Scroll untuk baca artikel
#
AgamaMedanPendidikanPeristiwaSumatera Utara

MUI Sumut Tekankan Penguatan Ukhuwah dalam Pesantren Kilat SMAN 2 Medan

×

MUI Sumut Tekankan Penguatan Ukhuwah dalam Pesantren Kilat SMAN 2 Medan

Sebarkan artikel ini
Pesantren Kilat SMAN 2
MUI Sumut Tekankan Penguatan Ukhuwah dalam Pesantren Kilat SMAN 2 Medan

 

MEDAN — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melalui Komisi Ukhuwah Islamiyah menggelar kegiatan penguatan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan di SMA Negeri 2 Medan, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam agenda pesantren kilat Ramadan itu berlangsung sejak pukul 17.00 WIB dan diikuti siswa-siswi, guru, tenaga kependidikan, hingga guru magang asal Jepang. Acara kemudian dirangkai dengan buka puasa bersama.

Sekretaris Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut, Dr. H. M. Rozali, MA., hadir sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan urgensi penguatan ukhuwah islamiyah di kalangan pelajar, terutama di tengah derasnya arus informasi digital dan beragamnya perbedaan pandangan yang kerap memicu gesekan sosial.

“Generasi muda hari ini hidup dalam ruang informasi yang sangat terbuka. Jika tidak dibekali dengan nilai persaudaraan yang kokoh, perbedaan kecil bisa berkembang menjadi konflik yang tidak perlu,” ujarnya di hadapan peserta.

BACA JUGA :  Kelancaran Pencoblosan di Desa Sena Batang Kuis akan Terganggu Akibat Tumpukan Sampah

Rozali menjelaskan, ukhuwah islamiyah tidak sebatas konsep normatif, melainkan harus menjadi karakter yang tertanam dalam perilaku sehari-hari. Ia memaparkan empat pilar utama ukhuwah islamiyah, yakni ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling tolong-menolong), dan takaful (saling menjamin dan peduli).

Menurutnya, keempat pilar tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan sekolah yang harmonis, inklusif, dan produktif. “Sekolah adalah miniatur masyarakat. Jika nilai ukhuwah tumbuh di sini, maka kelak para siswa akan membawa semangat persaudaraan itu ke tengah masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif. Para siswa dan guru mengikuti ceramah dengan antusias. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan, mulai dari cara menyikapi perbedaan pendapat di media sosial hingga langkah konkret membangun solidaritas antarsiswa.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembinaan karakter selama Ramadan. Selain memperkaya wawasan keislaman, pesantren kilat ini juga menjadi ruang refleksi bagi para siswa untuk memperkuat integritas moral dan empati sosial.

BACA JUGA :  Pemko Binjai Raih Penghargaan SAKIP Award 2024 dari KemenPAN-RB

Melalui kegiatan ini, MUI Sumut berharap nilai-nilai ukhuwah islamiyah tidak berhenti sebagai materi ceramah, tetapi terimplementasi dalam sikap dan tindakan nyata. Semangat saling menghormati, peduli, dan bekerja sama diharapkan tumbuh kuat, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

(ABN/basri/imam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *