JAKARTA — Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor KemenP2MI, Jakarta Selatan, Senin (20/04/2026).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Menteri P2MI, Drs. H. Mukhtarudin, bersama Rektor UNPRI, Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes. Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk membangun sistem penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lebih modern, terintegrasi, dan berdaya saing global.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat KemenP2MI, di antaranya Sekretaris Jenderal Komjen Pol. Dr. Dwiyono, Staf Khusus Bidang Transformasi Digital Ilham Akbar Mustafa, Kepala BP3MI Sumatera Utara Harold Hamonangan, serta Kepala BP3MI DKI Jakarta Dr. Arman Muis. Dari pihak UNPRI, Rektor didampingi Wakil Rektor IV, Dr. dr. Ali Napiah Nasution, MKT, MKM, Sp KKLP(K), COPC.
Salah satu poin utama kerja sama ini adalah pengembangan Migran Centre di lingkungan kampus UNPRI sebagai pusat layanan terpadu (one stop service). Fasilitas ini akan melayani berbagai kebutuhan calon pekerja migran, mulai dari pelatihan keterampilan, edukasi prosedur penempatan, hingga pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.
“Dengan dukungan lima rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang dimiliki, UNPRI dinilai memiliki keunggulan dalam menyediakan layanan medical check-up yang terintegrasi dengan pelatihan berbasis kompetensi. Hal ini diharapkan mampu melahirkan tenaga migran dengan keterampilan menengah hingga tinggi yang siap bersaing di pasar global,” kata Menteri P2MI.
Rektor UNPRI, Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes mengatakan, kerja sama ini memperkuat konsep link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri internasional. UNPRI mendorong penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja global, termasuk peningkatan kemampuan bahasa, keterampilan teknis, dan literasi global.
“Inisiatif ini sejalan dengan visi Sociotechnopreneurship UNPRI, yang menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kewirausahaan sosial. Mahasiswa tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai talenta adaptif yang mampu menciptakan peluang di tingkat internasional,” kata rektor.
Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pekerja migran Indonesia menjadi tenaga profesional yang kompeten, berdaya saing, dan terlindungi secara hukum. Dengan sistem yang terintegrasi sejak bangku kuliah, lulusan UNPRI diharapkan siap bekerja sekaligus bersaing di tingkat global. (ABN/dan)











