Pemerintah Harus Tegas Tolak Masuknya 600 Warga ISIS ke Indonesia

Wakil Ketua Bidang Komunikas Politik DPD PDI Perjuangan Sumut dan pendiri Aswaja Institute, Aswan Jaya (Foto: ist)

Asaberita.com-Medan – Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI Perjuangan Sumut Aswan Jaya, meminta pemerintah dan masyarakat untuk berhati-hati dan tegas menolak masuknya 600 warga ISIS ke Indonesia.

Pasalnya, belakangan ini ada wacana yang berkeinginan untuk membawa masuk 600 warga yang sebelumnya sudah bergabung dengan ISIS kembali ke tanah air.

Menurut Aswan Jaya, perlu digaris bawahi bahwa awal mereka bergabung dengan ISIS dilakukan secara sadar dan mereka proklamirkan secara terbuka. Hal itu bisa dilihat melalui beberapa video yang memperlihatkan baiat mereka untuk bergabung dengan ISIS serta mereka membakar paspor Indonesia.

“Kalau dilihat gerakan awal mereka, maka saya tegaskan bahwa mereka bukan lagi WNI, tapi sudah menjadi warga negara ISIS. Maka, mereka tidak bisa lagi diperlakukan sebagai warga negara Indonesia, baik dari sisi kewarganegaraan maupun sisi sosial kemasyarakatan. Bahkan, menyebut mereka WNI juga adalah sebuah kesalahan,” ujar Aswan Jaya.

Pendiri Aswaja Institute ini juga menilai bahwa bergabungnya mereka ke ISIS juga dimulai dengan sebuah kesadaran. Mereka berpendapat bahwa sistem politik dan pemerintahan di Indonesia adalah sistem sesat atau toghut. Dan kesadaran awal ini merupakan kesadaran aktif, sehingga mereka menjadi tentara aktif bersama pasukan ISIS dan mendirikan negara sendiri dengan membuat kekacauan di Timur Tengah.

BACA JUGA :  PDI Perjuangan Silaturrahim ke PGI Sumut, Sampaikan Terimakasih dari Bu Mega

“Jadi jelas bahwa kewarganegaraan Indonesia bagi 600 warga ISIS itu telah hilang dengan sendirinya, sesuai dengan UUD 45 Pasal 23 huruf d dan f,” tegas Aswan.

Karenanya Aswan menilai, adanya wacana yang dihembuskan ingin membawa masuk kembali 600 warga ISIS tersebut ke Indonesia sangat melukai perasaan masyarakat. Apalagi, saat ini pemerintah dan banyak elemen masyarakat sedang berkonsentrasi melakukan berbagai program dan kegiatan menghadang gerakan radikalisme.

“Wacana ini kontraproduktif dengan keinginan masyarakat Indonesia dan pemerintah yang tengah memerangi radikalisme dan terorisme. Karenanya, Pemerintah harus tegas menolak masuknya 600 warga ISIS itu ke Indonesia,” tegas Aswan.

Selain itu, Aswan juga menjelaskan bahwa warga ISIS tersebut dapat dipastikan telah terdoktrin oleh ideologi-ideologi ISIS yang mencita-citakan sebuah negara baru dengan sistem baru yang sudah di ketahui bertentangan dengan Pancasila, NKRI dan Kebhinekaan bangsa Indonesia.

BACA JUGA :  Terima LHAP dari Ombudsman Sumut, Bobby: Hari Ini Insentif Nakes Dibayar

“Tidak ada jaminan bahwa mereka menyadari kekeliruannya. Mereka ingin kembali hanya karena ISIS mengalami banyak kekalahan perang saat ini di Syiria maupun Irak,” lanjutnya.

Terakhir, Aswan Jaya mengungkapkan kecurigaan terhadap 600 warga ISIS tersebut adalah ingin mencari medan peperangan baru, dan sasarannya adalah Indonesia. Itu sebabnya dengan segala cara mereka ingin masuk ke negeri ini dengan di bantu oleh agen-agen ISIS yang berada di Indonesia.

“Mari kembali kita fokus melawan gerakan radikalisme yang tengah mengancam keutuhan bangsa. Tutup semua peluang meluasnya paham dan gerakan radikalisme tersebut untuk Indonesia maju,” pungkasnya. (has)

1,205 total views, 6 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *