Cegah Stunting Sejak Dini, Siswi Remaja Putri Diberi Tablet Penambah Darah

Cegah stunting
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menghadiri acara Gerakan Nasional Aksi Bergizi Tahun 2022 Provinsi Sumut di Halaman Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Medan, Jalan Cik Ditiro Medan, Rabu (26/10/2022).

Asaberita.com, Medan – Untuk mencegah stunting atau gagal tumbuh sejak dini, pemerintah memberikan tablet penambah darah kepada para siswi remaja putri.

“Para siswi remaja putri ini nantinya akan dewasa dan menjadi calon-calon ibu. Dengan pemberian tablet penambah darah kepada siswi remaja putri, itu artinya kita ingin mempersiapkan calon-calon ibu yang sehat dan kuat”.

Demikian dikatakan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi pada pemberian tablet penambah darah kepada para remaja putri di SMA Negeri 1 Medan, dalam rangka upaya pencegahan stunting sejak dini bagi perempuan calon ibu, di halaman SMA Negeri 1 Medan, Jalan Teuku Cik Ditiro, Medan, Rabu (26/10).

Pemberian tablet penambah darah ini sebut Gubernur, merupakan bagian dari Gerakan Nasional Aksi Bergizi, program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Mengingat hingga kini kondisi stunting di Indonesia, khususnya di Sumut masih sangat memprihatinkan.

“Saya mengkhawatirkan masa depan anak-anak kita sekalian (dari masalah stunting). Untuk itu kita tidak bisa berpangku tangan. Makanya saya akan terus keliling ke sekolah-sekolah,” ujar Gubernur, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumut Dian Arief Trinugroho, Kepala Dinas Kesehatan Ismail Lubis dan Kepala Sekolah SMAN 1 Medan Ahmad Siregar.

nst
BACA JUGA :  Tolak Kenaikan BBM, FPDI-P DPRD Sumut Minta Gubernur Cabut Pergubsu No 1 Tahun 2021

Kekhawatiran itu, kata Gubernur, karena masalah stunting sudah ada sejak lama dan masih ada hingga kini. Untuk itu pemerintah terus berupaya menekan angka stunting, terutama pencegahan sejak dini bagi para perempuan yang nantinya akan melahirkan anak.

“Untuk itu, masa depan negara dan Sumatera Utara itu berada di pundak kalian para generasi penerus. Bayangkan kalau kita masih diselimuti masalah stunting. Apalagi 40% kabuapten/kota di Sumut masih diselimuti oleh anak-anak stunting,” ucap Gubernur dalam kegiatan yang diikuti para siswi SMAN 1 dan SMKN 10 Medan.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Ismail Lubis mengatakan, bahwa pemberian tablet penambah darah ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Aksi Bergizi yang merupakan program Kementerian Kesehatan. Termasuk aktivitas fisik dan olahraga ringan, serta mengedukasi masyarakat untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan protein hewani setiap hari.

BACA JUGA :  KAHMI: Pandemi Timbulkan Krisis, Semua Harus Bersatu Mengatasinya

Ismail menjelaskan, tablet penambah darah tersebut sebagai bentuk intervensi spesifik agar remaja putri yang nantinya kelak akan dewasa, bisa melahirkan anak yang sehat dan tidak mengalami stunting.

“Sebanyak 50 tablet diberikan kepada setiap anak berusia 12-18 tahun. Tablet tersebut dikonsumsi setiap seminggu sekali, salah satunya untuk mencegah anemia,” terangnya.

Ismail juga mengatakan bahwa saat ini angka stunting di Sumut mencapai 25,8%. Karenanya langkah pencegahan sejak dini, merupakan upaya menyehatkan perempuan agar melahirkan anak sehat. (dk/has)

 165 total views,  1 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published.