Mangapul Minta Aparat Hukum Usut Tuntas Manipulasi Timbangan Sembako Bantuan Pemprovsu

Manipulasi Timbangan
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba

Asaberita.com – Medan – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Mangapul Purba meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan manipulasi timbangan/takaran Sembako bantuan Pemprovsu kepada masyarakat program percepatan penanggulangan Covid-19.

“Aparat harus segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan. Diduga ada tikus-19 yang menggerogoti bantuan pada masyarakat terdampak Covid-19,” ujar Mangapul Purba melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Selasa (19/5/2020), di Medan.

Hal ini disampaikan Mangapul menanggapi ditemukannya ada “permainan” pemberian bantuan Sembako di Simalungun. Di mana, timbangan/takaran pada beras dan gula yang menjadi komponen bantuan berkurang dari yang seharusnya.

Kemungkinan besar, brrkurangnya timbangan/takaran bantuan Sembako Pemprovsu yang diberikan ke masyarakat itu tidak hanya terjadi di Simalungun, tetapi juga terjadi di seluruh daerah lainnya di Sumut.

Karenanya, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut ini, juga meminta Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Sumut, dalam hal ini Gubsu Edy Rahmayadi, agar mengevaluasi jajarannya yang menjadi pelaksana pemberi bantuan.

“Ini benar-benar parah kalau memang terjadi. Ini bisa jadi preseden buruk bagi upaya penanggulangan Pandemi Covid 19”, tegasnya.

Kemudian Mangapul menambahkan, bahwa seharusnya tidak ada pihak yang main-main mengurangi timbangan. Karena hal tersebut perbuatan tidak bermoral dengan mencurangi dan merongrong bantuan untuk rakyat miskin.

“Bayangkan kalau setiap paket dimanipulasi 2 Kg dan dikalikan 78.000 paket, itu sudah 156 ton. Jumlahnya tidak sedikit itu”.

BACA JUGA :  Kejagung Telusuri Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki

“Tolonglah jangan main-main dengan penderitaan rakyat. Mbok ya dipahami betul aturan main atau regulasinya dalam memberikan bantuan,” imbuh Mangapul geram.

Untuk itu, menurut Mangapul, Fraksi PDI Perjuangan akan mengawasi seluruh bantuan yang ada di daerah agar tidak adalagi kecurangan timbangan dalam sembako yang disalurkan kepada masyarakat.

Fraksi PDI Perjuangan secara tegas juga meminta agar pihak Pemprov, Polda, Kejatisu jangan lalai dengan masalah seperti ini, apalagi dibiarkan.

“Harus langsung ditangani dengan cepat, karena kalau seluruh Kabupaten/Kota terjadi praktik seperti ini, maka kita bisa bayangkan apa yang terjadi.

“Ini yang selalu kita wanti-wanti jika ada bahaya Tikus-19 selain Covid-19. Dan kita akan awasi terus agar tidak ada pihak yang mengeruk keuntungan ditengah pandemi,” tegas Mangapul.

Dalam kesempatan itu Mangapul juga menghimbau masyarakat agar melaporkan ke aparat keamanan apabila mendapati ada bantuan yang disunat, agar rakyat tidak dirugikan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk melaporkan bila menemui kecurangan dalam bantuan sembako Pemerintah. Dan rakyat harus berani melapor ketika ada kecurangan dan manipulasi yang nyata,” himbau Mangapul.

Sebelumnya, dilansir dari hariansib.com, Anggota DPRD Sumut Dapil Kabupaten Simalungun dan Pematangsiantar, Rony Reynaldo Situmorang dan Hj Hidayah Herlina Gusti kepada wartawan melalui telepon selular, Senin (18/5/2020) malam, menyampaikan adanya dugaan kecurangan ini seusai menggelar Sidak serah terima 78.659 paket Sembako bantuan Pemprov Sumut kepada Pemkab Simalungun.

BACA JUGA :  Founder Korma Preneur: Penusuk Syeikh Ali Jaber Orang Gila Apa Pembunuh Bayaran?

“Dari 8 truk yang bermuatan paket Sembako, salah satu truk kita minta dilakukan cek ulang muatannya berdasarkan item produk, kualitas barang dan kesesuaian jumlah beratnya,” ujar Rony.

Berdasarkan data yang diperoleh Rony, satu paket sembako seharusnya berisikan, beras 10 kg, gula 2 kg, minyak goreng 2 liter dan mi instan 20 bungkus.

Tapi ketika diturunkan 20 kardus sebagai sample dari salah satu truk, kata politisi Nasdem ini, ternyata setelah ditimbang, berat satuan paket sembako tidak sesuai alias dimanipulasi. Misalnya, beras beratnya variatif, ada 8,5 Kg – 9,5 Kg (tidak penuh 10 Kg) dan gula hanya 1,75 Kg.

“Melihat kondisi itu, tentu kita protes sehingga terjadi perdebatan dengan pihak utusan Pemprov Sumut maupun pihak supplier pengadaan barang, dan akhirnya disepakati agar 1 truk dan sembako ditarik lagi ke Medan, guna dilakukan penghitungan ulang,” tandas Rony. (has)

993 total views, 6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *