Implementasi Artificial Intelligence di Bidang Pendidikan

Khairun Azrianti (foto/msj)

Oleh : Khairun Azrianti

DI zaman modernisasi seperti saat ini, manusia bergantung pada teknologi. Teknologi menjadi kebutuhan dasar setiap orang. Mulai dari anak-anak, remaja hingga para ahli dan orang awam pun menggunakan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan terutama teknologi artificial intelligence atau dapat diartikan dengan kecerdasan buatan yang saat ini tengah berkembang sangat pesat dan mempermudah suatu perkerjaan bagi setiap orang. Khususnya di bidang pendidikan yang saat ini memasuki pembelajaraan di era revolusi industri 4.0.

Siapa menyangka artificial intelligence merambah ke dunia pendidikan. Salah satunya adalah sistem yang dapat mempersonalisasi pembelajaran untuk tiap murid. Sistem AI juga memungkinkan orang belajar dengan bantuan education assistant seperti bot. Konten-konten pembelajaran digital yang terpersonalisasi juga dapat dihadirkan berkat AI dan machine learning. Buku-buku teks yang tebal kini dapat dipilah-pilah menjadi konten yang lebih ringkas, lebih enak dibaca dan dipahami, seperti panduan belajar, ringkasan, flashcard, atau catatan pendek.

Apalagi dalam situasi seperti pandemi ini, mengakibatkan proses  pembelajaran menggunakan  metode daring, semua pembelajaran dibuat secara online untuk mempermudah Informasi, komunikasi  pembelajaran daring yang mempunyai fungsi sebagai media penyampaian pesan dan informasi kepada murid. Guru dapat mengunakan media pembelajaraan dengan menggunakan aplikasi seperti Latitude Learning, Skype, Google Hangouts Meet, Zoom, Discord, WhatsApp, Edmodo, Ruang Guru dan Google Classroom. Sarana-sarana tersebut dapat digunakan secara maksimal, sebagai media dalam melangsungkan pembelajaran seperti di kelas .Dengan menggunakan media online itu, secara tidak langsung kemampuan menggunakan serta mengakses teknologi semakin dikuasai oleh siswa maupun guru.

Istilah artificial intelligence (AI) digunakan pertama kali pada tahun 1956 oleh John McCharty dari MIT (Massachusetts Institute of Technology). Menurut John McCarthy mengenai apa itu artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang dimaksud di sini merupakan proses memodelkan cara berpikir manusia dan mendesain suatu mesin agar dapat berperilaku layaknya manusia. Dan Kelakuan cerdas menurut Alan Turing didefenisikan sebagai kemampuan untuk mencapai performasi yang sama atau lebih dari performasi manusia pada umumnya dalam cognitive tasks (tugas-tugas yang membutuhkan pemahaman akan tugas tersebut).

AI sendiri berkerja dengan cara menggabungkan adanya sejumlah data, pengolahan yang berulang, serta algoritma cerdas. Hal ini justru memungkinkan perangkat lunak supaya dapat belajar dengan cara otomatis dari pola atau fitur yang ada dalam data. Ai juga bisa dikatakan sebuah bidang studi yang amat sangat luas. Cakupan teori, metode, teknologi dan sub bidang yang ada pada AI sangatlah banyak meliputi pembelajaraan mesin, jaringan neural, komputasi kognitif, visi komputer, kemudian pemprosesan bahasa secara ilmiah.

Adapun contoh beberapa robot dengan artificial intelligence yang digunakan dalam bidang pendidikan yaitu; Pertama, Microbot memiliki 2 jenis ribot masing-masing Microbot Minimower serta Microbot Teachmower. Minimower sendiri bisa dengan mudah untuk diprogram menggunakan Apple atau bisa juga melalui TSR-80. Sementara itu, Teachmower sendiri dapat digunakan sebagai simulasi robot industri serta memakai teach pendant untuk bisa memprogramnya.

BACA JUGA :  Tapak Ir H Joko Widodo dan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul

Kedua, Robot Hero-01adalah robot yang diciptakan oleh Heath/Zenith dan bisa bergerak serta dirancang secara khusus demi membantu mempelajari robot industri. Terdapat sejumlah sensor yang ada pada Hero-01. Unit sensor tersebut dapat melakukan beberapa hal seperti mendeteksi gerak, mengukur jarak, membedakan dua buah suku kata , mendekteksi adanya perubhan cahaya dan sebagainya.

Ketiga, Rhino Robot XR-2 System Robot yang telah dibuat oleh Rhino Inc. Ini dipakai untuk melakukan simulasi terhadap operasi dari robot- robot industri dan dapat dilakukan pemrograman lewat komputer Apple. Program untuk robot ini sendiri dapat juga disimpan di disk.

Perkembangan teknologi AI semakin pesat di era globalisasi saat ini, dan tidak bisa dihindari lagi dan sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Tuntunan global menunut dunia pendidikan untuk selalu dan menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap peningkatan mutu pendidikan terutama penyesuaian teknologi informasi dan komunikasi terhadap dunia pendidikan khususnya di dalam proses pembelajaran. Menurut H. Hamzah B.uno san Hj. Nina Lametenggo, (2011, 61) dalam budiman (2017). Mengatakan bahwa kecendrungan pendidikan di indonesia di masa mendatang sebagai berikut:

Pertama, Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (distance learning). Kemudian untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh dimaksukan sebagai strategi utama. Seperti pada masa pandemi sekarang pembelajaraan menggunakan metode daring.

Kedua, Sharing resource bersama antar pendidikan/latihan dalam sebuah jaringan perpustakaan dan istrumen pendiikan lainnya (guru, laboraturiom) berubah fungsi menjadi sumber informasi dari pada sekedar rak buku. Bahkan sekarang sudah ada aplikasi perpustakan digital yang bisa di akses kapan saja.

Ketiga, Dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi dalam dunia pendidikan, maka pada saat itu sudah dimungkinkan untuk diadakan jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antar mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainnya.

Menurut Yanuar Nugroho PhD, deputi II bidang kajian dan pengolahan isu-isu sosial, Ekologi, dan budaya strategis, kantor staf presiden indonesia menegaskan. Kemajuan teknologi adalah bagaian dari, dan harus dimanfaatkan untuk, membangun keadabaan (civility) manusia. Dalam hal ini, AI sebagai satu pilar Revlusi industri 4.0 bisa berperan sentral dalam memfasilitasi proses belajar yang termediasi oleh teknologi. Misalnya, dengan big data, AI bisa membantu proses indentifikasi talenta unggul, pemetaan munculnya keahlian-keahlian yang dibutuhkan, dan mendorong inklusivitas pendidikan.

Adapun yang dapat AI lakukan di  bidang pendidikan adalah, Pertama, Pembelajaran yang lebih cerdas Pembelajaran dalam sistem AI ini merupakan pembelajaran yang dipersonalisasi sehinggga meningkatkan pengalaman belajar siswa. Pembelajaran AI dalam sistem individual ini menunjukan bahwa hal ini dapat meningkatkan fokus siswa. Pasalanya, AI memiliki kemampuan untuk mengajar siswa secara individual dan mengenali area yang dibutuhkan untuk menemukan cara pengajaran yang tepat pada siswa melalui kecerdasan buatan tersebut.

BACA JUGA :  Menakar Peluang 5 Calon Rektor UINSU

Kedua, Indentifikasi bila siswa tidak mengerti Kecerdasan AI bisa mengidenifikasi konsep seperti apa yang tidak dipahami oleh siswa. Sehingga nantinya AI bisa melakukan penyesuaian untuk menemukan cara baru dalam membantu pembelajaran siswa. Blackboard, salah satu alat di bidang pendidikan kini banyak digunakan perguruan tinggi. Sebuah platform online ini digunakan para profesor untuk menulis catatan, perkerjaan rumah, kuis dan tes, dan memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan dan tugas untuk penilaian. Alat ini juga bisa mengidentifikasi alasan di balik ketidak pahaman siswa.

Ketiga, Menilai tugas Manfaat lain dari program AI yaitu menilai kedua pilihan ganda dan pertanyaan dengan jawaban singkat. Ke depannya, AI juga bisa menilai pertanyaan esai. Para guru tidak perlu lagi mengahabiskan waktu mengerjakan tugas menilai setiap jam karena guru dapat lebih berkonsentrasi pada pengajaran dan interaksi satu lawan satu saja. Siswa juga mendapat hasil nilai langsung melalui AI. Mereka tak perlu menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan nilai mereka. Siswa juga akan menuai keuntungan dari guru yang memiliki waktu tambahan untyk proses belajar mengajar.

Terakhir,  yang ingin saya katakan dari pembahasan di atas adalah perubahan akan tuntutan itulah yang menjadi dunia pendidikan memerlukan inovasi dan kreativitas dalam proses pembelajaraannya. Dengan perkembangnya artificial intelligence di dalam bidang pendidikan untuk membatu proses kegiatan sehari-hari termasuk belajar-mengajar.

Salah satu manfaat AI adalah terjadi pada masa pandemi sekarang ini adalah biasanya pembelajaraan dilakukan di dalam gedung kini bertansformasi ke dunia maya, tanpa harus bertemu dengan guru dan dilakukan secara daring yang bisa diakses dimanpun dan kapanpun. Hal ini bermanfaat agar pembelajaran akan terus tetap berlanjut tanpa beresiko terpapar dengan Covid-19. Beberapa perusahaan teknologi telah menerapkan AI di antaranya Amazon, Microsoft, UNESCO hingga Google dan Pendiri Microsoft,  Bill Gates juga merekomendasikan pemanfataan  menggunakan AI di bidang pendidikan. Bahkan Bill Gates mengatakan  bahkan AI akan memperbaiki pendidikan dalam banyak hal.** msj

 

** Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Jurusan  Ilmu Komputer UINSU Medan, peserta KKN-DR & KKN KS 2020 Kelompok 119 **

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9,870 total views, 30 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *