4 persen. Dampak tersebut berkontribusi langsung terhadap peningkatan produksi dan pendapatan perusahaan.

BACA JUGA :  Wakil Wali Kota Binjai Resmi Buka O2SN Tingkat SD-SMP Tahun 2025

Menurut Andi, kombinasi inovasi We Are Fines dan USAT bukan hanya memberikan efisiensi biaya perawatan sumur, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan kepasiran secara berkelanjutan.

Atas keberhasilan tersebut, tim PC Prove Alumni Pasir PEP Rantau meraih penghargaan Platinum dalam ajang Upstream Improvement & Innovation Award 2025 (UIIA) 2025 yang diselenggarakan Subholding Upstream Pertamina. Ajang tahunan ini diikuti 108 delegasi terbaik dari seluruh wilayah operasi Subholding Upstream.

Tomi Wahyu Alimsyah mengapresiasi kerja keras tim internal, khususnya fungsi Petroleum Engineering dan Well Service, yang terus menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan lapangan.

“Inovasi USAT merupakan karya internal perwira PEP Rantau Field. Ini adalah wujud komitmen kami dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendukung target produksi nasional,” pungkasnya.

(ABN/rel/basri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *