Scroll untuk baca artikel
#
Berita

Kades Sampali Doakan Warganya Sehat dan Mabrur di Tanah Suci

×

Kades Sampali Doakan Warganya Sehat dan Mabrur di Tanah Suci

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang – Suasana haru dan penuh doa menyelimuti kegiatan tepung tawar bagi calon jamaah haji yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat (24/4/2026).

Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa bersama bagi warga yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.

Kegiatan bertema “selamat jalan dhuyufurrahman, semoga menjadi haji yang mabrur, aamiin ya rabbal alamiin” itu diikuti sekitar tujuh orang warga Desa Sampali yang tahun ini mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Mereka dilepas dengan penuh kekhidmatan oleh pemerintah desa dan masyarakat.

Acara tersebut dihadiri langsung Kepala Desa (Kades) Sampali, M Ruslan, Ketua TP PKK Desa Sampali Ny. Ayu Tri Lestari Ruslan, bersama jajaran pemerintah desa.

BACA JUGA :  Kejari Medan Terima Tahap II Kasus Judi Online di Heaven Seven

Turut hadir Ketua Wirit Akbar Ibu-ibu Desa Sampali, Hj. Farida Hanum, beserta seluruh pengurus dan masyarakat yang memberikan doa serta dukungan.

Dalam sambutannya, Kades Sampali, M. Ruslan, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberangkatan warganya yang mendapat panggilan untuk berhaji.

Ia menilai, momen ini bukan hanya kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh desa.

“Semoga bapak dan ibu yang akan melaksanakan ibadah haji tetap diberi kesehatan serta perlindungan dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci,” kata M. Ruslan kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

Ia juga berharap para calon jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

BACA JUGA :  Tumirin Resmi Dibebaskan, Pengacara Angga Sitorus: Keadilan Bagi Masyarakat Kecil Terwujud

“Kami semua di sini mendoakan agar sepulangnya nanti menjadi pribadi yang lebih baik dan membawa keberkahan bagi lingkungan,” tambahnya.

Prosesi tepung tawar sendiri berlangsung khidmat, diiringi doa-doa dan harapan dari para tokoh masyarakat serta keluarga. Tradisi ini menjadi simbol restu dan harapan agar perjalanan ibadah para calon jamaah diberi kelancaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *