SURAKARTA – Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, mengutus tujuh peserta untuk mengikuti Training of Trainer (ToT) Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Surakarta.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pesantren Mahasiswa Internasional KH Mas Mansur UMS, Jumat–Minggu, (26–28/06/2026). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus, takmir, dan marbot dalam mengembangkan tata kelola masjid Muhammadiyah.
Tujuh utusan peserta LPCRPM tersebut di antaranya, Prof Dr Anang Anas Azhar MA (Ketua LPCRPM Sumut), Partaonan Harahap ST MT (Sekretaris LPCRPM Sumut), Ramlan MA (Ketua PCM Kampung Dadap), Maulana Ibrahim (Marbot Masjid Taqwa Kampung Dadap), Taupik Pasaribu, S.Ag (Ketua PCM Tanjung Sari), Dr Abdul Haris MSi (Wakil Ketua LPCRPM Sumut), dan Muhammad Arifin Lubis (Koordinator LPCRPM PP untuk Sumut).
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais saat membuka acara AM3 di UMS mengatakan, masjid memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sejarah perkembangan peradaban Islam.
Dahlan Rais mencontohkan ketika Nabi Muhammad SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah. Salah satu langkah pertama yang dilakukan Rasulullah adalah membangun Masjid Quba. “Masjid pada masa itu juga sekaligus menjadi pusat pemerintahan,” ujar Ahmad Dahlan Rais.
Menurutnya, dipilihnya masjid sebagai pusat kegiatan tidak terlepas dari kondisi masyarakat Islam ketika itu yang belum memiliki gedung khusus untuk menjalankan pemerintahan.
Dikatakan, masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan yang berkaitan dengan pertahanan, keamanan, penyusunan strategi, serta berbagai urusan kemasyarakatan. “Masjid juga digunakan untuk melaksanakan latihan fisik dalam menghadapi musuh yang datang, termasuk menjadi pusat perumusan berbagai kebijakan,” jelasnya.
Ahmad Dahlan Rais mengatakan fungsi strategis masjid pada zaman Nabi Muhammad SAW tetap relevan untuk dikembangkan pada masa sekarang. Masjid perlu menjadi pusat berbagai aktivitas yang membawa kemajuan bagi umat.
Salah satu fungsi yang paling melekat dengan keberadaan masjid adalah sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Berbagai kajian keislaman dan kegiatan pembelajaran dapat diselenggarakan secara berkelanjutan di lingkungan masjid.
“Ada kajian-kajian tentang keislaman. Kemudian, dapat pula dibangun ruang-ruang kelas yang terintegrasi dengan masjid,” terangnya.
Ia mengajak seluruh peserta ToT AM3 untuk bersama-sama menemukan formulasi pengembangan masjid Muhammadiyah agar mampu menjawab kebutuhan dan tantangan masyarakat saat ini. “Bagaimana dengan masjid Muhammadiyah? Marilah kita mencari formulanya,” ajak Ahmad Dahlan Rais.
Menurutnya, kemajuan peradaban suatu bangsa sangat bergantung pada penguasaan ilmu pengetahuan. Ilmu merupakan landasan fundamental untuk membangun kehidupan masyarakat yang maju, mandiri, dan berkemajuan. “Hal yang menjadi bagian sangat penting ialah bagaimana masjid dapat melekat dengan perkembangan ilmu pengetahuan,” tegasnya.
Ia menilai ketertinggalan umat dalam berbagai bidang salah satunya disebabkan oleh lemahnya perhatian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan secara serius dan berkelanjutan. “Kenapa kita tercecer di belakang? Karena dalam hal ilmu pengetahuan kita masih tertinggal dan belum mempelajarinya secara berkelanjutan,” katanya.
Selain mengembangkan ilmu pengetahuan, masjid juga harus berperan dalam membentuk moral, akhlak, dan karakter masyarakat. Peran tersebut semakin penting di tengah munculnya berbagai persoalan moral dalam kehidupan sosial.
Ahmad Dahlan Rais menyebut masyarakat saat ini mulai kehilangan tiga nilai yang sangat substansial, yaitu keteladanan, kesederhanaan, dan kejujuran. “Kita kehilangan keteladanan, kehilangan kesederhanaan, dan kehilangan kejujuran,” ungkapnya.
Karena itu, masjid Muhammadiyah diharapkan mengambil peran yang lebih strategis, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pembinaan akhlak, pemberdayaan masyarakat, dan pembentukan karakter umat.
“Apabila fungsi-fungsi tersebut dapat dijalankan dengan baik, masjid akan melahirkan manusia yang paripurna, insyaallah,” pungkasnya.** MSJ











