Scroll untuk baca artikel
#
PendidikanPeristiwaSumatera Utara

Antusiasme Mengalir di Astaka, Gebyar Pendidikan Sumut 2026 Jadi Magnet Ribuan Pengunjung

×

Antusiasme Mengalir di Astaka, Gebyar Pendidikan Sumut 2026 Jadi Magnet Ribuan Pengunjung

Sebarkan artikel ini
Gebyar Pendidikan Sumut 2026
Antusiasme Mengalir di Astaka, Gebyar Pendidikan Sumut 2026 Jadi Magnet Ribuan Pengunjung

DELI SERDANG – Memasuki hari kedua, Gebyar dan Pameran Pendidikan Sumatera Utara 2026 kian menunjukkan pesonanya. Kompleks Astaka di Jalan Willem Iskandar, Kecamatan Percut Seituan, dipadati ribuan pengunjung sejak pagi hingga siang, Minggu (3/5/2026). Suasana yang semula ramai berubah menjadi lautan manusia, didominasi pelajar berseragam yang datang berkelompok bersama guru mereka.

Perhelatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional ini tidak hanya menyuguhkan edukasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman rekreasi yang menyenangkan. Salah satu titik yang paling menyita perhatian adalah deretan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dipenuhi pengunjung. Aroma kuliner yang menggoda berpadu dengan hiruk-pikuk transaksi, menciptakan denyut ekonomi kecil yang terasa hidup di tengah arena pameran.

Para pelajar tampak tak sekadar berkeliling, tetapi juga menikmati sajian makanan, berburu aksesori, hingga duduk santai di area yang telah disediakan panitia. Harga yang ramah di kantong pelajar menjadi faktor utama yang mendorong tingginya minat belanja.

Di tengah keramaian itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Dewi Susantri Ujung, bersama jajaran kepala cabang dinas, kepala sekolah SMA/SMK, serta para guru, terlihat berbaur menyaksikan kreativitas siswa.

BACA JUGA :  KH Sehat Muda Mompang Doakan Pasangan Putra Mahkota - Achmad Fauzan

Panggung utama menjadi ruang ekspresi, menampilkan ragam pertunjukan mulai dari pembacaan puisi yang menyentuh, tarian tradisional yang enerjik, hingga parade kostum karakter animasi yang mengundang decak kagum.

Dinamika ekonomi di area UMKM diakui langsung oleh para pelaku usaha. Eka, salah seorang pedagang makanan, mengungkapkan lonjakan pengunjung berdampak signifikan terhadap penjualan. Ia menyebut kehadiran rombongan siswa dan guru menjadi berkah tersendiri.

“Ramai sekali, apalagi banyak guru yang mengajak muridnya mampir ke stan kami. Fasilitas tempat duduk juga membuat mereka betah,” ujarnya.

Untuk menarik lebih banyak pembeli, Eka dan sejumlah pelaku UMKM lainnya bahkan memberikan potongan harga khusus hingga 25 persen bagi pelajar yang datang mengenakan seragam. Strategi ini terbukti efektif, terlihat dari antrean yang terus mengular di beberapa stan.

Tak hanya sektor kuliner, panggung kompetisi juga menjadi magnet tersendiri. Pertandingan catur kategori SLB yang melibatkan siswa tuna rungu dan tuna netra menghadirkan nuansa berbeda, memancing empati sekaligus kekaguman pengunjung. Di sisi lain, turnamen e-sport Mobile Legends sukses menarik perhatian generasi muda yang memadati area pertandingan.

BACA JUGA :  Proyek Underpass Gatot Subroto Medan Memakan Korban, Sejumlah Pengendara Sepeda Motor Cedera Terjatuh

Di berbagai sudut lokasi, pengunjung juga memanfaatkan momen untuk mengabadikan kebersamaan. Area dekoratif, baliho, hingga peserta lomba kostum animasi menjadi latar favorit untuk berswafoto, menambah semarak suasana.

Memasuki sore hari, arus pengunjung belum menunjukkan tanda-tanda surut. Kegiatan yang resmi dibuka oleh Bobby Nasution pada 2 Mei 2026 ini masih akan berlangsung hingga 4 Mei 2026, memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk merasakan atmosfer perpaduan antara pendidikan, kreativitas, dan hiburan dalam satu panggung besar.

(ABN/basri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *