BINJAI — Pemerintah Kota Binjai menyambut pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang mempertemukan mahasiswa Universiti Utara Malaysia (UUM) dengan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Mengusung semangat kolaborasi lintas negara, program ini diarahkan untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan KKN Internasional tersebut diselenggarakan Indonesian Regional Coordinator International Association of Economics and Business (IAEB) dan secara resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Binjai, Drs. Eka Edi Saputra, M.M., yang mewakili Wali Kota Binjai, di Aula Pemerintah Kota Binjai, Sabtu (15/8/26).
Program bertema “Youth in Action: Driving Sustainable and High-Impact Community Service” ini berlangsung pada 13–21 Agustus 2026. Kegiatan pengabdian dipusatkan di Kelurahan Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan.
Peserta KKN berasal dari Universiti Utara Malaysia serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, yakni Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, UIN Sumatera Utara, Universitas Audi Indonesia, STIE Miftahul Huda Subang, STIT Al Washliyah Binjai, STAIS Darussalam Kunir, Universitas Dr. Soetomo Surabaya, Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary, STIT Batubara, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Universitas Surya Kancana Cianjur, dan STKIP Budidaya Binjai.
Dalam sambutannya, Eka Edi Saputra menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta KKN Internasional. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antarlembaga pendidikan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Binjai sangat terbuka terhadap kerja sama dengan perguruan tinggi, organisasi, maupun lembaga internasional. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Binjai yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Eka Edi Saputra.
Ia menilai KKN Internasional bukan hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi sarana membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta memahami keberagaman sosial dan budaya di tengah masyarakat.
Eka juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjalankan program pengabdian dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik almamater, serta menghormati nilai-nilai dan kearifan lokal masyarakat setempat.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Jaga sikap, etika, dan nama baik almamater selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” pesannya.
Pelaksanaan KKN Internasional diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan program yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Tanah Seribu. Kolaborasi mahasiswa lintas negara dan lintas perguruan tinggi tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan akademik serta kerja sama internasional di tingkat daerah.
(ABN/Qhusyai)
- Mahasiswa Malaysia dan Indonesia Bersatu Dorong Pengabdian Berkelanjutan – Agustus 16, 2026
- Membongkar “Design” Oligarkhi: Dua Front Dolar dan Beras Jadi Ujian Stabilitas Ekonomi 2026 – Agustus 15, 2026
- Leriadi Diamanahkan sebagai Wakil Ketua Umum DPP AMPI pada Rapat Pleno X – Agustus 15, 2026












