MEDAN — Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus penyembelihan 66 hewan kurban, Rabu (27/5), di Kampus UMSU Jalan Kapten Mukhtar Basri No. 3 Medan.
Dari total 66 hewan kurban tersebut, sebanyak 40 ekor disembelih di kampus utama UMSU Jalan Kapten Mukhtar Basri dan dagingnya dibagikan kepada 3.605 penerima kupon. Sementara itu, satu ekor disembelih di Kampus Pascasarjana Jalan Denai, dua ekor di Kampus Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta tiga ekor di Kampus Terpadu Desa Saintis.
Selain itu, sebanyak 20 ekor sapi kurban didistribusikan kepada masyarakat sekitar kampus dan warga di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T), seperti Pakpak Bharat, Nias Utara, dan Desa Binaan Jaring Halus.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., mengatakan tradisi kurban di UMSU bukan sekadar menjalankan syariat Islam, tetapi juga bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Tradisi ini bukan hanya menjalankan perintah dan sunah ibadah haji maupun ibadah kurban. Lebih jauh dari itu, UMSU ingin dampak berkurban ini dirasakan oleh seluruh masyarakat, baik masyarakat sekitar kampus maupun masyarakat di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan,” ujarnya.
Menurutnya, komitmen tersebut menjadi tradisi yang harus terus dijaga dan dirawat oleh keluarga besar UMSU sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
“Harapannya, kurban ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk senantiasa mengorbankan apa yang dicintai sebagaimana disyariatkan pada masa Nabi Ibrahim. Sebagai PTMA, kita berkomitmen untuk terus melanjutkan tradisi ini,” katanya.
Prof. Akrim juga menyebut semangat berkurban di lingkungan UMSU terus meningkat dari tahun ke tahun, termasuk dukungan dari berbagai mitra yang ikut berkolaborasi dalam kegiatan sosial tersebut.
“Tahun ini mitra UMSU bertambah, ada dari Maybank dan Bank Syariah Nasional. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak yang bergabung. Semua berkomitmen mendukung kegiatan sosial di UMSU, tidak hanya kurban tetapi juga kegiatan lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP., menilai keberhasilan pelaksanaan kurban tidak terlepas dari semangat kebersamaan seluruh elemen kampus dan masyarakat.
“Semangat kebersamaan yang dibangun ini tidak mungkin terwujud tanpa pengorbanan dan semangat berbagi bersama. Inilah modal utama kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi penyembelihan hewan kurban di UMSU telah berlangsung sejak era kepemimpinan rektor sebelumnya dan terus dirawat hingga kini. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap UMSU.
Dalam kesempatan itu, Rektor UMSU Prof. Akrim bersama Ketua BPH Prof. Dr. Agussani, MAP., Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Arifin, M.Hum., Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si., serta para pimpinan fakultas dan kepala biro menyerahkan secara simbolis masing-masing dua ekor hewan kurban kepada masyarakat Lingkungan 3 dan Lingkungan 8 (pinggir rel) Glugur Darat II di belakang kampus utama UMSU.
Tokoh masyarakat Lingkungan 3 Glugur Darat II, Yardin Siregar, mengaku bangga atas perhatian yang diberikan UMSU kepada warga sekitar kampus.
“Kami bangga dihadiri langsung rektor baru dan Ketua BPH. Ini bentuk perhatian kepada kami sebagai masyarakat sekitar kampus. Terima kasih karena UMSU memberikan hewan kurban secara berkesinambungan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat pinggir rel, Ustad Dakwah Batubara, yang menyebut bantuan hewan kurban dari UMSU telah berlangsung selama empat tahun berturut-turut.
“Ini tahun keempat yang diberikan Allah melalui UMSU. Kita bersyukur kepada Allah SWT, semoga kegiatan ini terus berlanjut,” katanya. (ABN/dan)











