TGB: Era Digital Tak dapat Dielakkan tapi Harus Dikendalikan

 

Asaberita.com-Deliserdang — Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk MA, di-daulat menjadi penceramah dalam memperingati Milad ke 3 Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Quran, yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Quran, Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (22/12).

TGB dalam tausiahnya menegaskan bahwa Alquran adalah kalam Allah yang dipenuhi dengan petunjuk serta jalan untuk memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. Dan kecintaan terhadap Rasulullah SAW dapat diperoleh dengan mengamalkan Alquran. Jadi, para santri yang menghapal dan mengamal Alquran akan menjadi generasi hebat yang dapat memberikan kebermanfaatan terhadap orang tuanya, para guru, pengelola pesantren bahkan untuk bangsa dan negara.

Tuan Guru Batak kemudian juga mengaitkan tantangan yang harus dihadapi para penghafal Al Quran ditengah era digital saat ini. demikian juga dengan pengelolaan Ponpes Darul Quran.

Namun menurut tokoh Sufi, Guru Spiritual dan Mursyid Thoriqoh ini, bahwa era digitalisme tak mungkin dielakkan, apalagi dijauhkan, tapi bagaimana kita dapat mengendalikannya. Arus digital harus dibuktikan dengan kegiatan yang positif.
Menurutnya, era digital memerlukan pengendalian, bukan justru memasungnya. “Digital memang wajib dimanfaatkan. Sebab, kebathilan yang dikelola dengan digital alias hoaks, justru mengalahkan kebenaran dengan cara manual,” ujarnya.

BACA JUGA :  Saling Tuding Plagiasi di USU, Bukan Sikap Kecerdasan Intelektual

Bagi Tuan Guru Batak, perkembangan capaian pembelajaran dalam perjalanan Ponpes Darul Quran belum tiga tahun sudah menempah 50 hafiz. “Ini pencapaian yang sangat gemilang. Pengelola pantas mendapatkan reward atas pencapaian yang cukup gemilang ini,” ungkapnya seraya mengatakan perlu meningkatkannya di masa akan datang.

Dewasa ini, katanya, pengelolaan Ponpes memang harus berbasis teknologi. “Perlu aturan-aturan main yang diterapkan terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam menggali pengetahuan,” katanya.

Tuan Guru Batak, sangat mendukung setiap ponpes yang berbasis tahfizul Quran untuk terus bertransformasi dalam menjawab tuntutan zaman dan memperkuat moderasi keberagamaan bangsa.

Acara ini juga dipadukan dengan penyerahan hadiah bagi para tahfiz yang mengikuti lomba dan dihadiri sejumlah tokoh, seperti tokoh birokrat dan politisi senior H Abdul Wahab Dalimunthe, Prof Zainuddin Ketua Umum Yayasan Islamic Center Darul Quran Jenderal Besar Doktor Haji Abdul Haris Nasution, Prof DR Saidurrahman MA, Ketua Iklab Raya yang juga Rektor UIN Sumut. Kemudian, hadir juga Ketua Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan Drs Rivai Nasution dan sejumlah akademisi.

BACA JUGA :  PDI Perjuangan Silaturrahim ke PGI Sumut, Sampaikan Terimakasih dari Bu Mega

Ponpes Darul Quran mengasuh 1.500 santri dan kini sedang menambah ruang kelas baru dan asrama.

“Dengan rampungnya pembangunan ruang kelas dan asrama santri dapat menambah daya tampung sekitar 800 santri,” kata Direktur Ponpes Darul Quran Dr H Muhammad Tohir Ritonga, Lc.MA.

Dikatakan, usia Ponpes ini belum tergolong lama. Lulusannya saja belum ada, tapi telah mencetak banyak Tahfiz Quran di tengah dahsyatnya badai digital yang kini menguasai relung kehidupan. “Tahun lalu, Pendiri dan Pembina Ponpes Darul Quran telah memberangkatkan 25 hafiz 30 Juz menunaikan ibadah umrah ke Mekah. Itu ketika usia Ponpes Darul Quran belum dua tahun,” katanya. (asa/hasan)

 

2,761 total views, 3 views today

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *