Scroll untuk baca artikel
#
PeristiwaSumatera Utara

Irigasi Aek Roburan Jebol, 500 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen, Wabup Madina Tinjau Lokasi

×

Irigasi Aek Roburan Jebol, 500 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen, Wabup Madina Tinjau Lokasi

Sebarkan artikel ini
Irigasi Aek Roburan Jebol
Wabup Madina Atika Azmi Utammi Nasution bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung kondisi irigasi Aek Roburan di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Senin (10/8/2026).

MANDAILING NATAL – Kerusakan tanggul Irigasi Aek Roburan di Desa Huta Lombang, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Madina. Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution bersama Plt. Sekda, Kadis Pertanian, Kadis PUPR dan sejumlah OPD terkait turun langsung meninjau lokasi, Senin (10/8/2026).

Kerusakan tanggul irigasi sepanjang sekitar 14 hingga 20 meter tersebut diduga terjadi akibat tingginya curah hujan. Kondisi itu menyebabkan pasokan air ke lahan pertanian terhenti dan mengancam sekitar 500 hektare persawahan di Kecamatan Puncak Sorik Marapi dan Lembah Sorik Marapi mengalami kekeringan hingga berpotensi gagal panen.

Dalam peninjauan tersebut, Wabup Atika menegaskan bahwa pemulihan jaringan irigasi menjadi prioritas karena keberadaannya merupakan penunjang utama aktivitas pertanian masyarakat.

“Kami turun langsung bersama Pak Sekda dan dinas terkait untuk melihat skala kerusakan secara riil. Air irigasi ini adalah urat nadi perekonomian petani. Kita tidak boleh membiarkan ratusan hektare sawah warga gagal tanam,” ujar Atika.

BACA JUGA :  Kanwil BPN Sumut Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97: Perkuat Semangat Persatuan dan Dedikasi Pelayanan Publik

Sebagai langkah awal, Pemkab Madina akan melakukan penanganan darurat melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, termasuk pemanfaatan pipa sementara serta alat berat untuk membantu mengalirkan kembali air ke wilayah hilir.

Plt. Sekda Madina menyebut, selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan kajian teknis untuk pembangunan kembali tanggul secara permanen agar lebih kuat menghadapi curah hujan ekstrem.

“Penanganan jangka pendek berupa pipanisasi dan pembersihan material segera dilakukan. Namun, kami juga mempersiapkan perencanaan bangunan permanen agar infrastruktur ini lebih kuat dan bertahan lama,” ujarnya.

Warga Desa Huta Lombang mengapresiasi respons cepat Pemkab Madina yang langsung turun ke lokasi setelah keluhan petani dan pemerintah desa diberitakan sejumlah media.

“Terima kasih kepada Ibu Wakil Bupati dan seluruh OPD yang sudah melihat langsung kondisi Irigasi Aek Roburan. Kami berharap perbaikannya bisa segera dilakukan karena ratusan hektare sawah masyarakat bergantung pada aliran irigasi ini,” ujar Herman Nasution, warga Huta Lombang.

BACA JUGA :  Dirjen PPTR Sebut Kriteria Penetapan Objek Penertiban Tanah Telantar SHM Berbeda dengan SHGU dan SHGB

Kepala Desa Huta Lombang Supriadi bersama tokoh masyarakat juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah. Warga berharap penanganan segera terealisasi sehingga pasokan air kembali normal dan mata pencaharian ratusan kepala keluarga petani dapat terselamatkan.

(ABN/Dedi Mulia)

Tinggalkan Balasan