MEDAN – Sebanyak 49 siswa dan sembilan guru di SD Negeri 064985, Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) pada Rabu, 8 April 2026.
Para siswa yang mengikuti kegiatan belajar pada sesi pagi itu diketahui mengonsumsi makanan tersebut.
Namun, usai pulang sekolah, mereka mulai merasakan gejala seperti mual, sakit perut dan muntah.
Kepala SD Negeri 064985 Ernida Fauzia, S.Pd., melalui penanggungjawab MBG sekolah, Juilet Manik, S.Pd., saat dikonfirmasi Jumat (10/4/2026), membenarkan adanya kejadian tersebut.
Juilet menjelaskan, pihak sekolah menerima laporan dan keluhan dari siswa pada keesokan harinya.
Setelah itu, guru langsung melakukan pendataan di setiap kelas.
“Awalnya siswa mengeluh kemudian saya langsung mendata di setiap kelas. Hasilnya, ada sekitar 50 siswa yang mengalami mual dan sakit perut,” kata Juilet.
Selain itu, pada hari berikutnya, beberapa siswa dilaporkan tidak masuk sekolah.
Mereka diduga mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG tersebut.
Juilet juga menyampaikan bahwa saat makanan diterima di sekolah, kondisinya terlihat layak konsumsi.
“Saat makanan datang, kami sempat mengecek. Secara fisik terlihat segar dan tidak berbau,” ujarnya.
Meski demikian, setelah dikonsumsi, sejumlah siswa justru mengalami keluhan kesehatan.
Tidak hanya siswa, beberapa guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa.
Salah satu siswa kelas V turut mengungkapkan pengalamannya setelah mengonsumsi makanan tersebut.
“Perut saya terasa sakit. Tidak lama kemudian mual dan muntah,” ungkapnya.
Selanjutnya, ia mulai merasakan gejala tidak lama setelah makan di sekolah.
“Setelah makan MBG, perut saya langsung mules. Saya beberapa kali BAB di sekolah,” ujarnya.
Setibanya di rumah, kondisi tersebut belum membaik.
“Sampai di rumah saya juga masih BAB,” tambahnya.
Ia juga menyebut sejumlah temannya mengalami keluhan yang sama.
Lebih lanjut, dari informasi yang dihimpun, menu MBG tersebut dikelola oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Helvetia Timur yang berada di bawah naungan Yayasan Sehat Dan Pintar Anak Indonesia.
Karena itu, pihak sekolah saat ini masih terus memantau kondisi siswa yang terdampak.
Sementara itu, pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Namun demikian, dugaan sementara mengarah pada MBG yang dikonsumsi secara bersamaan.
Di sisi lain, upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan, Andy Yudhistira, M.Pd., melalui sambungan telepon seluler.
Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.
Hingga saat ini, belum ada hasil resmi terkait penyebab kejadian tersebut.
Kasus ini pun menjadi perhatian orang tua siswa dan berharap adanya pengawasan lebih ketat terhadap kualitas makanan yang diberikan di lingkungan sekolah guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (ABN/dan)
- Lahir di Lingkaran Seragam: Dedikasi Panjang Syaiful Syafri untuk Polri dan Sumut – April 19, 2026
- Dihadiri Ketum PP, Halalbihalal FOKAL IMM Sumut di UMSU Tegaskan Peran Strategis Kader – April 18, 2026
- Munas VI KBPP Polri Diwarnai Polemik, Pendiri Sumut Minta Pendaftaran Caketum Diperpanjang – April 18, 2026











