Scroll untuk baca artikel
#
HukumSumatera Utara

SANS Sumut Desak Wali Kota Medan Tutup Hiburan Malam Amavi, Diduga Tabrak Perda dan Dekat Rumah Ibadah

×

SANS Sumut Desak Wali Kota Medan Tutup Hiburan Malam Amavi, Diduga Tabrak Perda dan Dekat Rumah Ibadah

Sebarkan artikel ini
SANS Sumut Desak Wali Kota Medan Tutup Hiburan Malam Amavi, Diduga Tabrak Perda dan Dekat Rumah Ibadah

MEDAN (Asaberita.com) – Satuan Tugas Anti Narkoba Sekolah (SANS) Sumatera Utara menggelar aksi damai di tengah suasana bulan suci Ramadhan. Aksi ini bertujuan untuk memperkuat Surat Edaran Wali Kota Medan terkait penutupan tempat hiburan malam selama bulan puasa, sekaligus menyoroti keberadaan tempat hiburan yang berdiri berdampingan dengan rumah ibadah.

Plt Ketua SANS Sumut, Amiruddin Siregar SH, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pihaknya meminta Wali Kota Medan beserta jajaran untuk segera memberikan sanksi tegas terhadap pengusaha hiburan malam yang masih membandel dan melanggar Peraturan Wali Kota (Perwal) maupun Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan.

Secara khusus, SANS Sumut meminta Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara untuk memberikan ketegasan kepada Wali Kota Medan agar segera menutup tempat hiburan malam Amavi Medan. Hal ini dikarenakan lokasi bangunan tersebut bersebelahan langsung dengan tempat ibadah.

“Pembangunan tempat hiburan yang berdampingan dengan rumah ibadah sangat tidak disarankan karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau Perda mengenai penataan usaha hiburan. Selain melanggar aturan, hal ini juga mengganggu nilai-nilai kesusilaan dan ketertiban umum,” ujar Amiruddin Siregar SH kepada awak media.

BACA JUGA :  Alasan Kejari Medan Banding Vonis Tiga Bulan PPK Medan Timur: Masih Jauh dari Keadilan 

SANS Sumut Desak Wali Kota Medan Tutup Hiburan Malam Amavi, Diduga Tabrak Perda dan Dekat Rumah Ibadah

Amiruddin menambahkan bahwa keberadaan diskotik, pub, karaoke, bar, KTV, hingga klub malam yang berdekatan dengan masjid, gereja, atau pura, secara umum dianggap melanggar norma sosial-keagamaan. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan gangguan ketenteraman dan keamanan di tengah masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, SANS Sumut juga melayangkan pernyataan sikap kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Mereka meminta Presiden menginstruksikan jajaran mulai dari Gubernur, Kapolda, Pangdam, hingga Wali Kota dan Polrestabes Medan untuk menindak tegas Amavi Medan yang diduga menabrak Perda penataan tempat hiburan.

Selain sanksi administratif hingga penutupan paksa, SANS Sumut juga meminta Presiden Prabowo untuk memeriksa dan menindak tegas oknum Aparat Penegak Hukum (APH) yang diduga menjadi “beking” atau memiliki saham di tempat hiburan tersebut.

BACA JUGA :  Menggagas Transformasi Positif, Teguh Satya : Walikota Medan Wajib Mundur dari Jabatan

“Kami meminta Bapak Presiden memecat dan memeriksa aparat yang diduga membekingi usaha hiburan malam, terutama yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba dan menyalahi aturan bangunan,” tegasnya.

SANS Sumut berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi tegaknya supremasi hukum dan terjaganya kesucian bulan Ramadhan di Kota Medan. (has)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *