SERDANG BEDAGAI — Festival layang-layang digelar meriah di Dusun II Desa Jatimulya, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Sabtu hingga Minggu, 7–8 Februari. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini menjadi ajang penyaluran kreativitas sekaligus hiburan masyarakat usai musim panen.
Panitia mencatat sedikitnya 123 peserta ambil bagian dalam festival yang diikuti perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai serta peserta dari Kota Medan. Antusiasme warga terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi hingga sore hari.
Untuk memacu semangat peserta, panitia menyiapkan trofi dan hadiah uang tunai bagi para pemenang. Juara pertama memperoleh trofi dan uang pembinaan sebesar Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, juara ketiga Rp1 juta, serta juara keempat Rp500 ribu.
Salah seorang panitia menyebutkan, festival ini tidak hanya bertujuan sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan masyarakat dan menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang diminati generasi muda. “Respon masyarakat sangat positif. Banyak warga ikut membantu dan meramaikan kegiatan,” ujarnya.
Festival layang-layang ini digagas oleh tokoh muda Jatimulya yang dikenal dengan sapaan Si Tang atau Supratman. Di tengah masyarakat, Supratman dikenal aktif mendukung berbagai kegiatan sosial dan olahraga, khususnya sepak bola, serta kerap membantu pendanaan kegiatan kepemudaan di desanya.
Menurut warga, inisiatif penyelenggaraan festival ini dilatarbelakangi keinginan mengarahkan remaja pada aktivitas yang lebih positif dan kreatif, sekaligus menjauhkan mereka dari perilaku menyimpang. Permainan layang-layang yang telah lama menjadi tradisi selepas musim panen dinilai mampu menjadi ruang ekspresi seni sekaligus memperkuat interaksi sosial antarwarga.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai kehadiran kegiatan semacam ini memberi dampak positif bagi lingkungan desa. Selain melestarikan budaya permainan tradisional, festival juga dinilai mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan kepercayaan diri generasi muda melalui apresiasi terhadap kreativitas mereka.
Dengan penyelenggaraan yang meriah dan dukungan luas masyarakat, Festival Layang-Layang Jatimulya diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan serta terus menjadi wadah pembinaan kreativitas dan budaya positif di kalangan pemuda desa.
(ABN/Ishak/Rivai)
- KAMMI Sumut Gelar Muskerwil di Dairi, Teguhkan Peran Kawal Pembangunan – Februari 9, 2026
- MARAK Soroti Rencana Rapat Korsup KPK di Hotel, Nilai Berpotensi Pemborosan – Februari 9, 2026
- Festival Layang-Layang Jatimulya Meriah, 123 Peserta Ramaikan Ajang Kreativitas Pemuda – Februari 9, 2026











