Memahami Transaksi Followers Lewat Online

Muhammad Syahyuti Hasibuan. (foto/msj)

Oleh : Muhammad Syahyuti Hasibuan

 

Jual beli online sudah tidak asing lagi saat ini, jual beli online menjadi hal yang lumrah dan dibutuhkan masyarakat umum. Jual beli dianggap sebagai sarana untuk melakukan transaksi dengan cepat dan mudah. Melalui media online tersebut memungkinkan seseorang mudah untuk berinteraksi, berkomunikasi, bahkan melakukan perdagangan dengan orang dari segala penjuru dunia.

Penggunaan internet tersebut menyebabkan terbentuknya sebuah arena baru yang lazim disebut dengan dunia maya/media sosial. Setiap individu memiliki hak untuk berhubungan dengan individu yang lain tanpa batasan apapun yang menghalanginya, dalam kata lain media sosial dapat menghubungkan seluruh masyarakat digital atau mereka yang sering menggunakan internet dalam aktivitas kehidupan setiap hari.

Penggunaan media sosial salah satunya yaitu instagram saat ini lebih fokus kepada jumlah followers yang dimilikinya. Pengguna media sosial tersebut berlomba-lomba untuk mendapatkan followers sebanyak mungkin demi meningkatkan popularitas atau bahkan demi meningkatkan rasa percaya diri mereka. Fenomena tersebut lagi-lagi menjadi peluang para pelaku bisnis untuk mendapatkan sejumlah keuntungan, yaitu dengan cara menjual followers di media sosial.Followers adalah akun/Pemilik atau orang yang mengikuti sosial media seseorang, berbagai macam followers ditawarkan oleh para pelaku bisnis tersebut dari harga yang rendah sampai harga yang tinggi, semakin tinggi harga semakin banyak pula followers yang didapatkan.

Followers atau pengikut dalam bahasa sederhananya adalah fans (penggemar), semakin banyak follower berarti semakin terkenal orang yang menggunakan akun itu. Untuk mendapatkan follower secara gratisan sebenarnya dapat dilakukan sendiri hanya saja memerlukan waktu yang cukup lama. Dalam transaksi tersebut ditawarkan dua macam followers, yaitu followers aktif atau real human followers dan followers pasif atau bot followers.

Perbedaan dari followers aktif dan pasif adalah jika followers aktif, followers tersebut akun-akunnya dari orang Indonesia asli keunggulannya bisa comment dan like (selayaknya real akun) kelemahannya bisa unfollow jika tidak tertarik. Akun tersebut sangat cocok untuk sebuah olshop untuk mendapatkan pelanggan dengan cepat. Sedangkan followers pasif tidak bisa like/comment. Selain itu, dari kedua macam follower tersebut, konsumen dapat memilih kewarganegaraan mana yang akan diterapkan pada followersnya misalnya followers asli Indonesia, Arab, China, atau bisa juga acak.

BACA JUGA :  Menilik Potensi Wisata Kerukunan Sebagai Penyangga Kawasan Danau Toba

Bot follower adalah follower pasif yang tidak melakukan kegiatan apapun, manfaat dari follower ini adalah untuk menarik pengguna Twitte yaitu real human follower untuk mengikutinya dengan menunjukkan jumlah follower yang banyak. Namun dampak negatif dari follower ini khususnya bagi bisnis adalah tidak tercapainya tujuan bisnis karena follower tersebut tidak dapat diajak berinteraksi dan jika diketahui oleh masyarakat maka dapat menurunkan reputasi perusahaan atau perorangan yang memanfaatkan bot follower ini. Dampak lainnya bagi masyarakat yang tidak teliti akan tertipu dengan banyaknya jumlah follower pada akun Twitter seseorang.

Bot follower dibagi menjadi dua yaitu bot follower yang dibuat banyak menggunakan tool dan real human follower yang sengaja dikonversi menjadi bot follower. Pada bot follower yang ke dua ini biasanya dilakukan oleh pebisnis yang membutuhkan kemudahan dengan melakukan perintah otomatis sesuai dengan pengaturannya. Perintah-perintah otomatis seperti mengirim direct message, retweet dan mentions.

Pembeli khususnya pebisnis online yang menggunakan aplikasi ini mencampur antara real human follower dan bot follower, setelah real human follower sudah banyak, mereka merubah akunnya menjadi bot follower. Dengan dirubahnya akun tersebut, maka sistem pada akun yang mengikutinya akan mengalami gangguan, artinya sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Untuk menarik konsumen para penyedia jasa followers biasanya menawarkan promo-promo menarik dengan potongan harga yang tinggi, sebagai contoh untuk harha normal 500 followers dengan harga Rp.35.000 dengan adanya promo bisa followers bisa didapat dengan harga Rp.25.000 dan 1000 followers dengan harga Rp.50.000 dengan adanya promo tersebut 1000 followers bisa di dapat dengan harga Rp. 40.000 dengan mendapatkan garansi selama 30 hari.

BACA JUGA :  Model Belajar Anak Usia Dini di Era Covid-19

Untuk proses pembelian followers tersebut pembeli dapat mentransfer uang melalui Bank ke nomor rekening yang sudah ditentukan sebelumnya oleh penjual, bisa juga melalui rekening bersama dan bisa pula via pulsa Dalam transaksinya penjual follower tersebut tidak memberi adanya keterbukaan atau kejujuran terhadap konsumen sehingga dapat menimbulkan unsur spekulasi. Selain itu, terdapat pula penjual followers yang melakukan kecurangan terhadap pembeli followers, salah satunya adalah ketika seseorang membeli followers dan hanya menginginkan followers aktif saja, tetapi setelah dilakukan transaksi ternyata penjual mencampurkan antara bot followers dan yang real human followers, sehingga pihak pembeli merasa dirugikan.

Jual beli follower diperbolehkan karena didalamnya tidak mengandung unsur tidak saling suka. Karena pada awalnya jual beli merupakan transaksi suka sama suka yang dilakukan antara penjual dan pembeli, Transaksi ini pada dasarnya sama saja dengan transaksi pada umumnya terdapat penjual, pembeli, barang yang diperjualbelikan dan alat penukar. Dalam jual beli ini pun terdapat beberapa kasus yang ditemukan bahwa ada penjual yang mengelabuhi pembeli dengan mencampur antara yang real human dengan real looking, padahal sebenarnya pembeli menginginkan yang real human saja. ** msj

 

** Penulis adalah Mahasiswa Program Hukum Ekonomi Syariah UINSU Medan, Peserta KKN-DR 2020 Kelompok 119**

 

2,079 total views, 3 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *