MEDAN – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melakukan penanaman pohon penghijauan bertajuk “FITK UINSU Peduli Ekologi”. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sivitas akademika FITK UINSU untuk kelestarian lingkungan kampus melalui penanaman tanaman yang memiliki nilai ekologis, produktif dan estetis, Rabu (03/06/2026) di pelataran kampus FITK UINSU.
Program penghijauan ini dilakukan dengan menanam 50 pohon gaharu dan 100 tanaman bunga krokot yang ditanam di halaman FITK UINSU. Pemilihan kedua jenis tanaman ini, memiliki makna tersendiri, karena pohon gaharu dikenal sebagai tanaman produktif yang bernilai ekonomi dan ekologis, sedangkan bunga krokot memiliki nilai estetika yang dapat memperindah suasana kampus.
Dekan FITK UINSU, Prof Dr Tien Rafida M.Hum mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran ekologis di lingkungan FITK UINSU. Menurut dia, gerakan penghijauan tidak sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam nilai, kesadaran, dan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Penanaman pohon gaharu dan bunga krokot tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan kampus, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam merawat ciptaan Allah SWT,” ujar Prof. Dr. Tien Rafida.
Dia menyampaikan, menjaga lingkungan merupakan bagian penting dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi. Dikatakannya, pohon gaharu memiliki nilai produktif dan ekologis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang.
“Bunga krokot mampu memberikan sentuhan keindahan sehingga lingkungan kampus menjadi lebih hijau, asri, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh sivitas akademika,” kata Prof Tien.
Dia menyebutkan, sebagai fakultas yang bergerak dalam bidang pendidikan dan keguruan, FITK UINSU memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Kegiatan ini turut melibatkan unsur pimpinan fakultas, di antaranya Wakil Dekan I FITK UINSU, Prof. Dr. Candra Wijaya, M.Pd., dan Wakil Dekan III FITK UINSU, Dr. Muhammad Rifai, M.Pd. Kehadiran unsur pimpinan fakultas menunjukkan bahwa gerakan peduli ekologi menjadi bagian dari komitmen kelembagaan dalam menciptakan kampus yang sehat dan berkelanjutan.
Koordinator kegiatan, Muhammad Faisal S.Si S.Pd M.Pd yang juga dosen Tadris Biologi, turut berperan dalam menggerakkan pelaksanaan program penghijauan tersebut. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan dosen diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem serta menerapkan nilai-nilai ekologi dalam kehidupan kampus.
“Kegiatan penghijauan ini juga mendapat dukungan dari para dosen seluruh program studi, tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lingkungan FITK UINSU. Partisipasi lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya menjadi tugas individu, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh warga fakultas,” katanya.
Bibit tanaman yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan hasil swadaya dosen dan mahasiswa FITK UINSU. Hal ini menjadi bukti nyata adanya semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sivitas akademika dalam mendukung terciptanya lingkungan kampus yang lebih hijau dan produktif.
Prof. Dr. Tien Rafida, M.Hum., memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap gerakan penghijauan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi awal lahirnya budaya ekologis yang terus tumbuh di lingkungan FITK UINSU.
“Semoga gerakan penghijauan ini menjadi awal dari lahirnya budaya ekologis di lingkungan FITK UINSU, sekaligus menjadi kontribusi nyata fakultas dalam mendukung terwujudnya kampus yang hijau, sehat, produktif, dan berkelanjutan,” ungkap Dekan FITK UINSU.
Prof Tien juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah keilmuan, kemanusiaan, dan keagamaan.
Dia menyebutkan, FITK UINSU memiliki komitmen dalam membangun kampus yang ramah lingkungan. Dengan semangat “Menanam Hari Ini untuk Kehidupan yang Lebih Baik di Masa Depan”, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus merawat bumi melalui tindakan nyata yang berkelanjutan. ** MSJ











