Scroll untuk baca artikel
#
Sumatera Utara

LPCRPM PWMSU Gelar Bimtek SICARA Tiga Cabang di Tanjung Morawa

×

LPCRPM PWMSU Gelar Bimtek SICARA Tiga Cabang di Tanjung Morawa

Sebarkan artikel ini
Teks foto : LPCRPM Sumut melakukan Bimtek pengisian data melalui Aoplikasi SICARA di Tanjung Morawa, PDM Deliserdang. (foto/msj)

 

MEDAN – Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (PWMSU) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengisian data melalui aplikasi Sistem Informasi Cabang dan Ranting (SICARA), Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di MTs Muhammadiyah 13 Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, tersebut diikuti pimpinan dan operator dari tiga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), yakni PCM Tanjung Morawa, PCM Batang Kuis, dan PCM Batang Kuis II, Kabupaten Deliserdang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LPCRPM PWMSU Prof Dr Anang Anas Azhar MA, Sekretaris LPCRPM PWMSU Partaonan Harahap ST, MT, Sekretaris LPCRPM PDM Deli Serdang Irwansyah Usman, Agen SatuMU Deli Serdang Feri Hardian SH, serta para ketua cabang dan operator ranting dari ketiga PCM.

Bimtek tersebut merupakan bagian dari program LPCRPM PWMSU dalam mempercepat pendataan Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Muhammadiyah secara akurat, lengkap, dan terintegrasi. Melalui SICARA, seluruh data organisasi di tingkat akar rumput diharapkan dapat dihimpun dan diperbarui secara berkala.

Dalam sambutannya, Prof Dr Anang Anas Azhar mengatakan, aplikasi SICARA memiliki posisi penting dalam pembangunan basis data Persyarikatan. Data yang tertata dengan baik akan membantu pimpinan mengetahui kondisi riil cabang, ranting, masjid, anggota, kader, serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

“Seluruh tingkatan, baik cabang, ranting, maupun masjid, harus terdata dengan rapi. Dengan data yang lengkap dan akurat, cabang dan ranting akan semakin berdaya, kuat, serta mampu menjalankan dakwah secara terencana,” katanya.

Prof Anang mengemukakan sejumlah pertanyaan mendasar yang hingga kini masih membutuhkan jawaban berbasis data, seperti berapa jumlah anggota dan warga Muhammadiyah, berapa jumlah cabang dan ranting yang aktif, serta berapa jumlah masjid dan Amal Usaha Muhammadiyah di setiap daerah.

BACA JUGA :  Politeknik Pariwisata Medan dan Pemkab Madina Jalin Kerja Sama Kembangkan Potensi Wisata

Menurutnya, jumlah warga Muhammadiyah tidak tepat apabila hanya didasarkan pada perkiraan. Jumlah tersebut perlu dibedakan antara anggota resmi yang memiliki identitas keanggotaan, warga yang aktif dalam kegiatan Persyarikatan, serta simpatisan Muhammadiyah. Karena itu, pengisian SICARA dan integrasi dengan Satu Data Muhammadiyah menjadi sangat penting.

Berdasarkan data terakhir yang disampaikan LPCRPM PWMSU pada Agustus 2025, Muhammadiyah Sumatera Utara memiliki 169 Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan 719 Pimpinan Ranting Muhammadiyah. Jumlah tersebut masih berada di bawah target pengembangan struktur, yakni 318 PCM dan 2.166 PRM.

Data tersebut menunjukkan bahwa Sumatera Utara masih membutuhkan penambahan sekitar 149 cabang dan 1.447 ranting untuk mencapai target minimal pengembangan struktur Persyarikatan. Karena itu, pendataan tidak hanya dimaksudkan untuk mencatat struktur yang telah terbentuk, tetapi juga untuk memetakan kecamatan serta desa dan kelurahan yang belum memiliki cabang atau ranting Muhammadiyah.

Khusus di lingkungan PDM Deli Serdang, berdasarkan data yang dipublikasikan pada April 2026, terdapat 10 Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan sekitar 90 Pimpinan Ranting Muhammadiyah. Keberadaan struktur tersebut menunjukkan besarnya potensi pengembangan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Deli Serdang.

Anang menegaskan data cabang dan ranting di Deli Serdang harus terus diverifikasi. Hal itu penting karena masih terdapat struktur, Amal Usaha Muhammadiyah, dan masjid yang secara geografis berada di Kabupaten Deli Serdang, tetapi secara administratif tercatat dalam struktur PDM kabupaten atau kota lain. SICARA diharapkan dapat membantu menata persoalan tersebut secara objektif.

Dalam pelaksanaan Bimtek, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai fungsi SICARA, tetapi juga langsung mempraktikkan proses masuk ke aplikasi, pengisian profil cabang dan ranting, pembaruan susunan pimpinan, pencatatan kegiatan organisasi, serta pendataan masjid dan aset Persyarikatan.

BACA JUGA :  BKPSDM Deli Serdang Pastikan Proses Kenaikan Pangkat ASN Transparan

Para operator juga dibimbing untuk memastikan setiap data yang dimasukkan dilengkapi dengan informasi pendukung. Kelengkapan data diperlukan agar hasil pemetaan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan program dakwah, kaderisasi, pemberdayaan ekonomi, pembinaan masjid, dan pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah.

Secara nasional, data Sekretariat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dipublikasikan pada November 2023 mencatat sebanyak 3.947 PCM dan 14.670 PRM di seluruh Indonesia. Data tersebut menunjukkan luasnya jaringan Muhammadiyah sekaligus pentingnya sistem informasi yang mampu memperbarui kondisi setiap struktur secara berkelanjutan.

LPCRPM PWMSU berharap para ketua cabang dan operator yang mengikuti Bimtek segera menindaklanjuti kegiatan dengan melakukan pendataan seluruh ranting dan masjid di wilayahnya masing-masing. Pendampingan juga akan terus dilakukan agar tidak ada cabang dan ranting yang tertinggal dalam proses digitalisasi organisasi.

Melalui penguatan SICARA, LPCRPM PWMSU menargetkan terbentuknya basis data CRM Muhammadiyah Sumatera Utara yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut selanjutnya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan dan penyusunan program pengembangan cabang, ranting, serta pembinaan masjid secara tepat sasaran.** MSJ

 

Tinggalkan Balasan